Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, Siap Putus Mata Rantai Rentenir dan Bangkitkan Ekonomi Desa di Seluruh Indonesia

Regina Gavin Agata • Rabu, 15 Juli 2026 | 14:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memutus mata rantai praktik rentenir di masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memutus mata rantai praktik rentenir di masyarakat.

BLITAR KAWENTAR – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi kerakyatan sekaligus solusi untuk memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir dan pinjaman berbunga tinggi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 di Jakarta. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa koperasi merupakan instrumen utama untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa hingga nasional.

Menurut Prabowo, pemerintah sengaja menghadirkan program Koperasi Merah Putih agar masyarakat desa memperoleh akses pembiayaan yang murah, distribusi kebutuhan pokok yang lebih efisien, serta berbagai layanan ekonomi dalam satu tempat.

Baca Juga: Rumput Alun-Alun Kota Blitar Butuh Dua Pekan Pulih Usai Blitar Djadoel 2026, DLH Bakal Batasi Akses Pengunjung

Koperasi Jadi Solusi Rakyat Kecil

Prabowo mengatakan koperasi lahir dari semangat gotong royong. Ia menyebut kekuatan ekonomi rakyat akan tumbuh apabila masyarakat bersatu melalui wadah koperasi.

"Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tetapi ketika bersatu, koperasi menjadi kekuatan ekonomi yang besar," ujarnya.

Baca Juga: Tak Ada Perpeloncoan saat MPLS Blitar, Cabdin Jatim Terjunkan Pengawas ke Seluruh SMA dan SMK

Ia menilai selama ini banyak petani, nelayan, hingga pelaku usaha kecil terjebak pinjaman berbunga tinggi karena tidak memiliki akses pembiayaan yang mudah.

Kondisi tersebut membuat hasil panen maupun pendapatan masyarakat habis untuk membayar utang sehingga sulit meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Putus Mata Rantai Rentenir

Prabowo menjelaskan, salah satu tujuan utama pembentukan Koperasi Merah Putih adalah memutus praktik rentenir yang selama bertahun-tahun membebani masyarakat desa.

Menurutnya, banyak warga terpaksa meminjam uang dengan bunga yang sangat tinggi demi memenuhi kebutuhan sehari-hari sebelum musim panen tiba.

Karena itu, pemerintah menargetkan koperasi hadir sebagai lembaga simpan pinjam yang menyediakan kredit berbunga rendah dan lebih mudah diakses masyarakat.

Ia mengungkapkan jumlah koperasi yang akan dibangun disesuaikan dengan jumlah desa dan kelurahan di Indonesia, yakni sekitar 81 ribu unit.

Baca Juga: 2 SMP Negeri di Kota Blitar Masih Kekurangan Siswa Baru, Pendaftaran Tetap Dibuka hingga Kuota Terpenuhi

Pusat Layanan Ekonomi Desa

Prabowo menjelaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam.

Ke depan, setiap koperasi akan dilengkapi berbagai layanan ekonomi terpadu, mulai dari toko sembako, apotek desa, gudang penyimpanan hasil panen, hingga cold storage untuk menjaga kualitas produk pertanian dan perikanan.

Baca Juga: Polres Gandeng Inspektorat Dalami Dugaan Penyimpangan Dana Desa Ngadirenggo

Selain itu, koperasi juga akan menjadi pusat distribusi berbagai barang subsidi pemerintah agar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Prabowo, langkah tersebut sekaligus mengurangi potensi penyimpangan dalam penyaluran barang bersubsidi.

Nelayan dan Petani Jadi Prioritas

Tidak hanya petani, pemerintah juga menyiapkan program khusus bagi nelayan melalui koperasi.

Prabowo menyebut koperasi nelayan nantinya akan memiliki gudang pendingin, pabrik es, hingga kapal penangkap ikan yang dikelola secara bersama oleh anggota koperasi.

Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan nelayan tanpa membebani mereka dengan biaya operasional yang tinggi.

Sementara bagi petani, koperasi akan menjadi jalur distribusi pupuk bersubsidi dan berbagai kebutuhan produksi pertanian lainnya.

Baca Juga: Polres Gandeng Inspektorat Dalami Dugaan Penyimpangan Dana Desa Ngadirenggo

Target Perputaran Ekonomi Capai Rp223 Triliun

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan pemerintah memperkirakan keberadaan Koperasi Merah Putih mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp223 triliun setiap tahun di wilayah pedesaan.

Selain itu, pendapatan petani, peternak, dan nelayan diproyeksikan meningkat hingga sekitar Rp202 triliun melalui sistem distribusi yang lebih efisien.

Baca Juga: KONI Kota Blitar Mengadu ke DPRD, Sekretariat Belum Bisa Dipakai dan Anggaran Cabor Masih Tertahan

Ia optimistis uang yang selama ini mengalir keluar daerah akan lebih banyak berputar di desa sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Optimistis Program Berhasil

Prabowo mengakui pembangunan puluhan ribu koperasi membutuhkan waktu. Namun ia meminta seluruh pihak tidak ragu terhadap target yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan selalu diawali dengan langkah pertama. Karena itu, pemerintah akan terus mempercepat pembentukan koperasi secara bertahap hingga menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung gerakan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

"Kalau kita yakin bisa dan bekerja bersama, koperasi akan menjadi kekuatan besar yang membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Editor : Regina Gavin Agata
Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih hari koperasi 2026 ekonomi desa Koperasi Merah Putih Prabowo Subianto