Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Prabowo Tegaskan Indonesia Tinggalkan Ekonomi Neoliberal, Koperasi Jadi Pilar Utama Ekonomi Kerakyatan

Regina Gavin Agata • Rabu, 15 Juli 2026 | 14:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan penguatan koperasi menjadi langkah strategis untuk mengembalikan arah pembangunan menuju ekonomi kerakyatan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan penguatan koperasi menjadi langkah strategis untuk mengembalikan arah pembangunan menuju ekonomi kerakyatan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

BLITAR KAWENTAR – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mengembalikan arah pembangunan nasional kepada ekonomi kerakyatan dengan memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Menurutnya, konsep ekonomi berbasis gotong royong lebih sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dibandingkan sistem ekonomi neoliberal yang selama puluhan tahun mendominasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta. Dalam pidatonya, ia menilai penguatan koperasi menjadi langkah strategis untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat ekonomi nasional dari tingkat desa.

Prabowo mengatakan pemerintah tidak lagi ingin pembangunan ekonomi hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Sebaliknya, seluruh masyarakat harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Sertifikat, Tanah Ulayat Papua Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat Adat

Kritik terhadap Ekonomi Neoliberal

Dalam pidatonya, Prabowo menilai Indonesia selama sekitar tiga dekade terlalu dipengaruhi paham ekonomi neoliberal yang menurutnya bertentangan dengan semangat ekonomi kekeluargaan yang dirancang para pendiri bangsa.

Ia mengungkapkan, sistem tersebut menjadikan pertumbuhan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh kelompok bermodal besar, sementara masyarakat kecil masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam memperoleh akses permodalan maupun kesempatan usaha.

Baca Juga: Cara Menyuburkan Bonsai Bugenvil Singapore Agar Cepat Rimbun, Ternyata Ini Kuncinya

Menurut Prabowo, pengalaman berbagai negara juga menunjukkan bahwa teori ekonomi yang mengandalkan efek tetesan ke bawah atau trickle down effect tidak selalu mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan.

Karena itu, pemerintah memilih memperkuat ekonomi berbasis gotong royong melalui koperasi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Koperasi Wujud Ekonomi Pancasila

Prabowo menegaskan koperasi merupakan implementasi nyata ekonomi Pancasila yang menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan kerja sama.

Ia menjelaskan, koperasi dibangun atas prinsip saling membantu sehingga mampu memperkuat posisi masyarakat kecil dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Menurutnya, masyarakat yang bersatu melalui koperasi akan memiliki daya saing yang lebih kuat dibandingkan jika bergerak sendiri-sendiri.

"Koperasi adalah bentuk kerja sama. Dari kerja sama itulah lahir kekuatan ekonomi rakyat," ujarnya.

Baca Juga: Harga Bonsai Bugenvil Singapore Capai Rp17 Juta, Ternyata Butuh 6 Tahun untuk Membentuknya

Penguatan Semua Sektor Ekonomi

Meski menempatkan koperasi sebagai salah satu prioritas, Prabowo menegaskan pemerintah tidak bermaksud mengesampingkan pelaku ekonomi lainnya.

Ia menyebut Indonesia tetap membutuhkan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), hingga badan usaha milik daerah (BUMD) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Cara Merawat Bonsai Bugenvil Singapore Agar Cepat Rimbun, Pakai Teknik Ini Bisa Naik Kelas

Menurutnya, seluruh komponen tersebut harus saling melengkapi sehingga mampu membangun ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing.

Prabowo menyebut konsep tersebut sebagai bentuk kolaborasi nasional atau Indonesia Incorporated, di mana seluruh pelaku ekonomi bergerak bersama demi kepentingan bangsa.

Optimistis Masa Depan Indonesia

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengajak masyarakat agar tidak pesimis terhadap masa depan Indonesia. Ia menilai bangsa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensi besar untuk menjadi negara maju apabila seluruh elemen bangsa bersatu.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan politik maupun kepentingan kelompok.

Sebaliknya, semangat gotong royong harus terus dipelihara sebagai identitas bangsa Indonesia.

Menurut Prabowo, kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan sebagai bagian dari demokrasi. Namun kritik tersebut harus diarahkan untuk membangun, bukan memecah belah persatuan nasional.

Baca Juga: Gagal Salip Truk Gandeng di Selorejo, Grand Max Ringsek Hantam Pagar Rumah Warga

Ajak Bangun Ekonomi Rakyat

Di akhir pidatonya, Prabowo kembali mengajak seluruh masyarakat mendukung gerakan koperasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Ia optimistis penguatan koperasi akan menciptakan pemerataan kesejahteraan, memperluas akses ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Prabowo berharap semangat gotong royong yang menjadi dasar koperasi dapat terus dijaga sehingga cita-cita mewujudkan ekonomi yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia dapat tercapai.

Editor : Regina Gavin Agata
hari koperasi 2026 ekonomi neoliberal koperasi indonesia ekonomi kerakyatan Prabowo Subianto