BLITAR KAWENTAR – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap kemandirian pangan dan energi nasional. Dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Prabowo mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun pertama pemerintahannya sekaligus menghentikan impor solar melalui implementasi bahan bakar B50.
Menurut Prabowo, berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan besar untuk memenuhi kebutuhan strategis secara mandiri apabila seluruh potensi nasional dikelola dengan baik.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada petani, nelayan, dan masyarakat desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Baca Juga: Cara Merawat Monstera agar Daun Besar, Rahasia Pakai Moss Pole dan Pupuk yang Jarang Diketahui
Swasembada Pangan Diklaim Tercapai
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan pemerintah berhasil membawa Indonesia menuju swasembada pangan pada tahun pertama masa pemerintahannya. Ia menyebut Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan, bahkan mulai mampu melakukan ekspor sejumlah komoditas.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan yang difokuskan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Baca Juga: Koleksi Bonsai Kimeng Raksasa Milik Kolektor Gianyar Jadi Sorotan, Karakter Tuanya Bikin Terpukau
Pemerintah, lanjut Prabowo, telah melakukan berbagai langkah seperti memperbaiki tata kelola pertanian, menjaga harga pembelian hasil panen petani, serta memastikan ketersediaan pupuk agar produksi pangan nasional terus meningkat.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan sehingga ketahanan pangan Indonesia semakin kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
B50 Hentikan Impor Solar
Selain sektor pangan, Prabowo juga menyoroti kemajuan di bidang energi. Ia menyebut pemerintah telah meluncurkan program B50, yaitu bahan bakar yang mengandung 50 persen biodiesel berbahan dasar minyak kelapa sawit.
Menurut Prabowo, kebijakan tersebut membuat Indonesia mulai menghentikan impor solar dari luar negeri.
Ia menilai pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional.
Program tersebut juga diyakini mampu memberikan dampak positif bagi jutaan petani kelapa sawit karena permintaan bahan baku di dalam negeri akan terus meningkat.
Baca Juga: Cara Membentuk Bonsai Beringin Dolar untuk Pemula, Mulai Pindah Pot hingga Teknik Wiring
Kembangkan Bensin dari Tanaman
Tidak berhenti pada B50, Prabowo mengungkapkan pemerintah juga tengah mengembangkan bahan bakar alternatif berbasis tanaman.
Ia menyebut para peneliti dan akademisi Indonesia sedang mengembangkan bensin yang berasal dari minyak sawit, serta bioetanol yang diproduksi dari singkong, jagung, dan sorgum.
Baca Juga: Harga Bonsai Serut Jumbo Terbaru 2026, Dibuka Rp1,5 Juta hingga Rp50 Juta, Simak Daftar Lengkapnya
Menurutnya, apabila pengembangan tersebut berhasil, Indonesia akan memiliki sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Prabowo optimistis dalam tiga hingga empat tahun ke depan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Peluang Besar bagi Petani
Prabowo menilai pengembangan energi berbasis hasil pertanian tidak hanya memperkuat sektor energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan bahan baku bioenergi akan mendorong permintaan terhadap komoditas seperti singkong, jagung, dan sorgum.
Dengan demikian, petani tidak hanya bergantung pada pasar pangan, tetapi juga memperoleh pasar baru dari industri energi nasional.
Ia meyakini kebijakan tersebut akan meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi pedesaan.
Baca Juga: Daftar Harga Keladi Hias Terbaru, Mulai Rp10 Ribu hingga Rp450 Ribu, White Queen sampai Infinity
Optimistis Indonesia Mandiri
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan Indonesia memiliki seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk menjadi negara yang mandiri di bidang pangan maupun energi.
Ia mengajak seluruh masyarakat agar tidak lagi memiliki rasa rendah diri terhadap kemampuan bangsa sendiri.
Baca Juga: 10 Keladi Hias Tercantik yang Wajib Dikoleksi, White Queen hingga Thai Beauty, Cek Harga Terbarunya
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, bukan bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Prabowo menambahkan pemerintah akan terus melanjutkan berbagai program strategis yang mampu memperkuat ketahanan nasional, baik di sektor pangan, energi, maupun ekonomi kerakyatan.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing di tingkat global.
Editor : Regina Gavin Agata