BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik pada tahun 2026.
Melalui APBD Jawa Barat 2026, Pemprov mengalokasikan sekitar Rp4,8 triliun untuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, disertai berbagai program prioritas lain seperti pembangunan sekolah baru, rumah sakit daerah, pengendalian banjir, hingga penyediaan listrik bagi masyarakat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah provinsi karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Tak Ada Perpeloncoan saat MPLS Blitar, Cabdin Jatim Terjunkan Pengawas ke Seluruh SMA dan SMK
Pemerintah menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi dan kabupaten dapat melampaui 90 persen, bahkan mendekati 95 persen pada akhir pelaksanaan program.
Menurut Dedi, pembangunan jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan publik, serta mendukung perkembangan kawasan industri maupun pariwisata di berbagai daerah di Jawa Barat.
Dalam pemaparannya di hadapan DPRD Provinsi Jawa Barat, Dedi menjelaskan bahwa anggaran sekitar Rp4,8 triliun disiapkan khusus untuk mempercepat pembangunan serta rehabilitasi jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Ia berharap kondisi jalan yang semakin mantap dapat mengurangi biaya logistik, mempercepat perjalanan masyarakat, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga akan terus melakukan pemeliharaan terhadap ruas jalan yang sudah dalam kondisi baik agar kualitasnya tetap terjaga.
Selain infrastruktur jalan, Pemprov Jawa Barat juga mengalokasikan anggaran hampir Rp500 miliar untuk pembangunan unit sekolah baru.
Program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Dedi menilai pembangunan sekolah menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.
Dengan bertambahnya fasilitas pendidikan, diharapkan semakin banyak anak yang memperoleh akses belajar yang layak.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan pembangunan rumah sakit daerah baru, salah satunya direncanakan berada di Kabupaten Indramayu.
Menurut Dedi, penambahan fasilitas kesehatan diperlukan agar pelayanan medis semakin merata dan masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.
Selain sektor kesehatan, Pemprov Jawa Barat juga akan memperluas pembangunan infrastruktur pengendalian banjir melalui penguatan daerah aliran sungai (DAS).
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah.
Program prioritas lainnya adalah peningkatan pelayanan dasar melalui penyediaan listrik bagi masyarakat kurang mampu dan pembangunan penerangan jalan umum (PJU).
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp473 miliar untuk pembangunan PJU, sedangkan program penyediaan listrik bagi masyarakat memperoleh alokasi sekitar Rp78 miliar.
Baca Juga: Polres Gandeng Inspektorat Dalami Dugaan Penyimpangan Dana Desa Ngadirenggo
Menurut Dedi, penerangan jalan yang memadai tidak hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga mendukung keamanan lingkungan serta aktivitas ekonomi pada malam hari.
Sementara program elektrifikasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang hingga kini masih memiliki keterbatasan akses listrik.
Dedi menegaskan bahwa seluruh anggaran tahun 2026 diarahkan pada program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Baca Juga: Harga Bonsai Bugenvil Singapore Capai Rp17 Juta, Ternyata Butuh 6 Tahun untuk Membentuknya
Karena itu, berbagai kegiatan yang dinilai kurang mendesak mulai dikurangi agar ruang fiskal dapat difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Ia mengakui kebijakan tersebut membuat sejumlah organisasi perangkat daerah harus menyesuaikan pola kerja, namun langkah itu dinilai penting agar anggaran pemerintah benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan fokus pada pembangunan jalan, pendidikan, kesehatan, pengendalian banjir, penerangan jalan, dan elektrifikasi, Pemprov Jawa Barat berharap kualitas pelayanan publik terus meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan pada tahun 2026.
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari