BLITAR KAWENTAR – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengakhiri perpecahan akibat perbedaan politik dan kembali memperkuat semangat persatuan demi membangun Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan pidato dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa setelah dipercaya memimpin negara, dirinya bukan lagi menjadi presiden bagi kelompok atau partai tertentu, melainkan presiden untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan latar belakang politik, suku, agama, maupun daerah.
Menurutnya, persatuan merupakan modal utama agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus mewujudkan cita-cita menjadi negara maju.
Baca Juga: Tak Ada Perpeloncoan saat MPLS Blitar, Cabdin Jatim Terjunkan Pengawas ke Seluruh SMA dan SMK
Perbedaan Politik Tidak Boleh Memecah Bangsa
Prabowo mengatakan perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, setelah seluruh proses politik selesai, masyarakat harus kembali bersatu untuk membangun bangsa.
Ia menilai tidak ada manfaat yang diperoleh apabila masyarakat terus mempertahankan permusuhan akibat perbedaan pandangan politik.
Menurutnya, seluruh komponen bangsa memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
"Kalau di Indonesia, mari kita bersatu, mari kita gotong royong, mari kita bekerja sama," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Kritik Tetap Dibutuhkan
Meski mengajak masyarakat bersatu, Prabowo menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik.
Ia menilai kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi karena dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan pemerintah.
Namun, ia berharap kritik disampaikan secara konstruktif dan tidak disertai tindakan yang memicu perpecahan ataupun mengganggu stabilitas nasional.
Prabowo juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang mengadu domba sesama anak bangsa.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Indonesia
Dalam pidatonya, Prabowo kembali menekankan bahwa semangat gotong royong merupakan jati diri bangsa Indonesia.
Ia mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya saling membantu, saling menghormati, dan saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Menguak Sisi Gelap Soekarno, Kebijakan Politik yang Mengubah Arah Demokrasi Indonesia
Menurutnya, Indonesia tidak akan mampu menjadi negara besar apabila masyarakat lebih banyak mengedepankan permusuhan dibandingkan kerja sama.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen bangsa meninggalkan budaya saling menghina, saling mencurigai, dan saling menjatuhkan.
Presiden untuk Seluruh Rakyat
Prabowo juga menegaskan bahwa seluruh program pemerintah akan diberikan kepada seluruh daerah tanpa membedakan pilihan politik masyarakat.
Ia memastikan berbagai program pembangunan, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
"Tidak peduli desa itu memilih siapa, tidak peduli saya menang atau kalah di daerah tersebut. Saya sekarang presidennya seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para peserta yang menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79.
Optimistis Indonesia Bangkit
Di akhir pidatonya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk percaya terhadap kemampuan bangsa sendiri.
Ia menilai Indonesia memiliki sumber daya alam, sumber daya manusia, dan potensi ekonomi yang sangat besar apabila seluruh elemen bangsa bekerja bersama.
Baca Juga: Ketua Fatayat NU Blitar Sebut Gen Z Bukan Apatis Politik, Melainkan Beda Cara Pandang
Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat melalui penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan ketahanan pangan, serta berbagai program strategis lainnya.
Prabowo optimistis Indonesia mampu menjadi negara yang lebih maju apabila seluruh masyarakat menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Ia pun menutup pidatonya dengan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus bergotong royong membangun negeri demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Editor : Regina Gavin Agata