BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Keputusan Dimas Drajad meninggalkan Persib Bandung menjadi salah satu sorotan utama bursa transfer Super League 2026-2027. Meski masih memiliki kontrak, penyerang berusia 29 tahun itu memilih mengakhiri kebersamaannya dengan Maung Bandung setelah kesulitan mendapatkan menit bermain dan menghadapi persaingan ketat di lini depan.
Kepergian Dimas Drajad Persib juga memunculkan pertanyaan di kalangan Bobotoh mengenai langkah berikutnya yang akan diambil manajemen. Banyak yang menduga Persib akan segera menghadirkan pengganti di sektor penyerang. Namun, kondisi skuad saat ini justru menunjukkan kebutuhan yang berbeda.
Kronologi Dimas Drajad Tinggalkan Persib
Dimas Drajad sempat menjadi salah satu sosok penting bagi Persib pada musim 2024-2025. Kehadirannya mampu mengisi kekosongan saat David da Silva beberapa kali mengalami cedera.
Salah satu momen yang paling dikenang Bobotoh adalah gol Dimas ke gawang Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat. Gol tersebut menjadi salah satu kontribusi penting dalam perjalanan Persib mempertahankan gelar juara Liga 1 secara beruntun.
Namun perjalanan Dimas bersama Maung Bandung berubah setelah dirinya mengalami cedera cukup serius. Proses pemulihan yang panjang membuat posisinya perlahan tergeser dari skuad utama.
Kesempatan bermain semakin menurun seiring bertambahnya striker asing yang direkrut Persib. Situasi itu membuat Dimas dipinjamkan ke Malut United pada musim berikutnya demi mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Menit Bermain di Malut United Tidak Sesuai Harapan
Harapan mendapatkan kesempatan tampil reguler ternyata tidak berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Laptop Gaming Harga 12-14 Juta 2026: Banyak Seri Turun Harga dengan Performa Kencang!
Di Malut United, Dimas kembali menghadapi persaingan ketat dengan beberapa pemain senior sehingga kesempatan bermainnya tetap terbatas.
Sepanjang masa peminjaman, Dimas hanya tampil dalam 12 pertandingan dengan total 171 menit bermain. Sebagian besar penampilannya juga dimulai dari bangku cadangan, sedangkan kesempatan menjadi starter hanya diperoleh satu kali pada laga terakhir melawan Borneo FC.
Pertandingan tersebut berlangsung ketika Malut United mengalami banyak pemain yang absen akibat cedera maupun akumulasi kartu sehingga rotasi menjadi pilihan yang tidak terhindarkan.
Faktor Nonteknis Ikut Menjadi Sorotan
Selain persoalan teknis, muncul pula faktor lain yang disebut ikut memengaruhi hubungan Dimas dengan Bobotoh.
Peristiwa itu terjadi saat Malut United menghadapi Persib. Ketika timnya mencetak gol, Dimas terlihat melakukan selebrasi bersama rekan-rekan setimnya.
Meski secara aturan tidak ada larangan bagi pemain pinjaman merayakan gol bersama klub yang dibelanya, tindakan tersebut memunculkan reaksi negatif dari sebagian pendukung Persib.
Karena saat itu status Dimas masih merupakan pemain Persib yang dipinjamkan, selebrasi tersebut dinilai sebagian Bobotoh kurang tepat secara etika.
Situasi tersebut disebut menjadi salah satu faktor nonteknis yang ikut mengiringi keputusan Dimas mengakhiri kebersamaannya dengan Maung Bandung.
Persib Dinilai Tidak Mendesak Mencari Pengganti
Meski kehilangan Dimas Drajad, kebutuhan Persib untuk mendatangkan penyerang baru dinilai tidak terlalu mendesak.
Saat ini Persib masih memiliki sejumlah pemain yang bisa mengisi lini depan, seperti Balsah Sekulic, Ramond Tangke, William Barros, hingga Ragnar Oratmangoen.
Di sektor sayap, pilihan pemain bahkan lebih banyak dengan hadirnya Bekham Putra, Saddil Ramdani, Berginho, Luka Menalo, Eliano, serta pemain yang disebut akan segera bergabung, MP10.
Dengan komposisi tersebut, lini serang Persib dianggap sudah cukup lengkap untuk menghadapi empat kompetisi pada musim 2026-2027.
Karena itu, kepergian Dimas dinilai tidak mengubah kebutuhan utama tim secara signifikan.
Posisi Kiper Justru Menjadi Prioritas
Di tengah ramainya pembahasan mengenai lini depan, posisi penjaga gawang justru disebut menjadi kebutuhan paling mendesak bagi Persib.
Saat ini Persib hanya memiliki Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana sebagai pilihan utama di bawah mistar.
Untuk menghadapi jadwal padat musim depan, jumlah tersebut dinilai belum ideal.
Teja memang masih menunjukkan performa yang baik di kompetisi domestik. Bahkan pada musim lalu ia mencatatkan 18 clean sheet, yang disebut sebagai rekor terbanyak dalam satu musim Liga Indonesia.
Namun catatan tersebut juga didukung oleh solidnya pertahanan Persib sepanjang kompetisi.
Penilaian terhadap performa Teja di level Asia juga menjadi pertimbangan tersendiri sehingga muncul anggapan Persib membutuhkan penjaga gawang dengan kualitas lebih tinggi apabila ingin bersaing di kompetisi Asia.
Persib Dihadapkan pada Pilihan Sulit
Pilihan mendatangkan kiper lokal juga tidak mudah.
Dalam pembahasan tersebut, Nadeo Argawinata disebut sebagai salah satu kiper lokal dengan kualitas yang berada di atas Teja. Namun situasinya dinilai sulit karena Nadeo baru memperpanjang kontrak bersama Borneo FC dan juga dikabarkan mendapat tawaran dari Persija Jakarta.
Apabila Persib akhirnya memilih mendatangkan kiper asing, konsekuensinya adalah harus mengorbankan salah satu slot pemain asing yang saat ini dimiliki.
Beberapa nama seperti Ramond Tangke, William Barros maupun Putros disebut berpotensi terdampak apabila kebijakan tersebut diambil.
Sebab, meski klub membuka peluang memiliki lebih dari 11 pemain asing, tidak semua pemain bisa didaftarkan ke kompetisi Super League.
Kondisi itu membuat pemain yang tidak masuk daftar berpotensi mencari klub baru demi memperoleh kesempatan bermain secara reguler.
Persib Masih Menunggu Langkah Berikutnya
Hingga kini, perhatian Bobotoh masih tertuju pada langkah transfer berikutnya yang akan dilakukan Persib.
Kepergian Dimas Drajad memang menutup satu babak perjalanan pemain lokal tersebut bersama Maung Bandung. Namun di sisi lain, fokus utama Persib justru mengarah pada penyempurnaan komposisi skuad, terutama di posisi penjaga gawang, demi menghadapi musim yang lebih kompetitif di level domestik maupun Asia.
Editor : Maylanni Diana Fitri