Fakta Soekarno: Kisah Kesaktian, Pusaka, hingga Peran Sang Proklamator yang Masih Jadi Perbincangan

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:45 WIB
Fakta Soekarno mencakup kisah kesaktian, pusaka, penguasaan 10 bahasa, hingga perannya sebagai proklamator dan Presiden pertama Indonesia. (Pinterest)
Fakta Soekarno mencakup kisah kesaktian, pusaka, penguasaan 10 bahasa, hingga perannya sebagai proklamator dan Presiden pertama Indonesia. (Pinterest)

JAKARTA - Soekarno dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Selain dikenang atas perannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Bung Karno juga kerap dikaitkan dengan berbagai kisah mengenai kesaktian dan benda pusaka yang hingga kini masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Dalam sebuah tayangan di YouTube, berbagai kisah mengenai Soekarno diulas, mulai dari perjalanan hidupnya, sejumlah cerita tentang pusaka yang dikaitkan dengannya, hingga prestasi yang tercatat dalam sejarah. Sejumlah kisah tersebut disebut sebagai cerita yang berkembang di masyarakat dan belum memiliki bukti konkret.

Baca Juga: Budidaya Ikan Lele di Galon Bekas Makin Praktis, Begini Cara Membuat Kolam Mini dengan Saluran Pembuangan

Soekarno Lahir dengan Nama Kusno

Soekarno lahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo di Surabaya pada 6 Juni 1901 dan wafat di Jakarta pada 21 Juni 1970.

Menurut kisah yang disampaikan dalam video, saat masih kecil ia sering mengalami sakit. Karena alasan itu, ayahnya mengganti nama Kusno menjadi Soekarno.

Nama tersebut diambil dari tokoh Karna dalam kisah Bharatayudha. Dalam penyebutan bahasa Jawa, huruf "a" berubah menjadi "o" sehingga Karna menjadi Karno, sedangkan awalan "Su" dimaknai sebagai sesuatu yang baik.

Kisah Kesaktian Bung Karno Masih Menjadi Perbincangan

Video tersebut juga mengulas berbagai cerita yang berkembang mengenai kesaktian Bung Karno.

Disebutkan bahwa Soekarno beberapa kali dikaitkan dengan ritual atau laku spiritual yang dipercaya bertujuan memohon perlindungan dari berbagai ancaman, termasuk percobaan pembunuhan.

Meski demikian, tidak ada fakta konkret yang membuktikan bahwa ritual tersebut benar-benar dilakukan atau berkaitan langsung dengan keselamatan dirinya.

Dalam tayangan juga disebutkan bahwa Soekarno pernah mengalami sedikitnya tujuh kali percobaan pembunuhan. Sementara pada bagian lain disebutkan terdapat hingga 23 percobaan pembunuhan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Cerita tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sebagian masyarakat meyakini Bung Karno memiliki kesaktian. Namun, tayangan tersebut juga menegaskan bahwa keyakinan tersebut berkembang sebagai cerita yang dipercaya sebagian kalangan.

Tongkat Komando dan Berbagai Pusaka yang Dikaitkan dengan Soekarno

Salah satu benda yang paling sering dikaitkan dengan Bung Karno adalah tongkat komando yang hampir selalu dibawanya dalam berbagai acara resmi.

Dalam video disebutkan tongkat tersebut dibuat dari kayu Pujangga Kalak dan diolah oleh seorang seniman di Yogyakarta hingga menjadi tiga tongkat komando berbeda yang digunakan sesuai kebutuhan acara.

Beredar pula cerita bahwa tongkat itu berisi keris kecil yang dipercaya memiliki kekuatan khusus. Namun, tidak ada bukti yang memastikan kebenaran cerita tersebut.

Selain tongkat komando, Bung Karno juga dikaitkan dengan ajian Lembu Sekilan.

Menurut cerita yang berkembang, ajian tersebut dipercaya mampu melindungi pemiliknya dari berbagai ancaman. Ajian itu bahkan disebut pernah dimiliki oleh Mahapatih Gajah Mada.

Video juga mengulas kisah mengenai wesi kuning, pusaka yang konon berukuran sebesar lidi dan sering dibawa Soekarno di dalam kantong bajunya.

Dalam cerita masyarakat, pusaka tersebut dipercaya dapat memberikan perlindungan terhadap serangan senjata maupun gangguan supranatural. Namun, tidak ada bukti sejarah yang mengonfirmasi keberadaan pusaka tersebut.

Baca Juga: Budidaya Ikan Lele di Galon Bekas Le Minerale, Cukup 5 Ekor per Galon dan Panen 2,5-3 Bulan

Cerita Keris hingga Mustika Merah Delima

Selain wesi kuning, tayangan tersebut juga membahas kisah mengenai keris yang disebut-sebut berasal dari peninggalan Perang Puputan.

Konon, keris itu diberikan oleh ibunda Soekarno yang memiliki garis keturunan Bali. Dalam cerita yang berkembang, keris tersebut dipercaya mampu melindungi Bung Karno dari berbagai mara bahaya.

Namun, terdapat pula kisah lain yang menyebut Soekarno tidak pernah menganggap keris sebagai benda bertuah.

Ia justru disebut lebih mengagumi keris sebagai karya seni dan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Video tersebut juga mengangkat cerita mengenai mustika merah delima yang dikaitkan dengan sosok Nyi Blorong.

Dalam kisah yang berkembang di masyarakat, Nyi Blorong disebut memberikan mustika kepada Soekarno sebagai simbol kepemimpinan. Bahkan muncul cerita mengenai mimpi Bung Karno yang didatangi Sunan Kalijaga dan Ratu Kidul.

Meski demikian, tayangan tersebut kembali menegaskan bahwa tidak ada fakta konkret yang dapat membuktikan kebenaran berbagai kisah tersebut.

Menguasai Sedikitnya 10 Bahasa

Di luar berbagai cerita mistis, Soekarno dikenal sebagai sosok yang memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang bahasa.

Dalam video disebutkan bahwa Bung Karno merupakan seorang poliglot, yaitu orang yang mampu berbicara, membaca, dan menulis dalam banyak bahasa.

Setidaknya ia disebut menguasai 10 bahasa, yaitu Belanda, Inggris, Jerman, Arab, Prancis, Jepang, Jawa, Sunda, Bali, dan Melayu.

Kemampuan tersebut dinilai terbentuk karena sejak muda Soekarno hidup di masa penjajahan sehingga banyak berinteraksi dengan berbagai bahasa asing.

Tokoh yang Disegani Dunia

Karisma dan kemampuan diplomasi Bung Karno juga membuat namanya dikenal hingga mancanegara.

Dalam tayangan disebutkan bahwa nama Soekarno dijadikan nama jalan di sejumlah negara, di antaranya Mesir, Pakistan, Maroko, Turki, dan beberapa wilayah di kawasan Arab.

Hal tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap peran Bung Karno sebagai tokoh perjuangan dan pemimpin Indonesia.

Menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang digelar pada 18 Agustus 1945 menetapkan Soekarno sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.

Video juga menjelaskan bahwa pada 17 Desember 1949, Soekarno dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat melalui upacara di Bangsal Sitihinggil, Keraton Yogyakarta.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan dilakukan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Kusumah Atmaja dan dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Secara keseluruhan, Soekarno memimpin Indonesia sejak 1945 hingga 1967 atau sekitar 22 tahun.

Gagasan Pancasila Jadi Warisan Besar

Selain dikenal sebagai proklamator, Bung Karno juga dikenang karena gagasannya mengenai dasar negara.

Dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Soekarno menyampaikan lima prinsip yang kemudian menjadi cikal bakal Pancasila.

Lima gagasan tersebut meliputi kebangsaan, internasionalisme atau perikemanusiaan, demokrasi, keadilan sosial, dan ketuhanan.

Video juga menyebut bahwa selain Soekarno, terdapat dua tokoh lain yang ikut memberikan usulan mengenai dasar negara, yakni Mohammad Yamin dan Soepomo.

Setelah melalui pembahasan panjang, Pancasila akhirnya disahkan dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 dan menjadi dasar negara Republik Indonesia hingga saat ini.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : BEDA NGGAK?
proklamator indonesia Bung Karno soekarno pancasila presiden pertama indonesia