Fakta Soekarno: Kisah Kesaktian, Pusaka hingga Perannya Merumuskan Pancasila Jadi Sorotan

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:50 WIB
Fakta Soekarno kembali menjadi sorotan, mulai dari kisah kesaktian, pusaka yang dikaitkan dengannya, hingga perannya sebagai Proklamator dan perumus Pancasila.(pinterest)
Fakta Soekarno kembali menjadi sorotan, mulai dari kisah kesaktian, pusaka yang dikaitkan dengannya, hingga perannya sebagai Proklamator dan perumus Pancasila.(pinterest)

JAKARTA - Soekarno kembali menjadi sorotan melalui sebuah tayangan yang mengulas perjalanan hidup Presiden pertama Republik Indonesia, mulai dari kisah yang berkembang mengenai kesaktian dan benda pusaka hingga perannya sebagai Proklamator Kemerdekaan dan tokoh yang menggagas lahirnya Pancasila. Tayangan tersebut juga menampilkan sejumlah cerita yang telah lama beredar di masyarakat, meski beberapa di antaranya belum memiliki bukti sejarah yang dapat dipastikan kebenarannya.

Sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, Bung Karno dikenal luas karena kepemimpinan, kemampuan berpidato, serta perjuangannya dalam membawa Indonesia menuju kemerdekaan. Namun, di luar kiprah politiknya, berbagai kisah bernuansa mistis juga kerap dikaitkan dengan sosok Putra Sang Fajar.

Baca Juga: Bonsai Santigi Seharga Rp1,5 Miliar Jadi Sorotan, Koleksi Langka 15 Tahun Ini Curi Perhatian di Pameran

Lahir dengan Nama Kusno Sosrodihardjo

Dalam tayangan tersebut dijelaskan bahwa Soekarno lahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo di Surabaya pada 6 Juni 1901. Ia meninggal dunia di Jakarta pada 21 Juni 1970.

Menurut cerita yang disampaikan, semasa kecil Bung Karno sering mengalami sakit-sakitan. Karena itu, sang ayah mengganti namanya menjadi Soekarno dengan harapan membawa kehidupan yang lebih baik.

Nama Karno diambil dari tokoh Karna dalam kisah Bharatayudha. Dalam pelafalan bahasa Jawa, huruf "a" berubah menjadi "o", sehingga Karna menjadi Karno, sedangkan awalan "Su" dimaknai sebagai sesuatu yang baik.

Kisah Kesaktian Bung Karno yang Beredar di Masyarakat

Salah satu pembahasan utama dalam video adalah berbagai cerita mengenai kesaktian Soekarno.

Disebutkan bahwa Bung Karno sering dikaitkan dengan laku spiritual dan ritual tertentu yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai bentuk ikhtiar untuk memperoleh perlindungan dari berbagai ancaman.

Video tersebut menyebut Soekarno beberapa kali mengalami percobaan pembunuhan. Pada satu bagian disebutkan terdapat sedikitnya tujuh percobaan pembunuhan, sementara pada bagian lain dijelaskan jumlahnya mencapai 23 kali, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Meski demikian, tayangan itu menegaskan bahwa berbagai kisah mengenai kesaktian Bung Karno belum memiliki fakta konkret yang dapat membuktikan kebenarannya.

Tongkat Komando hingga Wesi Kuning

Video juga mengulas sejumlah benda yang sering dikaitkan dengan Bung Karno.

Salah satunya adalah tongkat komando yang hampir selalu dibawanya saat menghadiri berbagai acara resmi di dalam maupun luar negeri.

Menurut cerita dalam tayangan, tongkat tersebut dibuat dari kayu yang dipercaya memiliki energi besar dan diolah menjadi tiga tongkat komando berbeda.

Bahkan muncul cerita bahwa di dalam tongkat itu terdapat keris kecil yang dianggap memiliki kekuatan tertentu. Namun, informasi tersebut tidak disertai bukti sejarah yang dapat diverifikasi.

Selain tongkat komando, Bung Karno juga dikaitkan dengan wesi kuning, pusaka yang konon berukuran sebesar lidi dan selalu dibawa di dalam kantong bajunya.

Dalam cerita masyarakat, pusaka tersebut dipercaya mampu memberikan perlindungan terhadap senjata maupun gangguan supranatural. Namun, tayangan kembali menegaskan bahwa kisah tersebut masih sebatas cerita yang berkembang.

Baca Juga: Budidaya Ikan Lele di Galon Bekas Makin Praktis, Begini Cara Membuat Kolam Mini dengan Saluran Pembuangan

Ajian Lembu Sekilan dan Keris Peninggalan Perang Puputan

Cerita lain yang dibahas adalah mengenai Ajian Lembu Sekilan.

Ajian tersebut dipercaya sebagian masyarakat sebagai ilmu yang mampu melindungi pemiliknya dari ancaman kematian. Dalam tayangan disebutkan ajian itu juga pernah dikaitkan dengan Mahapatih Gajah Mada.

Selain itu, muncul pula kisah mengenai keris peninggalan Perang Puputan yang disebut diterima Bung Karno dari ibundanya yang memiliki garis keturunan Bali.

Namun, terdapat pula versi lain yang menyatakan Soekarno tidak pernah mempercayai keris sebagai benda bertuah. Ia lebih menghargai keris sebagai karya budaya dan warisan seni Indonesia.

Kisah Mustika Merah Delima

Tayangan tersebut turut membahas cerita yang berkembang mengenai mustika merah delima.

Dalam kisah yang beredar, Soekarno disebut pernah menerima mustika dari sosok Nyi Blorong yang dipercaya sebagai simbol kepemimpinan.

Video juga mengangkat cerita mengenai mimpi Bung Karno yang didatangi Sunan Kalijaga serta Ratu Kidul.

Meski menjadi bagian dari cerita populer di masyarakat, tayangan itu kembali menegaskan bahwa tidak ada fakta konkret yang dapat membuktikan kebenaran kisah-kisah tersebut.

Soekarno Dikenal Sebagai Poliglot

Di luar berbagai cerita mistis, Soekarno dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang bahasa.

Video menyebut Bung Karno merupakan seorang poliglot, yaitu orang yang mampu berbicara, membaca, dan menulis dalam banyak bahasa.

Setidaknya ia disebut menguasai 10 bahasa, yaitu Belanda, Inggris, Jerman, Arab, Prancis, Jepang, Jawa, Sunda, Bali, dan Melayu.

Kemampuan tersebut diperoleh karena sejak muda ia hidup di lingkungan yang mempertemukannya dengan berbagai budaya dan bahasa asing selama masa penjajahan.

Kiprah Internasional Bung Karno

Selain dihormati di Indonesia, Soekarno juga dikenal luas di berbagai negara.

Dalam tayangan disebutkan bahwa nama Soekarno diabadikan sebagai nama jalan di sejumlah negara seperti Mesir, Pakistan, Maroko, Turki, serta beberapa negara di kawasan Arab.

Hal tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Bung Karno dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan kiprahnya di tingkat internasional.

Menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang berlangsung sehari kemudian menetapkan Soekarno sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.

Video juga menjelaskan bahwa pada 17 Desember 1949 Soekarno dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat melalui upacara di Bangsal Sitihinggil, Keraton Yogyakarta.

Prosesi tersebut dipimpin Ketua Mahkamah Agung Kusumah Atmaja dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Menurut tayangan, Soekarno memimpin Indonesia sejak 1945 hingga 1967 atau sekitar 22 tahun.

Gagasan Pancasila Menjadi Warisan Bangsa

Selain dikenal sebagai proklamator, Soekarno juga dikenang karena gagasannya mengenai dasar negara Indonesia.

Dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan lima prinsip yang kemudian menjadi cikal bakal Pancasila.

Lima prinsip tersebut meliputi kebangsaan, internasionalisme atau perikemanusiaan, demokrasi, keadilan sosial, dan ketuhanan.

Video juga menyebut bahwa Mohammad Yamin dan Soepomo turut menyampaikan gagasan mengenai dasar negara.

Setelah melalui pembahasan dalam sidang, Pancasila akhirnya disahkan pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI dan menjadi dasar negara Republik Indonesia. Tayangan tersebut menutup ulasannya dengan menegaskan bahwa terlepas dari berbagai kisah yang berkembang mengenai kesaktian dan pusaka, peran terbesar Soekarno dalam sejarah Indonesia tetap terletak pada perjuangan, kepemimpinan, serta warisan pemikirannya yang masih menjadi fondasi bangsa hingga saat ini.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : BEDA NGGAK?
proklamator indonesia Bung Karno soekarno pancasila presiden pertama indonesia