11 Bangunan Bersejarah di Blitar yang Wajib Dikunjungi, dari Candi Penataran hingga Istana Gebang

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:25 WIB
Jelajahi 11 bangunan bersejarah di Blitar, mulai Candi Penataran, Istana Gebang, Makam Bung Karno hingga berbagai candi peninggalan Majapahit.(pinterest)
Jelajahi 11 bangunan bersejarah di Blitar, mulai Candi Penataran, Istana Gebang, Makam Bung Karno hingga berbagai candi peninggalan Majapahit.(pinterest)

BLITAR – Bangunan bersejarah di Blitar menjadi salah satu daya tarik wisata yang menawarkan nilai edukasi sekaligus mengenalkan jejak panjang sejarah Jawa Timur. Mulai dari peninggalan era Kerajaan Majapahit hingga bangunan yang berkaitan dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, semuanya tersebar di berbagai wilayah Kota dan Kabupaten Blitar.

Keberadaan bangunan bersejarah di Blitar tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran mengenai perkembangan peradaban, kebudayaan, hingga perjuangan bangsa Indonesia. Setiap lokasi memiliki latar belakang sejarah, arsitektur, dan fungsi yang berbeda.

Berikut deretan bangunan bersejarah di Blitar yang diperkenalkan dalam video kanal YouTube Imvely.

Baca Juga: Perjalanan Soekarno Meraih Kemerdekaan Indonesia, Dari PNI, Pengasingan hingga Proklamasi 17 Agustus 1945

Candi Penataran, Kompleks Candi Terbesar di Jawa Timur

Candi Penataran berada di lereng barat daya Gunung Kelud, sekitar 12 kilometer di utara Kota Blitar. Kompleks percandian ini terdiri atas sejumlah bangunan yang tersusun memanjang dari barat laut ke tenggara.

Dalam Kitab Negarakertagama, situs ini dikenal sebagai Candi Palah. Candi Penataran disebut sebagai kompleks percandian terbesar sekaligus termegah di Jawa Timur. Lokasinya yang berada di kawasan Gunung Kelud dipercaya memiliki kaitan dengan fungsi spiritual sebagai tempat menjaga gunung tersebut.

Relief yang menghiasi candi memiliki gaya khas Jawa Timur. Bentuk tokoh manusia dalam relief digambarkan menyerupai wayang kulit, berbeda dengan relief candi-candi di Jawa Tengah.

Sumber Bale Kambang

Sumber Bale Kambang berada di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Berdasarkan sejarah yang dipaparkan dalam video, lokasi ini diyakini pernah menjadi tempat semedi para raja dari Kerajaan Kediri hingga Majapahit.

Struktur bangunannya berupa susunan batu di atas gundukan tanah yang mengarah ke utara. Diduga kawasan tersebut dahulu merupakan balai atau pendopo.

Saat ini, Sumber Bale Kambang juga kerap dimanfaatkan sebagai titik awal Kirab Tumpeng Nusantara menuju Candi Penataran.

Monumen Trisula

Monumen Trisula dibangun untuk mengenang operasi penumpasan PKI di wilayah Blitar Selatan. Monumen tersebut mulai dibangun pada 18 Desember 1972.

Dalam video dijelaskan bahwa monumen ini terinspirasi dari Operasi Trisula. Kawasan Bakung dijadikan markas komando dalam operasi tersebut sebelum kemudian dibangun monumen sebagai penanda sejarah.

Monumen PETA Blitar

Blitar juga dikenal sebagai kota lahirnya perlawanan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pemerintahan Jepang.

Perlawanan yang dipimpin Supriyadi pada Februari 1945 menjadi salah satu tonggak penting sejarah perjuangan bangsa. Sebagai bentuk penghormatan, dibangun Monumen PETA yang berada di Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar.

Monumen ini didedikasikan untuk mengenang jasa Supriyadi beserta para pejuang PETA lainnya.

Baca Juga: Fakta Soekarno: Kisah Kesaktian, Pusaka hingga Perannya Merumuskan Pancasila Jadi Sorotan

Istana Gebang

Istana Gebang merupakan rumah masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Bangunan tersebut kini dikelola pemerintah sebagai destinasi wisata sejarah. Di halaman depan berdiri patung Bung Karno berwarna putih.

Di dalam rumah masih tersimpan berbagai benda peninggalan, seperti tempat tidur, kursi, meja, mesin ketik, radio hingga telepon rumah yang menggambarkan kehidupan keluarga Soekarno pada masa itu.

Candi Kotes

Candi Kotes terletak di Desa Kotes, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Bangunan candi memiliki ukuran sekitar 360 sentimeter x 224 sentimeter dengan tinggi sekitar 142 sentimeter. Saat ini bagian yang masih tersisa terutama merupakan kaki candi.

Berdasarkan angka tahun yang terpahat pada bangunan, candi diperkirakan berasal dari tahun 1222 Saka atau sekitar 1300 Masehi.

Candi Sawentar

Candi Sawentar dibangun menggunakan batu andesit dengan tinggi sekitar 10,65 meter.

Pintu masuk berada di sisi barat dan dihiasi ornamen makara. Pada setiap sisi luar tubuh candi terdapat relung, sementara di dalam bilik ditemukan bekas arca dengan pahatan Garuda yang dikenal sebagai kendaraan Dewa Wisnu.

Dalam Kitab Negarakertagama, candi ini disebut sebagai Lawenta dan diduga dibangun pada masa awal Kerajaan Majapahit.

Candi Simping

Candi Simping diyakini sebagai tempat pendharmaan atau penyimpanan abu jenazah Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

Candi ini juga dikenal dengan nama Candi Sumberjati karena berada di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Menurut penjelasan dalam video, kondisi Candi Simping saat ini berupa reruntuhan. Upaya pemugaran dinilai sulit dilakukan karena banyak bagian bangunan yang telah hilang.

Candi Kalicilik

Candi Kalicilik tersusun dari bata merah dengan denah berbentuk bujur sangkar berukuran sekitar 6,8 meter.

Bangunan terdiri atas kaki, tubuh dan atap candi. Pintu masuk menghadap ke arah barat, sedangkan pada sisi lainnya terdapat relung-relung yang dihiasi kepala kala.

Di dalam bilik terdapat relief Dewa Surya yang dikelilingi sinar matahari. Relief tersebut disebut sebagai salah satu ciri khas seni pada masa Majapahit.

Candi Gambar Wetan

Candi Gambar Wetan berada sekitar tujuh kilometer di utara Candi Penataran.

Lokasinya berada di kawasan perbukitan dengan kondisi tanah berpasir akibat aktivitas Gunung Kelud. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati area perkebunan tebu dan menaiki tangga menuju area candi.

Berdasarkan relief yang terdapat pada bangunan, candi ini diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Majapahit.

Candi Wringin Branjang

Bangunan terakhir yang diperkenalkan adalah Candi Wringin Branjang.

Candi ini memiliki bentuk sederhana tanpa kaki bangunan yang utuh. Struktur yang tersisa berupa tubuh dan atap candi dari batu andesit.

Pada bagian dinding tidak ditemukan relief maupun ornamen rumit. Bangunan hanya dilengkapi lubang ventilasi sederhana dengan pintu masuk menghadap ke arah selatan.

Keberadaan Candi Wringin Branjang melengkapi daftar situs sejarah yang masih dapat ditemukan di wilayah Blitar dan menjadi bagian dari warisan budaya yang terus diperkenalkan kepada masyarakat.

Kesebelas bangunan tersebut menunjukkan bahwa Blitar tidak hanya dikenal sebagai kota tempat dimakamkannya Bung Karno, tetapi juga menyimpan banyak peninggalan sejarah dari berbagai periode, terutama masa Kerajaan Majapahit. Melalui keberadaan situs-situs tersebut, masyarakat dapat mempelajari perjalanan sejarah sekaligus menikmati wisata edukatif di wilayah Blitar.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : MVLI
bangunan bersejarah Blitar candi penataran candi simping Istana Gebang wisata sejarah blitar