Istana Gebang Blitar, Rumah Masa Kecil Bung Karno yang Menyimpan Jejak Sejarah dan Koleksi Asli Keluarga

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:35 WIB
Istana Gebang Blitar menjadi rumah masa kecil Bung Karno yang masih menyimpan berbagai koleksi asli, mulai dari kamar, perabot hingga mobil kepresidenan. (Pinterest)
Istana Gebang Blitar menjadi rumah masa kecil Bung Karno yang masih menyimpan berbagai koleksi asli, mulai dari kamar, perabot hingga mobil kepresidenan. (Pinterest)

BLITAR - Istana Gebang Blitar menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menyimpan jejak masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Rumah yang kini difungsikan sebagai museum tersebut masih mempertahankan banyak bagian asli bangunan beserta berbagai koleksi peninggalan keluarga Bung Karno, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan hidup sang Proklamator.

Terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar, Istana Gebang berdiri di atas lahan sekitar 1,7 hektare atau hampir 20.000 meter persegi. Kompleks ini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang lokasinya juga tidak jauh dari Stasiun Blitar.

Dalam video yang diunggah di YouTube, pengunjung diajak berkeliling ke setiap sudut bangunan sambil mendapatkan penjelasan dari pemandu mengenai sejarah rumah, keluarga Bung Karno, hingga berbagai benda bersejarah yang masih tersimpan di dalamnya.

Baca Juga: Wisata Makam Bung Karno Blitar, Harga Tiket Rp4.000 dengan Museum, Perpustakaan hingga Gong Perdamaian Dunia

Rumah Berusia Lebih dari Satu Abad

Pemandu menjelaskan bangunan Istana Gebang telah berdiri sejak tahun 1884. Dengan demikian, usia bangunan tersebut telah melampaui satu abad dan sebagian besar konstruksi maupun tata ruangnya masih dipertahankan seperti semula.

Rumah ini merupakan kediaman orang tua Bung Karno ketika beliau masih remaja. Hingga kini, fungsi setiap ruangan tetap dipertahankan agar pengunjung dapat melihat suasana rumah sebagaimana ketika masih dihuni keluarga Soekarno.

Di ruang depan, pengunjung diperkenalkan dengan sosok ayah Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, yang berasal dari Tulungagung dan berprofesi sebagai Mantri Guru atau penilik sekolah pada masa itu.

Sementara ibunda Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai, berasal dari Bali. Pemandu juga menjelaskan bahwa Bung Karno memiliki seorang kakak perempuan bernama Sukarmini yang lebih dikenal masyarakat Blitar sebagai Bu Wardoyo.

Ruang Tamu dan Koleksi Perabot Asli

Memasuki bagian dalam rumah, pengunjung disambut ruang tamu yang masih dipenuhi kursi-kursi kayu berusia puluhan tahun.

Beberapa kursi disebut berasal dari sekitar tahun 1920, sedangkan sebagian lainnya berasal dari era 1950-an. Perabot tersebut tetap dirawat sebagai koleksi asli rumah.

Karena nilai sejarahnya, pengelola melarang pengunjung duduk di kursi maupun berbaring di tempat tidur yang berada di dalam rumah.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi perabot agar tetap lestari.

Kamar Masa Remaja Bung Karno

Salah satu ruangan yang paling banyak menarik perhatian ialah kamar masa remaja Bung Karno.

Di ruangan ini masih terdapat ranjang besi asli yang dahulu digunakan Bung Karno. Beberapa perlengkapan seperti kasur dan seprai memang telah diganti agar menyesuaikan kebutuhan konservasi, tetapi bentuk ranjang tetap dipertahankan.

Pemandu menjelaskan posisi kamar tersebut masih sama seperti ketika Bung Karno tinggal di rumah itu.

Baca Juga: Perjalanan Soekarno Meraih Kemerdekaan Indonesia, Dari PNI, Pengasingan hingga Proklamasi 17 Agustus 1945

Kamar Presiden dan Tiga Tongkat Pribadi

Bagian lain yang tidak kalah menarik adalah kamar yang dikenal sebagai "Kamar Presiden".

Ruangan ini dahulu ditempati orang tua Bung Karno. Setelah Bung Karno menjadi Presiden Republik Indonesia, kamar tersebut digunakan ketika beliau pulang ke Blitar.

Di dalam kamar terdapat foto Bung Karno bersama sang ibu, Ida Ayu Nyoman Rai. Menurut penjelasan pemandu, setiap kali pulang ke Istana Gebang, Bung Karno memiliki kebiasaan memasuki kamar tersebut untuk sungkem kepada ibundanya.

Selain itu, tersimpan pula tiga tongkat pribadi Bung Karno.

Tongkat yang berada di bagian tengah disebut terbuat dari gading gajah dan merupakan hadiah dari Persatuan Pemuda India.

Di ruangan yang sama juga terdapat radio, cermin, lemari, hingga mesin ketik merek Royal buatan Belanda yang dahulu digunakan keluarga.

Silsilah Keluarga Bung Karno

Pengunjung juga dapat melihat dokumentasi silsilah keluarga Bung Karno.

Pemandu menjelaskan kakak Bung Karno, Sukarmini, pernah menikah dua kali.

Pernikahan pertama dikaruniai empat anak, sedangkan pernikahan kedua bersama Wardoyo tidak memiliki keturunan.

Berbagai foto keluarga masih dipajang di beberapa ruangan sebagai bagian dari dokumentasi sejarah keluarga besar Bung Karno.

Ruang Santai dan Ruang Makan

Di bagian belakang rumah terdapat ruang santai yang menjadi salah satu tempat favorit Bung Karno ketika pulang ke Blitar.

Menurut pemandu, Bung Karno kerap menikmati waktu bersantai maupun minum teh dan kopi di kursi yang menghadap ke arah selatan.

Tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat ruang makan keluarga yang juga masih mempertahankan bentuk aslinya.

Berbagai peralatan rumah tangga lama masih dipamerkan sebagai bagian dari koleksi museum.

Sumur Tua Berusia 139 Tahun

Salah satu daya tarik unik di Istana Gebang ialah keberadaan sumur tua yang usianya hampir sama dengan bangunan rumah.

Pemandu menjelaskan sumur tersebut dibuat sejak tahun 1884 dan hingga kini belum pernah mengalami kekeringan.

Air sumur masih dapat digunakan, bahkan sebagian pengunjung memilih mencuci tangan, mencuci muka, hingga mandi menggunakan air dari sumur tersebut.

Meski demikian, kamar mandi hanya diperuntukkan untuk aktivitas mandi, sedangkan toilet umum telah disediakan di area lain.

Dapur Tradisional Masih Dipertahankan

Di area belakang rumah juga terdapat dapur tradisional yang masih menggunakan tungku.

Menurut pemandu, fungsi ruangan sejak awal tidak mengalami perubahan sehingga tata letaknya tetap dipertahankan sesuai kondisi semula.

Beberapa peralatan dapur lama juga masih disimpan sebagai bagian dari koleksi sejarah rumah.

Mobil Mercedes Peninggalan Bung Karno

Sebelum keluar dari kawasan museum, pengunjung dapat melihat sebuah mobil Mercedes-Benz koleksi Bung Karno.

Pemandu menjelaskan mobil tersebut dikirim ke Blitar pada tahun 1961 untuk menyambut kedatangan Presiden Soekarno.

Mobil itu merupakan buatan Jerman dan memiliki pelat nomor AG 390. Kendaraan tersebut dahulu digunakan untuk menjemput Bung Karno sekaligus dipakai keluarga ketika berada di Blitar.

Di area yang sama juga dipajang sejumlah foto dokumentasi Bung Karno bersama keluarga.

Wisata Edukasi Sejarah

Istana Gebang tidak hanya menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal kehidupan Bung Karno sejak usia muda hingga menjadi Presiden Republik Indonesia.

Keaslian bangunan, tata ruang yang tetap dipertahankan, serta koleksi peninggalan keluarga menjadi nilai lebih yang membuat destinasi ini terus menarik perhatian wisatawan.

Melalui berbagai koleksi yang masih terawat, pengunjung dapat melihat secara langsung jejak kehidupan keluarga Bung Karno sekaligus memahami sejarah yang melekat pada salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : HM Adventure
museum bung karno Rumah Masa Kecil Bung Karno Bung Karno istana gebang blitar wisata sejarah blitar