Ziarah Wisata Sejarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Kompleks Edukasi Lengkap

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:40 WIB
Ulasan lengkap fasilitas, koleksi museum, sejarah, dan harga tiket ziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar. (PINTEREST)
Ulasan lengkap fasilitas, koleksi museum, sejarah, dan harga tiket ziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar. (PINTEREST)

BLITAR - Kawasan wisata sejarah Makam Bung Karno di Kota Blitar menjadi salah satu destinasi utama yang terus dipadati peziarah dari berbagai daerah maupun luar negeri. Tempat peristirahatan terakhir Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, ini menawarkan pengalaman berziarah sekaligus edukasi sejarah lengkap dalam satu kompleks.

Makam Proklamator yang terletak di Jalan Raya Ir Soekarno Nomor 152, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur ini hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer atau 8 menit perjalanan dari Alun-Alun Kota Blitar. Kompleks wisata sejarah seluas 1,8 hektar ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB.

Baca Juga: Slow Traveling Jadi Tren Liburan Gen Z, Nikmati Momen Tanpa Ribet Kejar Target dan Lebih Menenangkan Pikiran

Fasilitas Parkir dan Aksesibilitas Pengunjung

Makam Bung Karno menyediakan area parkir luas yang memadai di sekitar kawasan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengelola menetapkan tarif parkir yang seragam untuk kenyamanan pengunjung, yakni Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil, yang dilengkapi dengan fasilitas toilet serta kamar mandi.

Untuk rombongan bus, area parkir berjarak sekitar 1 kilometer atau 15 menit berjalan kaki dari kawasan utama makam. Pengunjung dapat memanfaatkan jasa becak yang siap mengantar dari area parkir bus menuju lokasi dengan tarif Rp15.000 untuk sekali jalan atau Rp25.000 untuk perjalanan pulang-pergi (PP).

Wisata Edukasi di Museum dan Perpustakaan Bung Karno

Pengunjung yang masuk dari pintu sebelah barat akan melintasi area Perpustakaan dan Museum Bung Karno tanpa dikenakan biaya tiket masuk. Di Pintu masuk museum, pengunjung disambut oleh patung sang proklamator yang sedang duduk sambil memegang buku.

Museum yang diresmikan oleh Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri pada 3 Juli 2004 ini menyimpan sekitar 2.200 barang peninggalan bersejarah. Koleksi yang dipamerkan meliputi pakaian kenegaraan, koper bersejarah, peci, kacamata hitam merek Ray-Ban, jam tangan, pulpen, parfum favorit, kemeja favorit, hingga uang seri Bung Karno yang memiliki keunikan melipat saat diletakkan di telapak tangan.

Selain itu, museum ini mengoleksi benda pusaka berupa Gong Kiai Jimat dan Keris Kiai Sekar Jagat yang biasa dibawa saat kunjungan kedinasan. Pengunjung juga dapat melihat replika naskah proklamasi, burung Garuda Pancasila, miniatur MBK, hingga koleksi filateli yang menampilkan sosok Bung Karno.

Terdapat pula Rumah Pintar Pemilu Nasional Bung Karno yang menyajikan informasi sejarah Pemilihan Umum dari tahun 1955 hingga Pemilu 2024, profil anggota KPU RI periode 2012 hingga 2027, serta miniatur dan figura proses pemilu. Di area ini, pengunjung juga dapat menyaksikan lukisan Bung Karno yang bagian dada sebelah kirinya dapat berdetak, serta memanfaatkan komputer touch screen untuk menonton film-film biografi Bung Karno.

Deretan Miniatur Pengasingan dan Area Seni

Museum Bung Karno juga menghadirkan miniatur rumah-rumah pengasingan tempat Soekarno menjalani hukuman sebagai tahanan politik selama masa perjuangan kemerdekaan. Miniatur tersebut meliputi rumah pengasingan di Parapat Danau Toba (Sumatera Utara), Berastagi, Bengkulu, hingga Ende (Flores).

Memasuki area luar museum menuju kompleks makam, peziarah melintasi pilar-pilar besar bertema relief perjalanan perjuangan Bung Karno dari sebelum kemerdekaan hingga pascakemerdekaan. Di tengah area ini terdapat kolam ikan, di mana pengunjung dapat membeli pakan ikan seharga Rp3.000 atau memanfaatkan jasa pembuat sketsa lukis wajah seharga Rp50.000 per wajah.

Kompleks ini juga dilengkapi fasilitas amfiteater luas dengan panggung untuk pertunjukan acara, serta tangga menuju Gong Perdamaian Dunia. Gong berukuran besar ini memuat simbol-simbol agama dan bendera dari 202 negara di dunia sebagai lambang perdamaian.

Kompleks Pendopo dan Harga Tiket Masuk Makam

Kompleks Makam Bung Karno didesain berdasarkan tata ruang kepercayaan Jawa yang terbagi menjadi tiga area, yaitu halaman, teras, dan pendopo, yang melambangkan tiga tahapan kehidupan manusia dari janin, kehidupan, hingga kematian. Tiket masuk ke kompleks makam dibanderol seharga Rp4.000 per orang.

Tiket masuk seharga Rp4.000 tersebut sudah mencakup izin kunjungan ke Istana Gebang yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari lokasi makam. Di sekitar pintu masuk makam, pedagang menjual berbagai souvenir, bunga ziarah, mainan anak-anak, hingga es tradisional khas Blitar yaitu Es Drop.

Di dalam area pendopo, pengunjung diwajibkan mematuhi aturan untuk tidak makan, minum, maupun merokok. Area makam utama berada di Pendopo Astono Mulyo setinggi 15 meter dengan arsitektur joglo beratap tembaga berlapis tiga. Di dekat pendopo, berdiri Masjid Raden Sukemi Sosrodiharjo serta tempat peristirahatan bagi peziarah yang menunggu giliran.

Baca Juga: Slow Traveling Jadi Tren Liburan Gen Z, Nikmati Momen Tanpa Ribet Kejar Target dan Lebih Menenangkan Pikiran

Sejarah Pemakaman dan Pusara Sang Proklamator

Ir Soekarno lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya dan menghembuskan napas terakhirnya pada 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat. Setelah wafatnya sang proklamator, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 44 Tahun 1970 tentang Pemakaman Presiden Soekarno di Makam Taman Pahlawan Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar.

Area pemakaman ini kemudian mengalami pemugaran pada tahun 1978 dan diresmikan sebagai Makam Bung Karno pada tahun 1979 semasa era Orde Baru. Pusara Bung Karno ditandai dengan batu pualam besar berwarna hitam yang berisi tulisan keterangan mengenai tempat dimakamkannya sang presiden pertama.

Pusara Bung Karno berdampingan langsung dengan makam ayahnya, Raden Sukemi Sosrodiharjo (wafat 8 Mei 1945), dan ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai (wafat 12 September 1958). Peziarah biasanya memadati makam ini menjelang hari lahir Bung Karno, hari wafat Bung Karno, bulan Ramadan, dan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebelum meninggalkan lokasi, peziarah yang keluar wajib melewati jalur pasar oleh-oleh UMKM lokal. Jalur pedagang ini menjajakan pakaian khas Blitar, kain batik, mainan tradisional, gantungan kunci, perhiasan manik-manik, hingga camilan khas Blitar sebagai oleh-oleh.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Dewi Novala
museum bung karno Pendopo Astono Mulyo ir soekarno makam bung karno Kota Blitar