BLITAR - Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang berlokasi di Jalan Kalasan Nomor 1, Kota Blitar, Jawa Timur, terus menegaskan komitmennya dalam menyebarkan gagasan serta semangat perjuangan Presiden Pertama Republik Indonesia. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) ini tidak hanya menyajikan ribuan literatur sejarah, melainkan juga menghadirkan berbagai layanan modern berbasis inklusi sosial yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lembaga literasi bereputasi nasional ini diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 3 Juli 2004. Terletak tepat dalam satu kawasan terpadu dengan Makam Bung Karno, arsitektur gedung perpustakaan ini mengusung rancangan khas yang terinspirasi dari bentuk Candi Penataran dengan balutan bahan batu alam pada interior maupun eksterior bangunan utamanya.
Keunikan arsitektur kompleks perpustakaan ini penuh dengan simbol-simbol historis perjalanan hidup Sang Proklamator. Terbentang pilar-pilar setinggi 6 meter berjumlah 21 unit dari pintu masuk perpustakaan menuju pintu masuk makam, yang melambangkan tanggal lahir sekaligus tanggal wafat Bung Karno. Selain itu, terdapat deretan anak tangga berjumlah 17 di sisi selatan makam sebagai simbol tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Secara tata letak, posisi bangunan perpustakaan dirancang lebih rendah dibandingkan dengan area makam utama. Hal ini secara filosofis mengibaratkan perpustakaan sebagai pelataran luas, sedangkan area makam berfungsi sebagai cungkup utama. Saat ini, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno dipimpin oleh Ibu Nur Nishyam dengan dukungan sumber daya manusia dari berbagai latar belakang keilmuan, yang mayoritas merupakan pustakawan profesional.
Koleksi Literatur dan Layanan Memorabilia Bung Karno
Kehadiran perpustakaan ini bertujuan memfasilitasi masyarakat agar dapat meneladani Jejak Pemikiran Bung Karno. Sebagaimana dicatat dalam sejarah, Bung Karno merupakan sosok pemimpin besar yang memiliki daya juang panjang sejak belia. Menurut kesaksian putranya, Guntur Soekarnoputra, Bung Karno telah membaca lebih dari 4.000 buku sepanjang hidupnya serta menguasai lebih dari lima bahasa asing, meliputi bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Jepang, dan Arab.
Kegemaran membaca, menulis, berorganisasi, serta bergaul dengan tokoh-tokoh besar sejak usia remaja membimbing Bung Karno hingga pada usia 17 tahun beliau sudah aktif berjuang menggali dasar negara yang kini dikenal sebagai Pancasila. Atas kontribusi intelektual dan pergerakannya, Bung Karno dianugerahi sebanyak 26 gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dari berbagai universitas terkemuka di seluruh dunia. Selain karya tulis, beliau meninggalkan berbagai karya monumental seperti Gelora Bung Karno, Monas, Gedung DPR, Patung Selamat Datang, Mall Sarinah, hingga Masjid Istiqlal.
Di ruang layanan literatur Bung Karno, pengunjung dapat menemukan berbagai karya koleksi yang dibaca langsung oleh Bung Karno, buku yang ditulis oleh Bung Karno, hingga buku-buku tentang Bung Karno yang ditulis oleh penulis lain. Pengunjung dapat menelusuri biografi, tulisan masa sebelum kemerdekaan, hingga naskah pidato saat beliau menjabat sebagai Presiden. Tema bacaan mencakup perjuangan perempuan, pemikiran Islam, seni budaya, hingga resep kuliner nusantara warisan Bung Karno yang terangkum dalam buku Mustika Rasa.
Bagi pengunjung yang membutuhkan pendalaman materi, perpustakaan menyediakan program khusus bertajuk Kelas Bung Karno untuk mempelajari kehidupan serta pemikirannya secara komprehensif. Pustakawan siap memberikan rekomendasi buku sesuai dengan minat dan kebutuhan informasi setiap pemustaka.
Tidak hanya sebatas buku cetak, perpustakaan ini juga memiliki Layanan Memorabilia Bung Karno. Pada area ini, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung benda-benda peninggalan sejarah seperti jas dan koper milik Bung Karno, koleksi foto historis, aksesori favorit, hingga koleksi mata uang langka. Di area ini pula terdapat lukisan fenomenal karya IB Said yang dikenal luas oleh masyarakat karena terlihat seolah-olah dapat berdetak.
Koleksi Penunjang, Layanan Digital, dan Konservasi
Untuk mendorong masyarakat memiliki wawasan luas, Perpustakaan Proklamator Bung Karno menyediakan berbagai koleksi penunjang dengan beragam disiplin ilmu, seperti filsafat, psikologi, agama, ilmu sosial, seni, dan sastra. Tersedia pula koleksi referensi berupa surat kabar, majalah, koleksi langka, serta ruang khusus anak yang dirancang untuk meningkatkan minat baca dan mengenalkan sosok Bung Karno sejak dini.
Pemanfaatan teknologi juga diterapkan melalui aplikasi iSukarno. Melalui aplikasi digital ini, pemustaka dapat membaca buku digital, mendengarkan rekaman pidato Bung Karno, serta menyimak video dokumenter secara fleksibel.
Dalam menjaga kelestarian bahan perpustakaan, koleksi yang mengalami kerusakan fisik akan diperbaiki secara berkala oleh tenaga konservator. Sementara itu, koleksi langka terkait Bung Karno dialihmediakan ke dalam format digital melalui proses alih media untuk memastikan nilai informasinya tetap terjaga.
Program Edukasi dan Transformasi Inklusi Sosial
Upaya menyebarluaskan gagasan dan semangat perjuangan Bung Karno dilakukan melalui rangkaian program edukasi dan literasi. Program-program tersebut meliputi internalisasi pemikiran Bung Karno di berbagai kota, kegiatan Bedah Buku, literasi di sekolah-sekolah, penulisan buku Suknologi, Semarak Pustaka, Pekan Hari Anak, Cinta Tanah Air, Festival Sarinah, hingga penyiaran podcast Rolasan.
Perpustakaan juga memperluas jangkauan layanannya hingga ke masyarakat pelosok melalui unit Perpustakaan Keliling dan Pojok Baca. Selain itu, dalam mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno—khususnya prinsip berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan—perpustakaan menggelar program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini diwujudkan dalam bentuk berbagai pelatihan soft skill dan hard skill guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
seluruh fasilitas dan layanan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno dapat dinikmati oleh masyarakat secara gratis. Proses pendaftaran anggota dilakukan dengan mudah, cukup dengan mengisi formulir serta menunjukkan KTP atau Kartu Identitas Anak (KIA).
Khusus bagi anggota yang berdomisili di wilayah Blitar Raya, perpustakaan menyediakan layanan antar buku gratis yang dikenal dengan program SILAKAN atau sistem layanan "Anda Pesan Kami Antarkan". Sementara itu, bagi sekolah, kampus, lembaga, atau komunitas yang ingin melakukan kunjungan rombongan, dapat menghubungi layanan pemanduan melalui nomor WhatsApp resmi di 08975555300. Informasi terkini mengenai kegiatan juga diakses melalui media sosial resmi dan situs web purpusbungkarno.perpusnas.go.id.
Perpustakaan Proklamator Bung Karno buka setiap hari dari pagi hingga sore hari untuk seluruh kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Atas kinerjanya dalam memberikan pelayanan publik, lembaga ini telah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta predikat Pelayanan Sangat Baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Editor : Muhammad Rusdian NuzulaSumber : Perpustakaan Bung Karno