Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Bikin Langit Gelap, Benarkah Terjadi 12 Agustus? Ini Penjelasan BRIN

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:25 WIB
    Gerhana total 2026, Indonesia tak kebagian.
Gerhana total 2026, Indonesia tak kebagian.

 JAKARTA – Gerhana Matahari Total Agustus 2026 dipastikan tidak terjadi pada 12 Agustus seperti yang ramai beredar di media sosial. Astronom dan fisikawan BRIN, Thomas Jamaluddin, menjelaskan fenomena tersebut berlangsung pada Kamis dini hari, 13 Agustus 2026, dan Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikannya.

Informasi mengenai tanggal pelaksanaan gerhana menjadi perhatian publik setelah banyak unggahan di media sosial menyebut fenomena itu akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Padahal, berdasarkan penjelasan Thomas Jamaluddin, waktu terjadinya gerhana dimulai sekitar pukul 23.58 WIB hingga 01.34 WIB pada 13 Agustus 2026.

Fenomena astronomi ini akan menyebabkan langit berubah gelap layaknya malam selama beberapa menit di wilayah yang berada tepat pada jalur totalitas gerhana.

Baca Juga: Rocket AI Glasses: Kacamata Pintar dengan Kamera dan Layar Resmi Masuk Indonesia, Seberapa Layak Dibeli?

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga seluruh piringan Matahari tertutup sempurna dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Ketika fase totalitas berlangsung, cahaya Matahari tertutup sepenuhnya sehingga suasana siang berubah menjadi gelap. Selain itu, suhu udara di wilayah yang dilintasi jalur totalitas juga dapat mengalami penurunan selama beberapa menit.

Thomas Jamaluddin meluruskan informasi yang beredar di media sosial dengan menegaskan bahwa gerhana total bukan berlangsung pada 12 Agustus, melainkan pada 13 Agustus 2026 dini hari waktu Indonesia.

Menurutnya, fenomena tersebut merupakan peristiwa astronomi yang sudah dapat diprediksi secara akurat sehingga informasi mengenai waktu pelaksanaannya tidak perlu menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Baca Juga: Hari Jadi ke-702 Blitar, DPRD Gelorakan Semangat Blitar Berdaya dan Berjaya Lewat Evaluasi Pembangunan

Masyarakat Indonesia dipastikan tidak dapat melihat Gerhana Matahari Total Agustus 2026 karena wilayah Indonesia berada di luar jalur totalitas.

Lintasan gerhana kali ini melintasi kawasan Kutub Utara, Greenland, hingga Spanyol. Akibatnya, langit gelap akibat tertutupnya Matahari hanya akan terjadi di wilayah-wilayah tersebut.

Meski demikian, gerhana matahari sebagian masih dapat diamati dari sejumlah negara lain.

Wilayah pengamatan gerhana sebagian mencakup sebagian Eropa, Afrika Barat Laut, Amerika Utara bagian utara, Samudra Atlantik, Samudra Arktik, hingga sebagian Asia Utara.

Beberapa negara yang berpeluang menyaksikan fenomena tersebut antara lain Britania Raya, Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, Swedia, Finlandia, Kanada, Amerika Serikat bagian utara, dan Maroko.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak akan mengalami perubahan suasana siang menjadi gelap sebagaimana yang terjadi di jalur totalitas.

Benarkah Gerhana Matahari Total Merupakan Fenomena Langka?

Banyak unggahan di media sosial menyebut Gerhana Matahari Total sebagai fenomena yang sangat langka.

Baca Juga: Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar, Mbangun Blitar Tak Sekadar Infrastruktur, tapi Juga Peradaban

Menurutnya, Gerhana Matahari Total sebenarnya cukup sering terjadi jika dilihat dalam skala global. Yang tergolong tidak biasa pada tahun 2026 adalah lintasan totalitasnya yang melintasi kawasan Kutub Utara.

Karena jalur totalitas hanya mengenai wilayah tertentu di permukaan Bumi, tidak semua negara dapat menyaksikan fenomena tersebut setiap kali gerhana terjadi.

Itulah sebabnya masyarakat di Indonesia harus menunggu kesempatan lain ketika jalur gerhana kembali melintasi kawasan Asia Tenggara.

Meski tidak dapat diamati dari Indonesia, Gerhana Matahari Total Agustus 2026 tetap menjadi salah satu fenomena astronomi yang menarik perhatian dunia. Selain memberikan kesempatan bagi para ilmuwan melakukan berbagai pengamatan, peristiwa ini juga menjadi daya tarik bagi masyarakat di negara-negara yang dilalui jalur totalitas untuk menyaksikan langsung perubahan langit pada siang hari. 

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Gerhana Matahari Total Thomas Jamaluddin BRIN Indonesia Gerhana Matahari