JAKARTA – Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar di perairan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8). Basarnas Surabaya mengonfirmasi sebanyak 250 orang berada di atas kapal berdasarkan manifes awal, sementara hingga pembaruan terakhir masih tersisa sekitar 40 orang yang menunggu proses evakuasi.
Informasi awal menyebut kebakaran terjadi sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi. Api menghanguskan sebagian badan kapal, sementara proses penyelamatan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah kapal yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.
Basarnas menegaskan fokus utama saat ini adalah menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal, sedangkan penyebab kebakaran masih menunggu penyelidikan pihak berwenang.
Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru 2026 Indonesia Bertahan di Posisi 118, Spanyol Masih Kukuh di Puncak
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 08.25 WIB. Setelah menerima informasi, Basarnas segera berkoordinasi dengan berbagai unsur di laut dan memberangkatkan KN Permadi menuju lokasi.
"Informasi awal kami terima ada 250 orang sesuai manifes. Hingga pembaruan terakhir masih tersisa sekitar 40 orang di atas kapal yang sedang dievakuasi," ujar Nanang.
Evakuasi dilakukan menggunakan kapal Hasnur 26, British Mentor, dan Meratus Project 3. Penumpang dipindahkan lebih dahulu ke kapal yang berada paling dekat sebelum akhirnya ditransfer ke kapal yang memiliki kapasitas lebih besar.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 Bikin Silverstone Geger, Antusiasme Penonton Moto3 Disebut Melonjak
Menurut Nanang, metode estafet tersebut dipilih karena tidak semua kapal dapat merapat ke lokasi kebakaran. Salah satu kapal harus menjaga jarak lantaran membawa muatan yang mudah terbakar.
Basarnas juga mengerahkan 17 personel melalui KN Permadi yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam hingga tujuh jam untuk mencapai titik kebakaran.
Hingga siang hari, penyebab kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar belum dapat dipastikan. Nanang menegaskan pihaknya tidak akan berspekulasi mengenai asal api sebelum penyelidikan resmi dilakukan.
"Kami lebih fokus pada proses penyelamatan seluruh penumpang. Soal penyebab kebakaran nanti akan dijelaskan oleh instansi yang berwenang," katanya.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 Siapkan Kejutan Hadapi Ketatnya Persaingan di Sirkuit Silverstone
Basarnas menerima laporan bahwa saat api membesar, para penumpang berkumpul di geladak atas untuk menghindari kobaran api. Sebagian badan kapal juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat akibat kebakaran.
Proses pemindahan korban berlangsung dengan kehati-hatian mengingat api masih terlihat di beberapa bagian kapal meski intensitasnya mulai berkurang dibandingkan kondisi awal.
Basarnas menargetkan seluruh korban dapat dievakuasi sebelum kondisi gelap agar operasi berjalan lebih aman.
Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru Rilis Spanyol Pimpin Papan Atas Indonesia Tembus Posisi Ini
Selain api, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam operasi penyelamatan. Basarnas menyebut tinggi gelombang berkisar antara 1,5 hingga 2 meter dengan kecepatan angin sekitar 7 knot.
Meski demikian, kondisi tersebut masih dinilai memungkinkan untuk melaksanakan evakuasi.
Laporan dari lapangan juga menyebut beberapa kapal tambahan masih bergerak menuju lokasi, sementara tim Basarnas Kalianget terus berkoordinasi melalui jalur komunikasi laut dengan kapal-kapal yang telah berada di area kejadian.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Agustus 2026 Libra Diminta Berani Move On, Peluang Kebahagiaan Baru Mulai Terbuka
Di sisi lain, nelayan di sekitar kepulauan turut diminta membantu melakukan pemantauan. Mereka diminta menyisir wilayah sekitar pulau terdekat untuk memastikan tidak ada penumpang yang hanyut setelah diduga melompat ke laut guna menghindari kobaran api.
Informasi lain yang diterima Kompas TV menyebut kapal berada sekitar 30 mil di utara Madura atau sekitar 4 mil dari Pulau Sepudi. Namun kapal-kapal besar yang melakukan evakuasi diperkirakan sulit bersandar di pelabuhan terdekat sehingga korban kemungkinan akan dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Hingga breaking news berakhir, operasi penyelamatan masih terus berlangsung. Basarnas bersama unsur TNI AL, KSOP, kapal niaga, serta berbagai pihak terkait terus berupaya mengevakuasi seluruh penumpang dan awak kapal, sementara penyebab pasti kebakaran Kapal Mutiara Sentosa 2 masih menunggu hasil investigasi resmi.
Editor : Brilian Syifa Almasih