SUMENEP – Kesaksian penumpang kapal terbakar mengungkap detik-detik awal kebakaran yang memicu kepanikan di atas kapal. Seorang penumpang menyebut api pertama kali diketahui berasal dari dek kendaraan setelah dua mobil dilaporkan terbakar, sehingga seluruh penumpang diminta segera berkumpul di bagian depan kapal.
Peristiwa itu berlangsung sangat cepat. Dalam waktu kurang dari 30 menit sejak api diketahui, seluruh penumpang telah diarahkan meninggalkan area tengah kapal demi menghindari kobaran api yang terus membesar.
Salah seorang penumpang menceritakan bahwa awalnya ada seseorang yang naik ke dek penumpang untuk memberi tahu telah terjadi kebakaran di bagian bawah kapal.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata dua mobil yang berada di dek kendaraan sudah dilalap api.
"Kalau mobilnya kebakar, akhirnya dia naik untuk kasih informasi. Setelah dicek ke bawah, ternyata udah dua mobil yang kebakar," ujar penumpang tersebut.
Menurutnya, kobaran api membesar dalam waktu singkat sehingga situasi di atas kapal berubah menjadi panik.
Penumpang mengatakan laju api sangat cepat sehingga awak kapal tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pengamanan di lokasi awal kebakaran.
"Karena cepat apinya, Pak. Cepat api," katanya.
Ia menambahkan, tidak sampai setengah jam setelah kebakaran diketahui, seluruh penumpang diminta bergerak menuju bagian depan kapal untuk menghindari area yang terdampak api.
Proses tersebut dilakukan sebagai langkah awal penyelamatan sambil menunggu upaya evakuasi lebih lanjut.
Kesaksian penumpang menjadi salah satu gambaran awal mengenai kronologi kebakaran kapal. Informasi tersebut menunjukkan bahwa titik api diduga pertama kali terlihat di area kendaraan sebelum kemudian menyebar ke bagian lain kapal.
Namun hingga kini penyebab pasti kebakaran masih belum dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.
Sementara itu, proses penanganan dan investigasi terus dilakukan untuk memastikan sumber api sekaligus mengevaluasi kondisi kapal setelah insiden tersebut.
Kesaksian para penumpang diharapkan dapat membantu penyelidikan sekaligus memberikan gambaran mengenai situasi saat kebakaran pertama kali terjadi.
Editor : Brilian Syifa Almasih