JAKARTA – Gerhana matahari total merupakan fenomena alam langka yang terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga menutupi seluruh piringan Matahari. Fenomena ini tidak terjadi setiap bulan baru karena dipengaruhi oleh kemiringan orbit Bulan terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Meski gerhana matahari terjadi beberapa kali dalam setahun, gerhana matahari total hanya dapat disaksikan dari jalur sempit di permukaan Bumi. Di Indonesia, fenomena ini tercatat hanya beberapa kali dalam empat dasawarsa terakhir.
Bagaimana Proses Terjadinya Gerhana Matahari Total?
Gerhana matahari total diawali ketika Bulan mengelilingi Bumi dan Bumi mengelilingi Matahari secara bersamaan.
Saat Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, sebenarnya sedang berlangsung fase bulan baru. Namun, kondisi tersebut belum tentu menghasilkan gerhana.
Gerhana matahari hanya terjadi apabila posisi Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu garis lurus sehingga cahaya Matahari menuju Bumi tertutup oleh Bulan.
Kemiringan bidang orbit Bulan terhadap Bumi yang tidak berimpit dengan bidang orbit Bumi terhadap Matahari menjadi penyebab gerhana tidak terjadi setiap bulan.
Matahari memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar dibandingkan Bulan. Namun, jarak Matahari ke Bumi juga sekitar 400 kali lebih jauh daripada jarak Bulan ke Bumi.
Perbandingan tersebut membuat piringan Bulan tampak hampir sama besar dengan Matahari ketika dilihat dari Bumi.
Meski demikian, bayangan inti Bulan yang jatuh ke permukaan Bumi sangat sempit.
Jalur totalitas gerhana matahari memiliki diameter maksimum sekitar 267 kilometer dengan durasi totalitas paling lama mencapai 7 menit.
Karena jalurnya sempit, hanya wilayah tertentu yang dapat menikmati gerhana matahari total secara penuh.
Fakta Menarik Gerhana Matahari. Dalam satu tahun umumnya terjadi sekitar dua kali gerhana matahari, meskipun sebagian besar berupa gerhana sebagian.
Menurut penjelasan dalam video, sejak diperkenalkannya Kalender Gregorian, terdapat beberapa tahun yang mengalami hingga lima gerhana matahari, yaitu pada 1693, 1785, 1805, 1823, 1870, 1935, dan diperkirakan kembali terjadi pada 2206.
Fenomena ini juga disebut akan kembali terjadi pada lokasi yang sama di permukaan Bumi dalam kurun waktu sekitar 375 tahun.
Gerhana matahari total menjadi salah satu fenomena astronomi yang selalu menarik perhatian ilmuwan maupun masyarakat karena prosesnya yang unik serta hanya dapat disaksikan dari wilayah tertentu yang dilintasi jalur totalitas.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir