Pesan Soekarno tentang Nation Building: Pembangunan Jiwa Bangsa Dinilai Lebih Penting daripada Ekonomi

Cendikiawan Tristan Valentino • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:35 WIB
“Soekarno menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya dibangun melalui ekonomi, tetapi juga melalui jiwa bangsa yang berlandaskan Pancasila.”
“Soekarno menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya dibangun melalui ekonomi, tetapi juga melalui jiwa bangsa yang berlandaskan Pancasila.”

 

JAKARTA – Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menegaskan bahwa pembangunan jiwa bangsa atau nation building merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia sebagai negara merdeka. Menurutnya, pembangunan ekonomi, teknologi, hingga pertahanan tidak akan mencapai tujuan apabila tidak dilandasi karakter dan semangat kebangsaan yang kuat.

Dalam pidatonya, Soekarno menjelaskan bahwa tugas besar bangsa Indonesia setelah merdeka bukan sekadar membangun infrastruktur atau meningkatkan perekonomian. Yang lebih penting adalah membentuk bangsa yang memiliki jiwa kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan pada abad ke-20.

Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Weton Jawa, Benarkah Menentukan Kelancaran Rezeki? Ini Daftar Lengkapnya

Soekarno mengatakan bahwa amanat yang diterimanya menitikberatkan pada pembangunan bangsa (nation building) setelah Indonesia keluar dari kemerosotan akibat masa kolonial.

Menurutnya, proses tersebut bertujuan membentuk masyarakat Indonesia yang memiliki karakter, semangat, dan kepribadian sebagai bangsa merdeka.

Ia menilai pembangunan ekonomi, kemajuan teknologi, hingga penguatan pertahanan negara memang penting. Namun, seluruh aspek tersebut harus didasarkan pada pembangunan jiwa bangsa.

“Membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan adalah perlu, tetapi semuanya harus dilandaskan pada jiwa bangsa,” tegas Soekarno dalam pidatonya.

Baca Juga: Arti Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Simak Cara Menghitung Hari yang Diyakini Perlu Dihindari Leluhur

Soekarno mengingatkan bahwa kemajuan materi semata tidak akan membawa bangsa menuju cita-cita apabila masyarakat kehilangan karakter dan semangat kebangsaan.

Ia menyebut pembangunan fisik dan ekonomi memang merupakan kebutuhan. Namun, tanpa fondasi moral serta jiwa nasional yang kuat, tujuan pembangunan nasional sulit tercapai.

Karena itu, Soekarno kembali menegaskan pentingnya pembangunan manusia Indonesia yang memiliki rasa persatuan, semangat perjuangan, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pemikiran Soekarno mengenai arah pembangunan nasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembentukan karakter bangsa.

Baca Juga: Arah Rezeki Berdasarkan Weton Menurut Primbon Jawa, Simak Daftar Lengkap dan Waktu Terbaik Mencari Nafkah

Pada bagian akhir pidatonya, Soekarno mempertanyakan mengapa setelah terjadinya gejolak politik saat itu banyak pihak mulai meninggalkan haluan yang telah disepakati sebelumnya.

Ia mempertanyakan alasan berbagai pihak menjauh dari nilai-nilai yang menurutnya telah terbukti menjadi dasar kehidupan berbangsa.

Dalam pidato tersebut, Soekarno kembali menegaskan bahwa Pancasila merupakan landasan yang tidak semestinya ditinggalkan dalam menjalankan kehidupan bernegara.

Melalui penekanannya terhadap nation building, Soekarno ingin mengingatkan bahwa kekuatan suatu negara tidak hanya diukur dari pembangunan ekonomi maupun kemajuan teknologi, tetapi juga dari kualitas jiwa, karakter, dan persatuan rakyatnya sebagai bangsa Indonesia.

Editor : Cendikiawan Tristan Valentino
Pidato Soekarno di PBB Nation Building Soekarno Pembangunan Jiwa Bangsa Pemikiran Soekarno pancasila