BLITAR – Istana Gebang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang paling erat kaitannya dengan kehidupan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Berlokasi di Kota Blitar, rumah bersejarah ini merupakan tempat tinggal keluarga Bung Karno yang kini terbuka untuk umum dan menyimpan berbagai peninggalan penting sang proklamator.
Tak hanya menjadi saksi masa kecil Bung Karno, Istana Gebang juga menyimpan sejumlah benda bersejarah, mulai dari perabot keluarga, tongkat kenang-kenangan, hingga mobil Mercedes-Benz yang pernah digunakan Presiden pertama Indonesia tersebut.
Sejarah Istana Gebang dan Peralihannya Menjadi Museum
Istana Gebang awalnya dimiliki oleh seorang pejabat Belanda sebelum akhirnya dibeli oleh ayah Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, pada 1917 saat mengajar di Blitar.
Baca Juga: 5 Calon Rektor UNSRAT 2022 Mendaftar, Ini Daftar Kandidat yang Ikuti Penjaringan
Bangunan yang berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini semula masih dimiliki oleh keluarga dan ahli waris Bung Karno.
Setelah melalui proses negosiasi, Pemerintah Kota Blitar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur membeli Istana Gebang pada 2011 dengan nilai sekitar Rp35 miliar. Dana tersebut ditanggung bersama, dengan kontribusi sekitar Rp25 miliar dari Pemprov Jawa Timur dan Rp10 miliar dari Pemkot Blitar.
Sejak resmi diambil alih pemerintah pada 7 Januari 2012, Istana Gebang dibuka untuk masyarakat sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi.
Baca Juga: Octovian Berty Sompi Menang Pemilihan Rektor UNSRAT 2022, Raih 76 Suara dari 106 Pemilih
Menyimpan Berbagai Peninggalan Keluarga Bung Karno
Istana Gebang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,8 hektare yang terdiri atas satu rumah induk dan sejumlah bangunan pendukung.
Di bagian depan, pengunjung akan menemukan Gong Perdamaian Dunia berdiameter 2,5 meter yang menjadi simbol persaudaraan antarumat manusia. Tak jauh dari lokasi tersebut berdiri Kentong Roblong setinggi 3,5 meter yang merupakan karya seniman Blitar Raya.
Rumah induk memiliki ukuran sekitar 9 x 24 meter dengan dua ruang keluarga dan lima kamar tidur. Salah satu kamar merupakan kamar Bung Karno yang masih mempertahankan berbagai perlengkapan asli.
Baca Juga: Mutasi Polri Juni 2026: Kapolri Rotasi 29 Brigjen Pol, Rudi Setiawan Jadi Kapolda Aceh
Berbagai koleksi keluarga masih tersimpan di dalam rumah, seperti meja, kursi, lemari, foto keluarga, kaca rias, hingga tongkat yang pernah diterima Bung Karno dari Persatuan Pemuda India pada 14 November 1952.
Menurut cerita yang berkembang, saat menjabat sebagai presiden dan berkunjung ke Blitar, Bung Karno kerap beristirahat di kamar orang tuanya yang berada di bagian belakang rumah.
Mobil Mercy Bung Karno Jadi Daya Tarik Pengunjung
Bagian belakang kompleks Istana Gebang juga menyimpan sejumlah bangunan pendamping, termasuk dapur, kamar mandi lama, rumah pengawal, hingga tempat tinggal pembantu rumah tangga.
Baca Juga: UNSRAT Manado Tunjuk Jamaluddin Jompa sebagai Plt Rektor, Gantikan Berty Sompi
Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian wisatawan adalah mobil Mercedes-Benz milik Bung Karno yang tersimpan di area garasi.
Mobil keluaran tahun 1961 tersebut disebut masih dapat dinyalakan hingga saat ini. Selain mobil, terdapat pula berbagai peninggalan lain yang menggambarkan kehidupan Bung Karno semasa muda.
Lokasi Istana Gebang juga sangat mudah dijangkau karena hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Makam Bung Karno maupun Stasiun Blitar.
Baca Juga: Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Pergantian Rektor Unsrat Manado dan Percepatan Pemilihan Rektor Baru
Dengan tiket masuk yang terjangkau, pengunjung dapat mengenal lebih dekat perjalanan hidup Bung Karno melalui rumah yang menjadi saksi berbagai fase penting kehidupannya.
Istana Gebang kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Blitar yang wajib dikunjungi bagi masyarakat yang ingin menelusuri jejak kehidupan dan perjuangan Putra Sang Fajar.
source:Youtube/@Bercerita Sejarah
Editor : Dinda Atha Putri Maharani