Pelaksanaan Ibadah Haji: Ini Urutan Lengkap dari Arafah, Muzdalifah hingga Mina

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Pelaksanaan ibadah haji memiliki rangkaian panjang, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jumrah di Mina. (Pinterest)
Pelaksanaan ibadah haji memiliki rangkaian panjang, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jumrah di Mina. (Pinterest)

MEKKAH - Pelaksanaan ibadah haji memiliki rangkaian rukun dan wajib yang harus dipahami jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Setiap tahapan memiliki ketentuan tersendiri, mulai dari niat dan ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga bermalam dan melempar jumrah di Mina.

Pelaksanaan ibadah haji dimulai ketika jamaah mengenakan pakaian ihram dan melakukan niat. Jamaah kemudian bergerak menuju Arafah untuk menjalankan wukuf yang menjadi salah satu rukun paling penting dalam ibadah haji. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Muzdalifah dan Mina.

Pelaksanaan ibadah haji di kawasan Mina menjadi salah satu tahapan yang membutuhkan fisik cukup kuat. Jamaah harus bermalam beberapa hari dan berjalan menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah sesuai ketentuan waktu dan jumlah kerikil.

Baca Juga: Perluas TPA Ngegong, DLH Kota Blitar Siap Gandeng Kejaksaan, Ini Alasannya

Berangkat dari Hotel Menuju Arafah

Rangkaian ibadah haji dimulai dengan persiapan jamaah dari hotel. Pada 8 Zulhijah, jamaah mulai bergerak menuju Arafah dengan menggunakan bus sesuai rombongan masing-masing.

Sebelum berangkat, jamaah melakukan niat haji dan mengenakan ihram. Bagi jamaah yang tidak sempat mengikuti pembimbingan bersama, niat dapat dilakukan secara mandiri sesuai tuntunan yang telah dipelajari.

Setelah berihram, jamaah harus memperhatikan berbagai larangan ihram. Di antaranya tidak menggunakan wewangian, memotong kuku, mencabut rambut atau bulu, menutup kepala bagi jamaah laki-laki, berburu binatang darat, serta sejumlah larangan lainnya.

Jamaah kemudian menuju Arafah untuk menunggu pelaksanaan wukuf pada 9 Zulhijah. Wukuf dilakukan di dalam kawasan Arafah. Posisi tersebut menjadi hal penting karena wukuf di luar batas Arafah tidak memenuhi ketentuan pelaksanaan rukun haji.

Wukuf Menjadi Puncak Rangkaian Haji

Wukuf dilaksanakan pada 9 Zulhijah setelah matahari tergelincir hingga menjelang Magrib. Pada waktu tersebut, jamaah berdoa, berdzikir, dan mengikuti rangkaian ibadah yang telah disiapkan.

Wukuf menjadi salah satu rukun haji yang sangat menentukan. Karena itu, jamaah harus memastikan dirinya berada di kawasan Arafah ketika waktu wukuf berlangsung.

Setelah waktu wukuf selesai, jamaah bergerak menuju Muzdalifah. Jarak Arafah menuju Muzdalifah relatif dekat, tetapi perjalanan dapat memerlukan waktu lebih lama karena kepadatan jamaah.

Mabit di Muzdalifah dan Mengambil Kerikil

Di Muzdalifah, jamaah melaksanakan mabit atau bermalam. Kawasan ini menjadi tempat persinggahan sebelum jamaah melanjutkan perjalanan menuju Mina.

Saat berada di Muzdalifah, jamaah juga dapat mengambil kerikil yang nantinya digunakan untuk melempar jumrah. Kerikil tersebut digunakan sesuai jumlah yang dibutuhkan dalam rangkaian lempar jumrah.

Setelah mabit, jamaah melanjutkan perjalanan menuju Mina. Jamaah haji Indonesia biasanya menuju tenda yang telah ditentukan berdasarkan kelompok dan rombongan.

Baca Juga: Tunggakan Gaji Ratusan Eks Pekerja Pabrik Rokok Bokor Mas-Pura Perkasa Jaya di Kota Blitar Akhirnya Cair

Bermalam di Mina dan Lempar Jumrah

Mina menjadi salah satu kawasan tempat jamaah tinggal paling lama dalam rangkaian haji. Jamaah yang mengambil nafar awal berada di Mina pada 10, 11, dan 12 Zulhijah. Sementara jamaah yang mengambil nafar tsani dapat melanjutkan hingga 13 Zulhijah.

Pada 10 Zulhijah, jamaah melaksanakan lempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali lemparan. Setelah itu, pada 11 dan 12 Zulhijah, jamaah melempar tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Jarak dari tenda menuju Jamarat cukup jauh sehingga perjalanan menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jamaah lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan fisik. Karena itu, jamaah perlu menjaga kondisi tubuh dan mengikuti arahan petugas haji.

Setelah menyelesaikan rangkaian di Mina, jamaah melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf ifadah dan sai. Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran, kemudian dilanjutkan sai sebanyak tujuh kali perjalanan antara Safa dan Marwah.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Dengan memahami urutan perjalanan sejak ihram, Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga Masjidil Haram, jamaah diharapkan memiliki gambaran lebih jelas mengenai tahapan ibadah di Tanah Suci serta dapat menjalankannya sesuai tuntunan.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : MAS AWIEE
wukuf arafah pelaksanaan ibadah haji Muzdalifah lempar jumrah mina