Ruben Onsu dan Sarwendah Berseteru soal Nafkah Anak, Kuasa Hukum Desak Audit hingga KPAI Angkat Suara

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:05 WIB
Ruben Onsu dan Sarwendah kembali jadi sorotan soal nafkah anak. Kuasa hukum Ruben meminta transparansi dana, sementara KPAI mengingatkan kepentingan anak.
Ruben Onsu dan Sarwendah kembali jadi sorotan soal nafkah anak. Kuasa hukum Ruben meminta transparansi dana, sementara KPAI mengingatkan kepentingan anak.

 JAKARTA - Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan. Kali ini, persoalan yang mencuat berkaitan dengan transparansi penggunaan dana nafkah anak. Pihak Ruben melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menyatakan pentingnya perincian penggunaan uang yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka.

Menurut pihak Ruben, permintaan tersebut bukan berarti dirinya keberatan memberikan nafkah. Justru, transparansi dinilai diperlukan agar nominal yang dikeluarkan dapat diketahui secara jelas dan benar-benar digunakan untuk kepentingan anak.

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai hak dan kewajiban orang tua setelah berpisah, termasuk bagaimana dana nafkah anak seharusnya dikelola.

Baca Juga: Damkar Kabupaten Blitar Ajukan Tambahan Armada untuk Wilayah Selatan

Kuasa Hukum Ruben Soroti Transparansi Nafkah

Minola Sebayang menjelaskan bahwa kebutuhan anak menjadi tanggung jawab ayah dan ibu. Karena itu, menurutnya, pembiayaan anak tidak semata-mata dibebankan kepada salah satu pihak.

Ia juga menyebut pihak Ruben telah meminta rincian mengenai kebutuhan anak. Permintaan itu dianggap penting karena jumlah pengeluaran disebut dapat berubah-ubah setiap bulan.

Pihak Ruben juga menyoroti adanya tagihan tertentu yang disebut berkaitan dengan kebutuhan anak. Menurut Minola, rincian atau bukti penggunaan dana diperlukan agar dapat diketahui berapa kebutuhan riil anak setiap bulannya.

Baca Juga: Kemerdekaan Bukan untuk Dirayakan Sehari, MUI Blitar Soroti Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran Rakyat

Dengan adanya perincian tersebut, pihak Ruben berharap tidak terjadi lagi perbedaan persepsi mengenai nominal nafkah. Mereka juga membantah anggapan bahwa Ruben tidak menjalankan kewajibannya sebagai ayah.

Minola menilai permintaan pertanggungjawaban penggunaan dana merupakan hal yang wajar. Ia bahkan menyebut persoalan transparansi tersebut berpotensi digunakan sebagai salah satu dalil dalam proses persidangan.

Audit Dinilai Penting untuk Mengetahui Penggunaan Dana

Praktisi hukum Agustinus Nahak turut memberikan pandangannya mengenai polemik tersebut. Ia menyatakan bahwa audit dapat dilakukan untuk memastikan transparansi penggunaan dana yang diberikan untuk anak.

Menurut Agustinus, kebutuhan anak dapat mencakup berbagai hal, mulai biaya sekolah, makanan, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya. Dengan audit atau perincian yang jelas, nominal pengeluaran dapat diketahui secara lebih objektif.

Ia menekankan bahwa dana yang diberikan Ruben merupakan nafkah untuk anak. Karena itu, transparansi dinilai penting agar dapat diketahui apakah dana tersebut benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak.

Baca Juga: Judol Anggota Keluarga Bisa Bikin Bansos Orang Tua Dibekukan

Namun, pernyataan tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai pandangan hukum dari narasumber, bukan sebagai putusan pengadilan mengenai benar atau salahnya pihak tertentu.

KPAI Ingatkan Kepentingan Anak

Di tengah polemik mengenai nafkah dan persoalan hukum, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan perhatian terhadap dampak konflik terhadap anak.

KPAI mengimbau agar persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah tidak terus melebar ke ruang publik. Kedua orang tua diharapkan dapat memprioritaskan kebutuhan serta tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Cara Membuat Bakso Ayam Enak untuk Jualan, Lengkap dengan Pangsit dan Tahu

Menurut KPAI, anak membutuhkan kasih sayang, kedekatan, dan hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya. Konflik berkepanjangan dikhawatirkan dapat mengganggu pemenuhan hak anak, terutama dalam hal pengasuhan dan akses untuk bertemu dengan orang tua.

KPAI juga mengingatkan kedua pihak agar tidak saling membuka persoalan pribadi atau aib di hadapan publik. Menurut lembaga tersebut, konflik orang tua sebaiknya dilokalisasi agar tidak berdampak kepada anak.

Dengan demikian, polemik Ruben Onsu dan Sarwendah kini tidak hanya berkutat pada persoalan nafkah dan transparansi penggunaan dana. Kepentingan anak menjadi hal utama yang turut mendapat perhatian.

Permintaan perincian atau audit dana nafkah juga masih menjadi bagian dari pernyataan pihak Ruben dan pandangan sejumlah narasumber. Perkembangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut tetap bergantung pada proses hukum dan pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait.

Source YouTube Intens Investigasi 

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
Ruben Onsu