Sejarah TNI Terungkap dari BKR hingga Menjadi Penjaga Kedaulatan NKRI

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Sejarah TNI bermula dari BKR hingga menjadi tiga matra pertahanan. Simak perjalanan, pertempuran, perubahan ABRI, dan tugas TNI. (PINTEREST)
Sejarah TNI bermula dari BKR hingga menjadi tiga matra pertahanan. Simak perjalanan, pertempuran, perubahan ABRI, dan tugas TNI. (PINTEREST)

JAKARTA - Sejarah TNI menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dari perjuangan rakyat menghadapi ancaman kembalinya penjajahan Belanda setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Sejarah TNI tidak dapat dilepaskan dari berbagai organisasi perjuangan yang terbentuk pada masa awal kemerdekaan. Cikal bakal TNI bermula dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian mengalami sejumlah perubahan nama dan struktur hingga akhirnya menjadi TNI sebagai institusi pertahanan negara.

Dalam perjalanan sejarah TNI, rakyat dan tentara memiliki hubungan erat. Keduanya bersama-sama menghadapi berbagai pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan sekaligus menjaga keutuhan wilayah Indonesia.

Baca Juga: Hayden Panettiere Meninggal di Usia 36 Tahun, Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Sang Aktris

Dari BKR hingga TNI

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah membentuk BKR sebagai organisasi yang bertugas menjaga keamanan. Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), sebelum mengalami perubahan berikutnya menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Pada masa tersebut, perjuangan bersenjata tidak hanya dilakukan oleh tentara reguler. Berbagai laskar dan badan perjuangan rakyat juga bermunculan di sejumlah daerah. Keberadaan kelompok-kelompok tersebut menjadi bagian dari kekuatan rakyat dalam menghadapi agresi dan ancaman penjajahan.

Upaya menyatukan berbagai kekuatan bersenjata akhirnya melahirkan Tentara Nasional Indonesia. Jenderal Soedirman kemudian dipercaya sebagai Panglima Besar TNI dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Perjalanan TNI dan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

Sejarah TNI juga diwarnai berbagai pertempuran besar bersama rakyat. Sejumlah peristiwa penting antara lain Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Pertempuran Lima Hari di Semarang, Medan Area, Pertempuran Ambarawa, Bandung Lautan Api, Puputan Margarana, hingga Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

Pertempuran tersebut menunjukkan besarnya perlawanan rakyat Indonesia terhadap upaya Belanda kembali menguasai wilayah Indonesia. Pengorbanan para pejuang menjadi bagian penting dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.

Selain menghadapi ancaman dari luar, TNI juga memiliki sejarah panjang dalam menangani berbagai pemberontakan di dalam negeri. Di antaranya pemberontakan DI/TII, PKI Madiun, Angkatan Perang Ratu Adil, Andi Azis, Republik Maluku Selatan, PRRI, dan Permesta.

Baca Juga: Hayden Panettiere Meninggal di Usia 36 Tahun, Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Sang Aktris

TNI Berubah Menjadi ABRI

Perjalanan organisasi pertahanan Indonesia kembali mengalami perubahan pada 1962. Angkatan Perang dan Kepolisian Negara disatukan dalam satu organisasi bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Namun, perubahan politik dan tuntutan reformasi nasional pada akhir 1990-an membawa perubahan besar. Pada 1 April 1999, TNI dan Polri secara resmi dipisahkan menjadi dua institusi yang berdiri sendiri. Sejak saat itu, sebutan TNI kembali digunakan dan terdiri atas tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Tugas TNI di Era Modern

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, institusi ini berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan. Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi bangsa Indonesia dari ancaman dan gangguan.

Tugas tersebut dilaksanakan melalui operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Bentuknya antara lain menghadapi gerakan separatis bersenjata, terorisme, mengamankan perbatasan dan objek vital nasional, menjaga Presiden dan Wakil Presiden, membantu penanggulangan bencana, pencarian dan pertolongan, hingga mendukung keamanan pelayaran dan penerbangan.

Sejarah TNI pada akhirnya bukan sekadar catatan tentang perubahan organisasi militer. Perjalanan tersebut menggambarkan hubungan panjang antara tentara, rakyat, dan negara dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Semangat pengabdian, profesionalisme, serta sinergi dengan seluruh komponen bangsa menjadi bagian penting dari peran TNI dalam menjaga keutuhan NKRI hingga saat ini.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Kodam hasanuddin
Sejarah TNI BKR ABRI Tentara Nasional Indonesia tni