Sejarah TNI Bermula dari BKR hingga Menjadi Kekuatan Pertahanan Indonesia

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Sejarah TNI ternyata penuh perubahan, dari BKR, TKR, TRI hingga TNI. Simak perjalanan terbentuknya tentara Indonesia dan perubahan menjadi ABRI. (PINTEREST)
Sejarah TNI ternyata penuh perubahan, dari BKR, TKR, TRI hingga TNI. Simak perjalanan terbentuknya tentara Indonesia dan perubahan menjadi ABRI. (PINTEREST)

JAKARTA - Sejarah TNI memiliki perjalanan panjang yang tidak bisa dipisahkan dari proses berdirinya Republik Indonesia. Sebelum menjadi institusi militer seperti sekarang, TNI mengalami sejumlah perubahan organisasi, mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), hingga Tentara Republik Indonesia (TRI).

Sejarah TNI bermula ketika Indonesia membutuhkan kekuatan untuk menjaga keamanan setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Situasi negara yang baru berdiri masih belum stabil, sementara ancaman dari pihak asing mulai muncul. Pemerintah kemudian membentuk BKR pada 22 Agustus 1945 sebagai salah satu langkah awal membangun organisasi keamanan nasional.

Perjalanan sejarah TNI kemudian berkembang seiring kebutuhan mempertahankan kemerdekaan. BKR yang pada awalnya lebih berfokus pada keamanan masyarakat akhirnya digantikan TKR pada 5 Oktober 1945. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir TNI dan diperingati setiap tahun sebagai Hari TNI.

Baca Juga: Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun, Perjuangan Melawan Kecanduan Kembali Jadi Sorotan

Jejak Tentara Sebelum Indonesia Merdeka

Cikal bakal kekuatan militer Indonesia sebenarnya sudah terbentuk sebelum kemerdekaan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, terdapat Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL), pasukan Kerajaan Hindia Belanda yang terlibat dalam sejumlah perang di Nusantara, termasuk Perang Diponegoro, Perang Padri, dan Perang Aceh.

Ketika Jepang menduduki Indonesia, dibentuk pula Pembela Tanah Air (PETA). Pasukan ini beranggotakan pribumi yang mendapatkan pendidikan dan latihan militer dari Jepang. Pada perkembangannya, pengalaman dari PETA menjadi salah satu modal penting bagi sejumlah tokoh militer Indonesia.

Jenderal Soedirman merupakan salah satu tokoh yang pernah berkaitan dengan PETA. Selain itu, sejumlah perwira lain yang memiliki pengalaman militer pada masa pendudukan Jepang kemudian memainkan peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Dari BKR, TKR hingga TRI

Setelah BKR dibentuk, organisasi tersebut belum dianggap sebagai angkatan bersenjata reguler. Kondisi itu membuat sebagian pemuda memilih bergabung dengan berbagai laskar perjuangan yang muncul di sejumlah daerah.

Pemerintah kemudian membentuk TKR pada 5 Oktober 1945 sebagai Angkatan Perang pertama yang didirikan secara resmi. Urip Sumoharjo turut berperan dalam penyusunan organisasi ketentaraan. Markas Besar TKR yang semula berada di Purwokerto kemudian dipindahkan ke Yogyakarta berdasarkan pertimbangan strategi.

Pada 7 Januari 1946, nama TKR kembali berubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Tidak lama berselang, organisasi tersebut berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Perubahan nama ini dilakukan dalam upaya membentuk kekuatan militer yang lebih terpusat.

Masalah utama saat itu adalah banyaknya laskar bersenjata yang masih berdiri secara terpisah. Pemerintah kemudian mendorong penyatuan kekuatan tersebut. Proses peleburan laskar dengan TRI menjadi salah satu tahapan penting menuju terbentuknya TNI.

TNI Resmi Berdiri pada 1947

Pada 3 Juni 1947, TRI resmi berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia. Jenderal Soedirman kemudian dipercaya sebagai pimpinan tertinggi TNI. Sejak awal berdiri, TNI menghadapi berbagai tantangan, baik dari luar maupun dari dalam negeri.

Ancaman tidak hanya datang dari upaya Belanda menguasai kembali Indonesia. Ketidakstabilan politik juga memicu berbagai konflik dan pemberontakan, termasuk pemberontakan PKI Madiun dan gerakan Darul Islam di Jawa Barat.

TNI kemudian berperan dalam menghadapi berbagai ancaman tersebut sekaligus mempertahankan keutuhan Republik Indonesia. Perjalanan itu membuat TNI semakin identik dengan tugas menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.

Baca Juga: Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun, Perjuangan Melawan Kecanduan Kembali Jadi Sorotan

Pernah Menjadi ABRI

Perubahan besar kembali terjadi pada 1962 ketika Angkatan Perang dan Kepolisian Negara disatukan menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan fungsi keamanan negara.

Namun, setelah runtuhnya Orde Baru pada 1998, struktur tersebut kembali berubah. Tiga angkatan, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, kembali berada dalam TNI. Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia berdiri terpisah sebagai institusi kepolisian.

Dengan perjalanan dari BKR hingga TNI, sejarah TNI mencerminkan proses panjang pembentukan sistem pertahanan Indonesia. Perubahan organisasi tersebut berlangsung mengikuti dinamika politik, keamanan, dan kebutuhan negara dalam mempertahankan kedaulatan serta keutuhan NKRI.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Impact History
Sejarah TNI BKR ABRI TKR TRI