Pangkat TNI dari Tertinggi hingga Terendah, Kenali Jenjang Perwira Bintara dan Tamtama

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Pangkat TNI terbagi dalam tiga golongan utama. Kenali jenjang Perwira, Bintara, Tamtama serta perbedaan pangkat di AD, AL dan AU. (PINTEREST)
Pangkat TNI terbagi dalam tiga golongan utama. Kenali jenjang Perwira, Bintara, Tamtama serta perbedaan pangkat di AD, AL dan AU. (PINTEREST)

JAKARTA - Pangkat TNI memiliki susunan berjenjang yang menjadi bagian penting dalam sistem organisasi Tentara Nasional Indonesia. Setiap prajurit memiliki pangkat sesuai golongan, pendidikan, serta perjalanan kariernya. Struktur tersebut berlaku di tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Pangkat TNI secara umum terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu Perwira, Bintara, dan Tamtama. Ketiganya mempunyai tingkatan berbeda dengan tanggung jawab yang disesuaikan dengan kedudukan masing-masing prajurit. Struktur kepangkatan ini menjadi salah satu dasar dalam menjalankan komando dan tugas militer.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui pangkat TNI secara lebih lengkap, memahami tiga golongan tersebut merupakan langkah awal. Sebab, masing-masing matra memiliki istilah pangkat tersendiri, meskipun secara struktur tetap berada dalam tiga kelompok utama.

Baca Juga: Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun, Riwayat Kecanduan Kembali Jadi Sorotan

Tiga Golongan Utama dalam Pangkat TNI

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit TNI, kepangkatan prajurit dikelompokkan menjadi Perwira, Bintara, dan Tamtama.

Perwira merupakan golongan dengan jenjang kepangkatan paling tinggi. Berikutnya terdapat Bintara yang berada di tingkat menengah, kemudian Tamtama sebagai golongan paling bawah dalam hierarki kepangkatan.

Pembagian tersebut bukan sekadar penanda jabatan. Pangkat juga berhubungan dengan kewenangan, tanggung jawab, pendidikan militer, serta posisi seorang prajurit di dalam satuan.

Perwira Memiliki Jenjang Kepangkatan Tertinggi

Golongan Perwira dapat ditempuh melalui beberapa jalur pendidikan. Salah satunya adalah Akademi TNI yang dapat diikuti masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SLTA.

Selain Akademi TNI, terdapat pendidikan pembentukan Perwira yang dapat ditempuh oleh prajurit dari golongan Bintara. Dalam ketentuan tertentu, terdapat pula Perwira yang diangkat oleh Presiden.

Di lingkungan TNI, Perwira menempati berbagai posisi strategis dalam rantai komando. Pimpinan setiap matra juga berasal dari kelompok Perwira Tinggi.

TNI Angkatan Darat dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD. TNI Angkatan Laut dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut atau KSAL, sedangkan TNI Angkatan Udara dipimpin Kepala Staf Angkatan Udara atau KSAU. Ketiganya berada di bawah Panglima TNI.

Bintara Berada di Tengah Struktur Kepangkatan

Setelah Perwira, terdapat golongan Bintara. Jalur masuk Bintara dapat berasal langsung dari masyarakat melalui pendidikan Bintara. Selain itu, prajurit yang sebelumnya berada dalam golongan Tamtama juga dapat mengikuti pendidikan untuk menjadi Bintara.

Bintara memiliki posisi penting dalam sistem keprajuritan. Mereka menjalankan tugas sesuai fungsi satuan sekaligus menjadi bagian dari rantai pelaksanaan perintah dalam organisasi militer.

Dalam materi mengenai kepangkatan TNI, Bintara juga disebut dapat diangkat oleh Panglima sesuai ketentuan yang berlaku.

Tamtama Menjadi Jenjang Dasar Prajurit

Tamtama merupakan golongan kepangkatan paling rendah dalam struktur TNI. Prajurit Tamtama dibentuk melalui pendidikan pertama Tamtama yang dapat diikuti masyarakat sesuai persyaratan penerimaan prajurit.

Meski berada pada jenjang dasar, Tamtama tetap memiliki peran penting dalam menjalankan tugas operasional. Mereka menjadi salah satu unsur pelaksana di berbagai satuan TNI.

Perjalanan karier prajurit juga memungkinkan adanya peningkatan jenjang. Salah satunya melalui pendidikan yang menjadi jalur menuju golongan kepangkatan lebih tinggi sesuai aturan dan kebutuhan organisasi.

Baca Juga: Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun, Riwayat Kecanduan Kembali Jadi Sorotan

Istilah Pangkat Berbeda di Tiap Matra

TNI terdiri atas tiga matra, yaitu TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Ketiganya mempunyai sistem golongan yang sama, tetapi menggunakan istilah kepangkatan yang berbeda pada sejumlah jenjang.

Di TNI AD, pangkat Perwira Tinggi menggunakan istilah Jenderal. Sementara itu, TNI AL menggunakan istilah Laksamana dan TNI AU menggunakan istilah Marsekal. Perbedaan istilah tersebut mencerminkan karakter masing-masing matra.

Selain Perwira, terdapat pula jenjang Bintara dan Tamtama dengan istilah kepangkatan yang disesuaikan dengan matra masing-masing.

Pangkat Menjadi Bagian dari Karier Prajurit

Struktur pangkat TNI pada dasarnya dibuat untuk menjaga keteraturan organisasi dan rantai komando. Setiap prajurit memiliki kedudukan berdasarkan pangkat yang disandang, sementara kenaikan jenjang berkaitan dengan berbagai persyaratan yang telah ditetapkan.

Dengan memahami struktur Perwira, Bintara, dan Tamtama, masyarakat dapat lebih mudah mengenali posisi seorang prajurit dalam TNI. Sistem tersebut berlaku dalam tiga matra yang bersama-sama menjalankan tugas mempertahankan kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Kompas.com
Pangkat TNI TNI AD AL AU bintara tamtama Perwira