JAKARTA - Pangkat TNI memiliki tingkatan yang menunjukkan posisi seorang prajurit dalam hierarki keprajuritan. Urutan pangkat TNI disusun berdasarkan jenjang, wewenang, tanggung jawab, serta kedudukan dalam struktur organisasi militer Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui pangkat TNI, terdapat beberapa golongan utama yang perlu dipahami. Struktur tersebut mencakup Tamtama, Bintara, dan Perwira. Sementara golongan Perwira terbagi lagi menjadi Perwira Pertama, Perwira Menengah, dan Perwira Tinggi.
Urutan pangkat TNI dari tingkat bawah hingga tertinggi juga memiliki tanda atau lambang berbeda pada seragam. Perbedaan tersebut memudahkan identifikasi kedudukan seorang prajurit ketika menjalankan tugas.
Baca Juga: Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun, Riwayat Kecanduan Kembali Jadi Sorotan
Tamtama Menjadi Jenjang Awal
Golongan Tamtama merupakan salah satu jenjang awal dalam struktur kepangkatan TNI. Pada kelompok ini terdapat tiga pangkat, yaitu Prajurit Dua atau Prada, Prajurit Satu atau Pratu, dan Prajurit Kepala atau Praka.
Lambang pangkat Tamtama berupa garis lurus berwarna merah. Setiap kenaikan tingkat menunjukkan perkembangan kedudukan seorang prajurit dalam struktur kepangkatan.
Setelah Tamtama, terdapat Tamtama Kepala. Jenjang ini terdiri atas Kopral Dua (Kopda), Kopral Satu (Koptu), dan Kopral Kepala (Kopka). Lambang Tamtama Kepala berupa garis berbentuk panah berwarna merah.
Bintara Memiliki Jenjang Lebih Tinggi
Di atas Tamtama terdapat golongan Bintara. Struktur pangkatnya terdiri atas Sersan Dua (Serda), Sersan Satu (Sertu), Sersan Kepala (Serka), dan Sersan Mayor (Serma).
Bintara memiliki posisi yang lebih tinggi dalam hierarki keprajuritan. Lambang pangkat Bintara berupa garis berbentuk panah berwarna hitam pada seragam PDL, sedangkan pada seragam PDH atau PDU menggunakan warna kuning.
Selanjutnya terdapat Bintara Tinggi yang terdiri atas Pembantu Letnan Dua (Pelda) dan Pembantu Letnan Satu (Peltu). Lambang pangkat Bintara Tinggi berbentuk balok menyerupai huruf M.
Jenjang Bintara menjadi bagian penting dalam struktur kepemimpinan lapangan. Prajurit pada tingkatan ini memiliki pengalaman dan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan jenjang di bawahnya.
Perwira Pertama hingga Perwira Menengah
Golongan berikutnya adalah Perwira Pertama atau Pama. Pangkat dalam kelompok ini terdiri atas Letnan Dua (Letda), Letnan Satu (Lettu), dan Kapten.
Lambang Perwira Pertama berbentuk satu balok. Pada seragam PDL, lambang tersebut berwarna hitam, sedangkan pada seragam PDH atau PDU berwarna kuning.
Setelah Perwira Pertama, terdapat Perwira Menengah atau Pamen. Urutannya adalah Mayor, Letnan Kolonel (Letkol), dan Kolonel.
Lambang pangkat Perwira Menengah menggunakan simbol bunga melati. Pada seragam PDL warnanya hitam, sementara pada seragam PDH atau PDU menggunakan warna kuning.
Perwira Tinggi dan Pangkat Jenderal
Jenjang berikutnya adalah Perwira Tinggi atau Pati. Golongan ini memiliki empat pangkat, yakni Brigadir Jenderal (Brigjen), Mayor Jenderal (Mayjen), Letnan Jenderal (Letjen), dan Jenderal.
Pangkat Perwira Tinggi ditandai dengan lambang bintang. Brigjen menggunakan satu bintang, Mayjen dua bintang, Letjen tiga bintang, sedangkan Jenderal menggunakan empat bintang.
Semakin tinggi jenjang pangkat, semakin besar pula tanggung jawab dan kewenangan yang melekat pada seorang perwira. Namun, pangkat tidak selalu identik dengan jabatan tertentu karena jabatan diberikan berdasarkan kebutuhan organisasi dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun, Riwayat Kecanduan Kembali Jadi Sorotan
Jenderal Besar Menjadi Pangkat Kehormatan
Selain pangkat reguler, terdapat pangkat kehormatan yang dikenal sebagai Jenderal Besar. Pangkat ini memiliki lambang lima bintang dan berada di atas Jenderal bintang empat.
Dalam sejarah TNI, pangkat Jenderal Besar pernah diberikan kepada tiga tokoh, yakni Jenderal Besar Soedirman, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, dan Jenderal Besar Soeharto.
Dengan demikian, pangkat TNI memiliki jenjang yang panjang, mulai dari Prada hingga Jenderal. Setiap tingkatan memiliki lambang berbeda dan menunjukkan posisi dalam hierarki keprajuritan. Pemahaman mengenai urutan tersebut membantu masyarakat mengenali struktur karier dan kepangkatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Cakra Kincai