Tes Masuk TNI Makin Menantang, Kenali Materi Psikotes CAT yang Sering Muncul

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Tes masuk TNI membutuhkan persiapan matang. Kenali latihan psikotes CAT, soal figural, hitung cepat dan aljabar yang perlu dipelajari. (PINTEREST)
Tes masuk TNI membutuhkan persiapan matang. Kenali latihan psikotes CAT, soal figural, hitung cepat dan aljabar yang perlu dipelajari. (PINTEREST)

JAKARTA - Tes masuk TNI tidak hanya membutuhkan kondisi fisik yang prima. Calon prajurit juga perlu mempersiapkan kemampuan akademik dan psikologis karena tahapan seleksi dapat memuat berbagai bentuk soal yang menguji kemampuan berpikir, ketelitian, logika, hingga perhitungan.

Dalam tes masuk TNI, materi psikotes menjadi salah satu bagian yang perlu dipahami calon peserta. Salah satu bentuk latihan yang dibahas dalam materi video adalah psikotes berbasis Computer Assisted Test (CAT), dengan soal figural, analogi gambar, hitung cepat, hingga aljabar.

Bagi peserta yang sedang mempersiapkan tes masuk TNI, memahami pola soal dapat membantu membangun strategi pengerjaan. Namun, latihan tetap perlu disesuaikan dengan ketentuan dan materi resmi yang berlaku pada rekrutmen TNI masing-masing periode.

Baca Juga: Dewi Soekarno Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Akui Terkejut Lihat Banyak Perubahan

Soal Figural Jadi Salah Satu Materi Latihan

Salah satu materi yang banyak dibahas adalah soal figural atau soal berbasis gambar. Jenis soal ini mengharuskan peserta mengenali hubungan antargambar dan menentukan pilihan yang paling sesuai.

Contohnya adalah soal jaring-jaring kubus. Peserta diminta membayangkan bagaimana pola dua dimensi dilipat menjadi sebuah kubus. Tantangannya adalah menentukan posisi setiap sisi setelah bentuk tersebut dilipat.

Strategi yang digunakan dalam latihan tersebut adalah mencari satu gambar sebagai patokan. Setelah itu, peserta mencermati sisi yang berada di sebelah kanan, kiri, atas, maupun bawahnya.

Cara serupa dapat digunakan ketika peserta diminta mengubah bentuk kubus menjadi jaring-jaring. Ketelitian menjadi faktor penting karena pilihan jawaban dapat terlihat hampir sama.

Analogi Gambar Menguji Kemampuan Logika

Selain jaring-jaring kubus, terdapat soal analogi gambar. Peserta perlu menemukan hubungan antara beberapa gambar sebelum menentukan bentuk yang hilang.

Dalam salah satu contoh, beberapa bentuk digabungkan hingga menghasilkan gambar tertentu. Peserta kemudian diminta mencari gambar yang apabila digabungkan dapat membentuk pola sesuai contoh.

Ada pula soal yang meminta peserta menemukan gambar berdasarkan perubahan jumlah simbol. Misalnya, jumlah bulatan bertambah secara berurutan dari satu, dua, tiga, hingga lima. Dengan melihat pola tersebut, peserta dapat menentukan bentuk yang seharusnya muncul pada posisi berikutnya.

Jenis soal seperti ini membutuhkan kemampuan observasi dan pengenalan pola dalam waktu relatif singkat.

Hitung Cepat dan Aljabar Juga Perlu Dilatih

Materi tes masuk TNI yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan gambar. Soal perhitungan juga menjadi bagian dari latihan psikotes.

Salah satu contoh menggunakan konsep pengelompokan angka yang sama. Dengan mengenali faktor yang sama, peserta dapat menyederhanakan perhitungan sehingga tidak harus mengalikan semua angka satu per satu.

Cara tersebut dapat menghemat waktu ketika menghadapi soal hitung cepat. Dalam latihan yang diberikan, sebuah operasi perkalian dapat disusun ulang dengan mengelompokkan angka yang sama hingga menghasilkan perhitungan yang lebih sederhana.

Materi lain adalah operasi pecahan, persen, dan bentuk akar. Peserta perlu memahami cara mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa, mengonversi persen menjadi pecahan, serta menyederhanakan hasil sebelum mencari nilai akhirnya.

Soal Aljabar Disebut Membutuhkan Ketelitian

Aljabar juga menjadi salah satu tipe soal yang perlu diperhatikan. Dalam contoh latihan, peserta harus mencari persentase dari suatu bentuk yang mengandung variabel P dan Q.

Kunci penyelesaiannya adalah memanfaatkan informasi yang diberikan dalam soal untuk mengubah salah satu variabel sehingga bentuk perhitungan memiliki variabel yang sama. Setelah itu, proses penyederhanaan dapat dilakukan.

Latihan seperti ini menunjukkan bahwa peserta tidak cukup hanya menghafal rumus. Pemahaman konsep dan kemampuan membaca hubungan antarangka sangat dibutuhkan.

Strategi Persiapan Sebelum Seleksi

Baca Juga: Dewi Soekarno Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Akui Terkejut Lihat Banyak Perubahan

Menghadapi tes masuk TNI membutuhkan latihan yang konsisten. Peserta dapat membiasakan diri mengerjakan soal dengan batas waktu agar kemampuan berpikir cepat dan ketelitian semakin terasah.

Materi latihan dapat mencakup psikotes figural, analogi gambar, jaring-jaring kubus, hitung cepat, pecahan, persen, hingga aljabar. Peserta juga perlu memperhatikan informasi resmi mengenai tahapan dan persyaratan seleksi karena materi maupun mekanisme ujian dapat mengikuti ketentuan terbaru.

Pada akhirnya, latihan soal bukan sekadar mengejar jawaban benar. Peserta perlu memahami pola, mencari cara pengerjaan yang efisien, serta membangun ketenangan ketika menghadapi soal dengan tingkat kesulitan berbeda.

Dengan persiapan yang terarah dan latihan rutin, calon peserta dapat lebih siap menghadapi berbagai bentuk soal yang mungkin muncul dalam rangkaian seleksi TNI.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Ab.School
tes masuk TNI psikotes TNI tes psikologi TNI soal CAT TNI persiapan tes TNI