Tes Masuk TNI Wajib Siap Hadapi Psikotes, Ini Jenis Soal yang Perlu Banyak Dilatih

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Tes masuk TNI membutuhkan strategi belajar. Simak jenis psikotes, soal figural, hitung cepat, persen hingga aljabar yang bisa dilatih. (PINTEREST)
Tes masuk TNI membutuhkan strategi belajar. Simak jenis psikotes, soal figural, hitung cepat, persen hingga aljabar yang bisa dilatih. (PINTEREST)

JAKARTA - Tes masuk TNI menjadi tahapan yang membutuhkan persiapan menyeluruh. Calon peserta tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga perlu mempersiapkan kemampuan berpikir dan psikologis. Salah satu materi yang perlu diperhatikan adalah psikotes dengan berbagai bentuk soal.

Dalam tes masuk TNI, psikotes dapat menguji kemampuan peserta dalam memahami pola, menganalisis hubungan gambar, melakukan perhitungan, serta menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat. Latihan dengan sistem Computer Assisted Test atau CAT juga dapat membantu peserta membiasakan diri mengerjakan soal melalui komputer.

Bagi peserta yang tengah mempersiapkan tes masuk TNI, latihan soal secara rutin menjadi salah satu cara untuk mengenali karakter pertanyaan. Materi yang dibahas dalam video latihan mencakup soal figural, jaring-jaring kubus, analogi gambar, hitung cepat, pecahan, persen, hingga aljabar.

Baca Juga: Tes Masuk TNI AD 2026 Tak Dipungut Biaya, Ini Syarat dan Tahapan Seleksinya

Jaring-Jaring Kubus Menguji Kemampuan Visual

Salah satu tipe soal yang dibahas adalah jaring-jaring kubus. Pada soal ini, peserta harus menentukan bentuk tiga dimensi yang dapat terbentuk dari sebuah pola dua dimensi.

Kunci mengerjakannya adalah menentukan gambar yang menjadi patokan. Setelah itu, peserta perlu melihat posisi setiap motif terhadap gambar tersebut. Apakah berada di sebelah kanan, kiri, atas, atau bawah menjadi petunjuk untuk menentukan jawaban.

Kesalahan kecil dalam membaca posisi gambar dapat membuat jawaban menjadi keliru. Karena itu, peserta disarankan membiasakan diri membayangkan proses pelipatan jaring-jaring hingga membentuk kubus.

Tipe soal ini juga dapat muncul dalam bentuk sebaliknya. Peserta diberikan gambar kubus kemudian diminta menentukan jaring-jaring yang sesuai. Prinsip yang digunakan tetap sama, yakni mencermati hubungan setiap sisi.

Analogi Gambar Perlu Ketelitian

Materi berikutnya adalah analogi gambar. Peserta harus menemukan hubungan dari beberapa gambar kemudian menentukan gambar yang hilang.

Dalam salah satu pola, sebuah bentuk terbentuk dari penggabungan dua gambar. Peserta kemudian mencari pilihan yang dapat menghasilkan bentuk serupa. Kemampuan mengenali bagian-bagian gambar menjadi kunci dalam menyelesaikan soal.

Ada pula soal yang menggunakan pola jumlah simbol. Misalnya, jumlah lingkaran hitam meningkat secara bertahap pada setiap gambar. Selain menghitung simbol, peserta juga perlu memperhatikan bentuk yang menjadi tempat simbol tersebut.

Pola semacam ini menguji kemampuan observasi. Peserta harus mampu melihat perubahan secara cepat tanpa terlalu lama terpaku pada satu bagian gambar.

Hitung Cepat Bisa Menghemat Waktu

Selain soal figural, tes masuk TNI juga dapat dilatih melalui soal perhitungan. Salah satu contoh menggunakan operasi perkalian dengan angka yang sama.

Peserta dapat menyelesaikannya secara manual. Namun, terdapat cara lain dengan mengelompokkan faktor yang sama terlebih dahulu. Dengan metode tersebut, perhitungan yang panjang dapat disederhanakan menjadi operasi yang lebih singkat.

Kemampuan menemukan pola angka seperti ini penting ketika peserta menghadapi ujian dengan batas waktu. Semakin terbiasa mengenali hubungan angka, semakin cepat proses pengerjaan dapat dilakukan.

Pecahan, Persen, dan Bentuk Akar

Latihan berikutnya berkaitan dengan pecahan campuran, persen, dan bentuk akar. Peserta perlu mengetahui cara mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa sebelum melakukan operasi berikutnya.

Persentase juga harus dipahami karena persen dapat dikonversi menjadi pecahan dengan penyebut 100. Setelah perhitungan disederhanakan, peserta dapat mengubah hasilnya kembali menjadi bentuk desimal apabila diperlukan.

Tahapan tersebut terlihat sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian. Kesalahan kecil dalam mengubah penyebut atau memindahkan tanda koma dapat menghasilkan jawaban berbeda.

Aljabar Menjadi Tantangan Tersendiri

Soal aljabar juga menjadi materi yang dibahas dalam latihan psikotes. Salah satu contoh meminta peserta menentukan persentase suatu bentuk yang melibatkan variabel P dan Q.

Peserta harus memanfaatkan persamaan yang diberikan untuk mengubah variabel Q ke dalam bentuk P. Setelah kedua bagian memiliki variabel yang sama, proses penyederhanaan menjadi lebih mudah dilakukan.

Model soal seperti ini membutuhkan pemahaman konsep, bukan sekadar menghafal rumus. Karena itu, latihan berulang diperlukan agar peserta terbiasa menghadapi variasi soal.

Baca Juga: Tes Masuk TNI AD 2026 Tak Dipungut Biaya, Ini Syarat dan Tahapan Seleksinya

Persiapan Tidak Cukup Dilakukan Mendadak

Menghadapi tes masuk TNI membutuhkan strategi belajar yang teratur. Peserta dapat membagi latihan menjadi beberapa bagian, mulai dari soal figural, analogi gambar, matematika dasar, hingga aljabar.

Latihan dengan batas waktu juga penting untuk membangun kecepatan sekaligus menjaga ketelitian. Peserta sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah soal yang dikerjakan, tetapi juga mempelajari kesalahan setelah latihan.

Perlu diingat, materi latihan dari video bukan jaminan seluruh soal akan muncul dalam seleksi resmi. Peserta tetap harus mengacu pada informasi dan ketentuan penerimaan TNI yang berlaku.

Dengan memahami pola soal dan membangun kebiasaan latihan, calon peserta memiliki bekal lebih baik untuk menghadapi tahapan psikotes. Kesiapan mental, ketelitian, serta kemampuan mengatur waktu menjadi bagian penting selain kemampuan akademik.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Ab.School
tes masuk TNI psikotes TNI soal psikotes TNI CAT TNI latihan soal TNI