JAKARTA - Kostum adat dari plastik kresek dapat dibuat dengan bahan sederhana dan sejumlah teknik dekorasi. Dalam sebuah tutorial, plastik kresek diolah menjadi atasan berbentuk rompi, celana, serta mahkota dengan hiasan menyerupai bulu burung. Kostum tersebut menggunakan kombinasi warna putih, hijau, kuning, dan merah.
Pembuatan kostum dimulai dengan menyiapkan plastik kresek yang kemudian dipotong dan dilipat untuk membentuk pola dasar atasan. Bagian leher, pundak, dan ketiak dibuat menyesuaikan bentuk tubuh sehingga plastik dapat digunakan sebagai rompi.
Plastik Kresek Diubah Menjadi Rompi
Pada bagian awal, plastik kresek dipotong pada bagian atas dan sisi tertentu. Plastik kemudian dilipat menjadi dua sebelum dibuat pola untuk bagian leher. Bagian depan dibuat lebih dalam dibandingkan bagian belakang.
Baca Juga: Ormas Soroti PKS di Area KHDPK Blitar, Ada Dua Dokumen Saling Klaim Pengelolaan Hutan
Setelah pola leher selesai, bagian pundak dibiarkan sebagai penghubung. Bagian sisi kemudian dibentuk mengikuti area ketiak. Bagian bawah rompi juga dirapikan dengan potongan miring agar memiliki bentuk yang lebih menarik.
Untuk mempercantik tampilan, plastik putih dibuat menjadi rumbai-rumbai. Rumbai tersebut ditempelkan pada bagian pundak dan bawah rompi menggunakan double tape. Hiasan tambahan kemudian dibuat menggunakan plastik dengan beberapa warna.
Tali untuk rompi juga dibuat dari plastik kresek. Beberapa lembar plastik dipotong memanjang, kemudian dikepang sehingga membentuk tali. Bagian ujungnya diperkuat agar tidak mudah terurai sebelum dipasang pada kostum.
Baca Juga: Kostum Karnaval dari Plastik Bekas Jadi Baju Unik, Modal Sederhana tapi Hasilnya Bervolume
Motif pada bagian depan rompi dibuat sesuai selera. Dalam tutorial tersebut, motif berbentuk lengkungan dan lingkaran digunakan sebagai dekorasi. Warna kuning juga ditempatkan pada bagian leher dan bawah rompi sehingga memberikan aksen pada kostum.
Celana Dibuat dari Pola Sederhana
Setelah bagian rompi selesai, pembuatan dilanjutkan dengan celana. Pola celana dibuat dengan meniru bentuk yang sudah tersedia, kemudian dipotong menggunakan plastik kresek.
Panjang celana dibuat hingga berada di bawah lutut. Setelah pola terbentuk, bagian-bagian celana disatukan dan diperkuat agar dapat digunakan sebagai bagian dari kostum.
Untuk bagian pinggang, tutorial menggunakan sistem tali. Beberapa lubang kecil dibuat pada bagian atas celana, kemudian tali dimasukkan melalui lubang tersebut. Cara ini memungkinkan celana diikat menyesuaikan ukuran pinggang saat digunakan.
Bagian bawah celana kemudian diberi hiasan rumbai-rumbai yang dibuat dari plastik kresek. Hiasan tersebut dibuat senada dengan dekorasi pada bagian rompi.
Baca Juga: Cara Membuat Rok Karnaval dari Plastik Kresek, Bisa untuk Anak TK hingga Dewasa
Mahkota Dilengkapi Hiasan Mirip Bulu Burung
Kostum juga dilengkapi mahkota berbahan dasar kardus. Kardus dibentuk menjadi dasar mahkota, kemudian dilapisi plastik kresek dan diberi motif sebagai dekorasi.
Untuk membuat hiasan menyerupai bulu burung, digunakan kertas karton putih. Karton dilipat dan diberi gambar menggunakan krayon. Jika tidak tersedia, tutorial menyebut pensil atau spidol hitam sebagai alternatif untuk membuat pola.
Karton kemudian dipotong mengikuti bentuk bulu. Bagian tepinya dibuat berlekuk agar menyerupai tekstur bulu. Tiga helai hiasan kemudian dipasang pada bagian belakang mahkota menggunakan bahan perekat.
Baca Juga: Atasan Gaun Bara Pertiwi dari Plastik Kresek, Bisa Dibuat untuk Anak Usia 8 Tahun
Ukuran mahkota disesuaikan dengan kepala orang yang akan mengenakannya. Dengan rangkaian tersebut, kostum adat dari plastik kresek dapat terdiri atas rompi, celana, dan mahkota dalam satu tampilan.
Tutorial tersebut menunjukkan bahwa plastik kresek, kardus, dan bahan dekorasi sederhana dapat diolah menjadi kostum untuk kebutuhan karnaval. Penggunaan bahan yang mudah ditemukan juga memungkinkan desain dan warna disesuaikan dengan kreativitas pembuat.
Catatan keselamatan: proses pembuatan dalam tutorial melibatkan panas untuk menyatukan bagian plastik. Metode tersebut sebaiknya dilakukan oleh orang dewasa di tempat yang aman dan memiliki ventilasi baik, karena plastik yang dipanaskan dapat menghasilkan asap berbahaya.
Source YouTube ono karya
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo