Biografi Soekarno, Dari Proklamator hingga Penggagas Pancasila dan KAA

Dinda Atha Putri Maharani • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:35 WIB
Biografi Soekarno mengulas perjalanan hidup Presiden pertama RI serta empat prestasi besar, mulai Proklamasi, Pancasila, KAA hingga Asian Games 1962.
Biografi Soekarno mengulas perjalanan hidup Presiden pertama RI serta empat prestasi besar, mulai Proklamasi, Pancasila, KAA hingga Asian Games 1962.

JAKARTA - Biografi Soekarno selalu menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Presiden pertama Republik Indonesia itu dikenal sebagai tokoh yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan, perumusan dasar negara, hingga mengangkat nama Indonesia di tingkat internasional melalui berbagai gagasan dan kegiatan kenegaraan.

Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur. Ia lahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo dan merupakan putra dari Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Dalam masa kecilnya, Soekarno sempat dikenal sebagai anak yang sering sakit-sakitan sehingga dirawat oleh kakaknya, Raden Hardjodikromo, di Tulungagung.

Pada 1909, Soekarno kembali tinggal bersama kedua orang tuanya di Mojokerto. Saat itu ayahnya bertugas sebagai kepala sekolah di sebuah sekolah pribumi. Sejak kembali bersama keluarganya, nama Kusno kemudian diganti menjadi Soekarno. Pergantian nama tersebut dilakukan setelah kondisi kesehatannya membaik dan ia tumbuh lebih sehat.

Baca Juga: 6.447 Penumpang Naik-Turun Stasiun Blitar Saat Libur Panjang HUT Kemerdekaan, KAI Catat Lonjakan Mob

Menurut kisah yang disampaikan dalam video, Soekarno sejak kecil dikenal sebagai anak berprestasi dan mampu menguasai banyak bahasa. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kecerdasannya dikenal luas.

Perjalanan pendidikan Soekarno terus berlanjut. Pada 1911 ia masuk Europeesche Lagere School (ELS), sekolah yang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke HBS di Surabaya. Setelah menamatkan pendidikan di ELS pada 1915, Soekarno tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Tjokroaminoto, pendiri Sarekat Islam.

Masa tinggal di rumah Tjokroaminoto menjadi salah satu titik penting dalam pembentukan karakter dan pemikiran Soekarno. Di sana ia mulai mengenal dunia perjuangan, belajar politik, serta berlatih pidato. Ia juga berkesempatan berinteraksi dengan sejumlah tokoh pergerakan seperti Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara.

Baca Juga: Personel Damkar Blitar Nyabu Kini Direhab, Terancam Dipecat jika Mengulangi

Setelah menyelesaikan pendidikan di HBS pada 1921, Soekarno melanjutkan studi ke Technische Hoogeschool (THS) di Bandung yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia mengambil jurusan Teknik Sipil dan berhasil memperoleh gelar insinyur pada 25 Mei 1926.

Selain dikenal sebagai tokoh perjuangan, kehidupan pribadi Soekarno juga menjadi perhatian publik. Dalam video disebutkan bahwa Soekarno menikahi sejumlah perempuan, di antaranya Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Kartini Manoppo, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar. Dari pernikahan-pernikahan tersebut, ia dikaruniai 11 orang anak. Salah satu putrinya, Megawati Soekarnoputri, kemudian mengikuti jejaknya di dunia politik dan pernah menjabat sebagai Presiden ke-5 Republik Indonesia.

Empat Prestasi Besar Soekarno

Dalam video tersebut, terdapat empat prestasi besar yang dinilai menjadi warisan penting Soekarno bagi Indonesia.

Baca Juga: Ormas Soroti PKS di Area KHDPK Blitar, Ada Dua Dokumen Saling Klaim Pengelolaan Hutan

Prestasi pertama adalah sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia. Soekarno memimpin perjuangan bangsa menuju kemerdekaan dan membacakan naskah Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Julukan Bapak Proklamasi pun melekat kuat pada dirinya.

Prestasi kedua adalah sebagai penggagas Pancasila. Dalam sidang BPUPKI, Soekarno menyampaikan gagasan mengenai lima dasar yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila. Setelah melalui proses pembahasan, Pancasila akhirnya disahkan dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945.

Prestasi ketiga adalah menginisiasi Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung di Bandung pada 18-25 April 1955. Pertemuan yang diikuti 29 negara itu menghasilkan Dasasila Bandung yang berisi prinsip-prinsip kerja sama dan perdamaian dunia.

Baca Juga: Bakar Sampah Klobot Jagung, Gudang Pakan Bebek di Ponggok Terbakar, Kerugian Capai Rp60 Juta

Sementara prestasi keempat adalah keberhasilannya menyelenggarakan Asian Games 1962. Untuk mendukung ajang olahraga tersebut, sejumlah fasilitas dan infrastruktur dipersiapkan, antara lain Patung Selamat Datang, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi, serta Gelora Bung Karno.

Selain berbagai prestasi tersebut, video juga menyebutkan bahwa Soekarno menerima banyak penghargaan selama hidupnya, termasuk gelar doktor honoris causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri. Hal itu menunjukkan bahwa kiprah dan pengaruhnya tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional.

 

source:Youtube/@Masjid TV

Editor : Dinda Atha Putri Maharani
biografi soekarno Asian Games 1962 soekarno pancasila konferensi asia afrika