Gempa NTT Hari Ini M 5,2, Warga Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Gempa NTT hari ini M 5,2 dirasakan warga Sikka. Aktivitas gempa susulan masih terjadi dan warga diminta tetap waspada. (PINTEREST)
Gempa NTT hari ini M 5,2 dirasakan warga Sikka. Aktivitas gempa susulan masih terjadi dan warga diminta tetap waspada. (PINTEREST)

JAKARTA - Gempa NTT hari ini kembali dirasakan warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan informasi dalam tayangan Metro TV, gempa bermagnitudo 5,2 tersebut berpusat sekitar 54 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT. Guncangan membuat sejumlah pegawai di Kantor Koperasi Pintu Air panik dan berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Gempa tersebut terjadi di tengah rangkaian aktivitas kegempaan yang masih dirasakan masyarakat NTT setelah gempa besar pada 15 Agustus 2026. Dalam tayangan tersebut disebutkan, warga memilih beraktivitas di luar rumah maupun gedung karena masih khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan.

Kepanikan juga terjadi di Rumah Sakit Santo Gabriel Kewapante. Sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan di tenda darurat ikut merasakan guncangan. Tim medis kemudian berupaya menenangkan pasien yang berada di lokasi.

Baca Juga: Plato House Blitar Tawarkan Minuman Eksperimental dengan Harga Terjangkau, Ada Racikan Unik yang Bik

Sementara itu, Florentina Nena, warga Nagekeo yang diwawancarai Metro TV, mengatakan gempa susulan masih terasa pada pagi, siang hingga sore hari. Ia bersama warga lainnya memilih tetap beraktivitas di luar rumah.

Menurut Florentina, kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa hari. Rumahnya memiliki bangunan yang terbuat dari bambu sehingga keluarga memilih tidur dan beraktivitas di area yang dianggap lebih aman. Ia menyebut gempa susulan yang dirasakan masih cukup kuat, meski tidak sebesar guncangan pada 15 Agustus.

Ribuan Gempa Tercatat

Dalam tayangan tersebut, data BMKG yang disampaikan per pagi hari mencatat sebanyak 2.768 kali gempa. Magnitudo gempa bervariasi, mulai dari 1,1 hingga yang terbesar 6,2. Dari jumlah tersebut, terdapat 24 gempa dengan magnitudo di atas 5.

Sementara gempa susulan yang dirasakan masyarakat tercatat sebanyak 81 kali. Angka tersebut menggambarkan aktivitas kegempaan yang masih berlangsung di wilayah NTT.

Peneliti ahli muda Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Sony Ari Wibowo, menjelaskan gempa utama yang terjadi sebelumnya memiliki magnitudo 7,7. Menurut dia, gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi setelah gempa utama.

Ia menjelaskan aktivitas gempa susulan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Tidak ada ukuran pasti yang dapat digunakan untuk menentukan kapan seluruh gempa susulan akan berhenti.

Sony juga menyoroti Flores Back-Arc Thrust atau sesar naik Flores yang berada di bagian utara Pulau Flores. Menurut penjelasannya, struktur tersebut merupakan salah satu sesar aktif di Indonesia.

Karena itu, masyarakat diminta tetap mengikuti informasi dan imbauan dari BMKG maupun BNPB. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi bangunan setelah mengalami guncangan berulang.

Warga Diminta Waspada

Sony mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru kembali ke bangunan yang kondisinya sudah tidak utuh atau mengalami kerusakan akibat gempa. Menurutnya, keselamatan struktur bangunan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama gempa susulan masih berlangsung.

Florentina mengatakan kegiatan belajar mengajar di wilayahnya juga dihentikan sementara selama masa tanggap darurat. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, masa tanggap darurat berlangsung selama 14 hari, terhitung 15 hingga 28 Agustus 2026.

Baca Juga: Plato House Blitar Tawarkan Minuman Eksperimental dengan Harga Terjangkau, Ada Racikan Unik yang Bik

Meski pembelajaran tatap muka dihentikan, komunikasi dengan peserta didik tetap dilakukan secara daring menggunakan Google Formulir untuk memberikan tugas. Ia juga menyebut kebutuhan esensial warga, seperti makanan dan alas tidur, untuk sementara terpenuhi melalui bantuan pemerintah serta lembaga kemasyarakatan.

Warga dengan rumah permanen masih memilih beraktivitas di luar karena trauma terhadap gempa. Sementara sebagian warga dengan rumah nonpermanen sudah kembali beraktivitas di dalam rumah, tetapi tetap diminta waspada.

Sony menegaskan ancaman gempa dari sesar aktif seperti Flores Back-Arc Thrust merupakan hal yang perlu diantisipasi dalam jangka panjang. Ia mendorong pembangunan infrastruktur tahan gempa dan penguatan sistem peringatan dini sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana.

Untuk kondisi terkini, masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan BNPB serta tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Metro TV
Gempa NTT Hari Ini Gempa NTT Sikka Nagekeo Gempa Susulan