JAKARTA - Kemensos mengerahkan tujuh dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan lebih dari 31 ribu warga yang mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain makanan siap konsumsi, Kemensos telah menyalurkan dukungan logistik senilai lebih dari Rp14 miliar selama masa tanggap darurat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk memastikan para penyintas tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian. Bantuan diberikan baik kepada warga yang berada di posko pengungsian terpusat maupun mereka yang mengungsi secara mandiri.
"Ada 31.000 lebih orang yang mengungsi. Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan dari Kementerian Sosial," kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa.
Dukungan tersebut mencakup beras reguler sebanyak 48 ton dan 7.500 paket sembako. Persediaan pangan itu menjadi bagian dari bantuan yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat pascagempa.
Baca Juga: Kemensos Bongkar Temuan 2,2 Juta KPM Terindikasi Judol, Bansos Ditangguhkan
Dapur Umum Produksi Ribuan Makanan
Tujuh dapur umum yang dikelola tim Tagana Kemensos tersebar di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada.
Fasilitas tersebut telah aktif memproduksi makanan untuk kebutuhan konsumsi harian para pengungsi. Kapasitas produksi setiap dapur umum berbeda sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Dapur umum di Nagekeo tercatat memproduksi sekitar 2.000 bungkus makanan per hari. Di Sikka, produksi mencapai 4.500 bungkus per hari. Sementara dapur umum di Manggarai menyediakan sekitar 3.000 bungkus makanan setiap hari.
Kemensos masih mempercepat penjangkauan di wilayah lainnya agar pelayanan kepada warga terdampak dapat berjalan lebih optimal.
Saifullah menegaskan ketersediaan logistik untuk dapur umum terus dijaga. Jika kebutuhan di lapangan meningkat, Kemensos membuka kemungkinan menambah fasilitas dapur umum.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan tidak ada pengungsi yang kesulitan memperoleh makanan selama berada di lokasi pengungsian.
Bantuan Mencakup Kebutuhan Pengungsian
Bantuan Kemensos tidak hanya berupa bahan pangan dan makanan siap konsumsi. Dukungan senilai lebih dari Rp14 miliar juga mencakup buffer stock atau stok penyangga logistik untuk memenuhi kebutuhan selama penanganan bencana.
Sejumlah perlengkapan pengungsian turut disediakan. Bantuan tersebut meliputi makanan anak, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, hingga peralatan penerangan darurat.
Kebutuhan tersebut disiapkan untuk mendukung warga yang harus bertahan di lokasi pengungsian setelah gempa. Kemensos juga memastikan distribusi bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak di daerah.
Baca Juga: Kemensos Bongkar Temuan 2,2 Juta KPM Terindikasi Judol, Bansos Ditangguhkan
"Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI-Polri di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana," ujar Saifullah.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan dapat menjangkau keluarga yang terdampak. Kemensos juga memberikan dukungan logistik untuk dapur darurat yang dikelola oleh masyarakat.
"Kami berkoordinasi, berkolaborasi memastikan bahwa seluruh dukungan bisa sampai kepada mereka atau keluarga yang terdampak. Termasuk dapur darurat masyarakat juga pasokan logistiknya kami dukung, dicukupi," katanya.
Dengan jumlah pengungsi yang mencapai lebih dari 31 ribu orang, kebutuhan pangan menjadi salah satu prioritas selama masa tanggap darurat. Kemensos terus mengoperasikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik untuk menjaga ketersediaan kebutuhan dasar warga terdampak.
Selain makanan, perlengkapan seperti tenda, kasur, selimut, dan penerangan darurat juga menjadi bagian penting dari dukungan pemerintah bagi para penyintas. Penyaluran bantuan dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait agar kebutuhan pengungsi dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Antara News