Perkuat Literasi Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Insan Media Se-Jawa Timur

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 19:36 WIB
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat saat memberikan sambuta, pada acara Media Gathering di Malang, (24/8/2026).
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat saat memberikan sambuta, pada acara Media Gathering di Malang, (24/8/2026).

MALANG – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan media massa di Jawa Timur guna memperluas literasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat pekerja akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur yang digelar di Malang, Senin (24/8).

Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan mendorong transformasi penyampaian informasi dari sekadar pemberitaan menjadi gerakan bersama untuk melindungi hak-hak pekerja, khususnya di sektor informal.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menegaskan bahwa peran media sangat vital sebagai mitra strategis dalam menjangkau lapisan masyarakat pekerja hingga ke tingkat tapak.

"Bagi kami, media bukan sekadar kanal publikasi, melainkan mitra strategis untuk menghadirkan informasi perlindungan yang lebih sederhana, relevan, dan terpercaya, sehingga semakin banyak pekerja memahami pentingnya melindungi diri dan keluarga," ujar Saiful Hidayat saat memberikan keterangannya, Senin (24/8).

Baca Juga: Polytron Fox R Dibedah: Kencang dan Irit, tapi Ada Catatan soal Kenyamanan

Saiful membeberkan, hingga Juli 2026 BPJS Ketenagakerjaan secara nasional telah mencakup sekitar 48 juta peserta aktif. Pada periode yang sama, dana jaminan sosial yang telah dibayarkan mencapai Rp 42 triliun dari total 3,6 juta klaim, serta penyaluran beasiswa pendidikan kepada sekitar 90.000 anak pekerja.

Kendati demikian, tantangan besar masih membentang di sektor pekerja informal (Bukan Penerima Upah/BPU). Dari potensi 77,8 juta pekerja informal di Indonesia, baru sekitar 13,5 juta jiwa yang terdaftar sebagai peserta aktif.

Guna memastikan keberlanjutan perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan mengusung pendekatan Value Beyond Protection. Salah satunya diwujudkan lewat soft launching Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) pada 18 Agustus 2026 lalu secara serentak di 37 provinsi dan 45 titik.

"Program PEKA ini dirancang agar santunan yang diterima peserta maupun ahli waris tidak berhenti begitu saja, tetapi menjadi modal usaha untuk kembali produktif dan mandiri secara ekonomi," terangnya secara taktis.

Baca Juga: BPJS Pekerja Belum Jadi Prioritas, Baru 60 Perusahaan di Kota Blitar Daftarkan Karyawan

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja memaparkan bahwa per 19 Agustus 2026, sebanyak 5,63 juta pekerja dari total 21,06 juta angkatan kerja di Jawa Timur telah tercover sebagai peserta aktif.

Utoh menekankan pentingnya komunikasi dua arah, di mana kritik dan temuan jurnalis di lapangan dapat menjadi masukan berharga untuk mengevaluasi cakupan perlindungan pekerja rentan.

Dukungan serupa disuarakan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Ahmad Pauzi. Pihaknya siap mempererat koordinasi dengan insan pers di wilayah Blitar Raya guna menjangkau pekerja hingga ke pelosok desa.

"Jurnalis adalah jembatan utama penyambung informasi dari kami kepada masyarakat. Kami sangat mendukung sinergitas ini agar program dan kebijakan Jamsostek dapat tersampaikan secara akurat dan memberikan dampak langsung bagi warga Blitar," pungkasa Ahmad Pauzi.

Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana
Media gathering Dirut BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat blitar BPJS Ketenagaakerjaan malang