JAKARTA - Veda Ega Pratama mendapat pengalaman istimewa saat menjalani sesi latihan di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol. Pembalap muda Indonesia itu terlihat berada satu lintasan dengan Marc Márquez dalam video yang dibagikan oleh ayahnya, Sudarmono.
Momen Veda Ega Pratama latihan di Aragon tersebut menjadi perhatian karena Márquez terlihat berada di belakang Veda selama sesi berlangsung. Keduanya melaju dengan ritme cukup cepat sehingga Veda mendapat kesempatan merasakan langsung berada di lintasan bersama salah satu pembalap paling berpengalaman di dunia.
Bagi Veda, situasi tersebut bukan sekadar latihan biasa. Ia harus tetap menjaga kecepatan, konsentrasi, serta racing line meski mengetahui seorang juara dunia berada di belakangnya.
Baca Juga: KH Hasyim Asy'ari dan Gagasan yang Melahirkan Nahdlatul Ulama
Veda Tetap Tenang Saat Dibuntuti Márquez
Dalam video yang dibagikan Sudarmono, Veda terlihat menjalani sesi latihan dengan ritme yang cukup cepat. Márquez kemudian tampak berada di belakangnya dan mengikuti pergerakan pembalap Indonesia tersebut.
Kondisi itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap muda. Ketika berada di lintasan bersama pembalap berpengalaman, menjaga konsentrasi menjadi hal penting. Kesalahan kecil dapat memengaruhi ritme ketika memasuki tikungan maupun saat keluar menuju lintasan berikutnya.
Namun, Veda disebut tetap mampu mempertahankan kecepatannya. Ia tidak terlihat panik dan terus menjalani lap dengan ritme yang dijaga.
Pengalaman tersebut juga memberikan kesempatan bagi Veda untuk merasakan langsung bagaimana seorang pembalap papan atas menjalani sesi di lintasan. Ia dapat mengamati cara menjaga kecepatan, mengambil tikungan, mempertahankan racing line, serta menjaga konsistensi dari satu lap ke lap berikutnya.
Momen seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan seorang pembalap muda. Balap motor tidak hanya membutuhkan kecepatan. Mental, keberanian, ketenangan, dan kemampuan mengambil keputusan ketika berada di bawah tekanan juga menjadi bagian penting.
Jadi Pengalaman Berharga untuk Veda
Berada satu lintasan dengan Márquez memberikan pengalaman yang sulit didapatkan setiap pembalap muda. Jika sebelumnya Veda hanya mengenal Márquez sebagai salah satu sosok besar dalam dunia balap, sesi latihan di Aragon membuatnya bisa merasakan langsung situasi ketika keduanya berada di lintasan yang sama.
Hal menarik lainnya adalah posisi Márquez yang terlihat berada di belakang Veda. Kondisi tersebut membuat Veda harus mempertahankan fokus tanpa kehilangan ritme hanya karena mengetahui ada pembalap berpengalaman di belakangnya.
Pengalaman tersebut bisa menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Veda dalam menghadapi perjalanan kariernya. Semakin sering mendapatkan kesempatan berlatih bersama pembalap berpengalaman, semakin banyak pula situasi yang dapat dipelajari dari lingkungan balap internasional.
Bagi penggemar balap motor Indonesia, video latihan tersebut juga memberikan gambaran mengenai perjalanan Veda di tengah persaingan dunia. Momen tersebut menunjukkan bahwa proses perkembangan seorang pembalap tidak hanya terjadi ketika lampu start padam dalam balapan resmi.
Baca Juga: Sejarah NU dan Paham Ahlussunnah Wal Jamaah yang Menjadi Dasarnya
Sesi latihan juga menjadi ruang untuk membangun kemampuan teknis dan mental. Dari lintasan, pembalap bisa mendapatkan pengalaman mengenai karakter sirkuit, menjaga kondisi fisik, hingga mempertajam feeling terhadap motor.
Namun, video tersebut tidak menunjukkan adanya hasil balapan resmi. Karena itu, momen Veda bersama Márquez di Aragon sebaiknya dipahami sebagai bagian dari sesi latihan, bukan hasil perlombaan.
Pada bagian akhir video juga terdengar percakapan berbahasa Spanyol. Namun, transkrip yang tersedia tidak cukup jelas untuk memastikan isi pembicaraan tersebut sehingga tidak dapat dijadikan kutipan atau kesimpulan.
Bagi Veda Ega Pratama, pengalaman satu lintasan dengan Marc Márquez tetap menjadi bagian menarik dalam perjalanan kariernya. Tantangan berikutnya adalah membawa pengalaman tersebut menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan ketika kembali menghadapi persaingan balap resmi.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : SVS Sports