Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online JMO Tanpa Paklaring, Cek Syaratnya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Cara klaim BPJS Ketenagakerjaan online JMO tanpa paklaring dibahas dengan syarat saldo hingga Rp15 juta dan verifikasi biometrik. (ILUSTRASI AI)
Cara klaim BPJS Ketenagakerjaan online JMO tanpa paklaring dibahas dengan syarat saldo hingga Rp15 juta dan verifikasi biometrik. (ILUSTRASI AI)

JAKARTA - Cara klaim BPJS Ketenagakerjaan online JMO tanpa paklaring menjadi informasi yang banyak dicari peserta yang ingin mencairkan saldo Jaminan Hari Tua (JHT). Berdasarkan tutorial yang dibagikan, pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi JMO dengan sejumlah syarat yang harus terpenuhi sebelum klaim diproses.

Salah satu hal yang disebut dalam tutorial adalah batas saldo JHT yang dapat dicairkan melalui JMO. Peserta dengan saldo hingga Rp15 juta disebut dapat mengajukan klaim melalui aplikasi tersebut. Selain itu, terdapat tiga persyaratan utama yang harus ditandai dengan status terpenuhi atau centang hijau.

Ketiga syarat tersebut adalah peserta sudah melakukan pengkinian data, status kepesertaan sudah nonaktif, serta saldo JHT tidak melebihi batas yang disebutkan untuk pengajuan melalui JMO.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dari Pemerintah Dikaitkan dengan BSU, Begini Cara Cek Penerima

Pastikan tiga syarat klaim terpenuhi

Langkah awal dilakukan dengan membuka aplikasi JMO. Peserta harus sudah memiliki akun dan melakukan login. Setelah masuk ke aplikasi, pilih menu Jaminan Hari Tua, kemudian masuk ke bagian klaim manfaat JHT.

Sebelum melanjutkan, peserta perlu memastikan pengkinian data sudah dilakukan. Pengkinian data merupakan proses memperbarui informasi peserta yang tersimpan di aplikasi JMO.

Syarat berikutnya adalah status kepesertaan sudah nonaktif. Dalam tutorial disebutkan, status tersebut biasanya muncul sekitar satu bulan setelah dinyatakan atau dilaporkan nonaktif oleh perusahaan.

Jika ketiga persyaratan sudah terpenuhi, peserta dapat menekan tombol selanjutnya. Tahap berikutnya adalah memilih sebab klaim. Pilihan disesuaikan dengan laporan perusahaan. Jika peserta mengundurkan diri, pilih alasan mengundurkan diri. Jika hubungan kerja berakhir karena PHK, pilih pilihan PHK.

Setelah memilih alasan, peserta diminta memeriksa data kepesertaan. Pastikan seluruh informasi yang ditampilkan sudah sesuai sebelum melanjutkan proses.

Tahap yang perlu mendapat perhatian adalah verifikasi biometrik. Dalam tutorial disebutkan bahwa bagian ini menjadi salah satu tahap yang cukup sering mengalami kegagalan.

Verifikasi wajah harus dilakukan dengan benar

Agar proses pengambilan foto berjalan lancar, peserta diminta memastikan wajah terlihat jelas dan menghadap kamera. Posisi wajah juga harus sejajar dengan kamera.

Pencahayaan perlu diperhatikan. Kondisi ruangan tidak boleh terlalu terang maupun terlalu gelap. Mata kanan dan kiri harus terbuka, sementara latar belakang disarankan polos.

Peserta juga perlu diam ketika proses pengambilan foto berlangsung. Filter kamera harus dinonaktifkan. Selain itu, peserta tidak menggunakan kacamata, masker, topi, maupun helm ketika melakukan verifikasi.

Tempat yang gelap juga perlu dihindari. Setelah semua kondisi dianggap sesuai, peserta dapat memilih menu ambil foto dan mengikuti petunjuk yang muncul pada layar.

Tutorial tersebut mengingatkan peserta agar tidak asal melakukan verifikasi. Jika proses verifikasi gagal hingga tiga kali, disebutkan bahwa peserta tidak dapat lagi menggunakan JMO untuk proses tersebut.

Setelah verifikasi biometrik berhasil, peserta melanjutkan pengisian data NPWP dan rekening. Dalam tutorial, NPWP disebut tidak wajib untuk saldo di bawah Rp50 juta. Peserta yang memiliki NPWP dapat memasukkan datanya pada bagian yang tersedia.

Rekening bank juga harus diperhatikan karena menjadi rekening tujuan pembayaran klaim JHT. Peserta kemudian dapat melanjutkan untuk melihat rincian klaim.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dari Pemerintah Dikaitkan dengan BSU, Begini Cara Cek Penerima

Setelah rincian diperiksa, peserta membaca informasi yang ditampilkan, memberikan tanda centang, lalu memilih konfirmasi. Jika proses berhasil, akan muncul pemberitahuan bahwa pengajuan klaim JHT melalui JMO telah berhasil.

Untuk waktu pencairan, tutorial menyebut saldo biasanya dapat masuk dalam waktu relatif singkat. Namun, informasi tersebut merupakan pengalaman yang disampaikan dalam tutorial sehingga peserta tetap perlu memantau proses pengajuan melalui aplikasi.

Dengan demikian, cara klaim BPJS Ketenagakerjaan online JMO dalam tutorial tersebut berfokus pada pemenuhan tiga syarat utama, pemilihan alasan klaim, verifikasi biometrik, pengisian rekening, hingga konfirmasi pengajuan. Peserta perlu memastikan setiap data yang dimasukkan benar agar proses klaim dapat berjalan sesuai tahapan yang tersedia.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Tutorial Gampang Banget
JHT Klaim JHT Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online JMO BPJS Ketenagakerjaan JMO