JAKARTA - Di balik sosok Soekarno yang dikenal sebagai tokoh besar dan proklamator, terdapat figur yang disebut memiliki kedekatan khusus dengannya dalam urusan spiritual. Sosok itu adalah Raden Mas Panji Sosro Kartono, kakak R.A. Kartini yang dikenal dengan julukan “Alif”.
Sosro Kartono disebut menjadi guru spiritual Soekarno jauh sebelum sang proklamator menjadi presiden. Hubungan keduanya bahkan digambarkan sangat dekat. Salah satu kisah yang disebut dalam transkrip adalah ketika Sosro Kartono menyelipkan selembar kertas bertuliskan huruf Alif ke dalam peci Soekarno.
Baca Juga: Mama Falak Pagentongan dan Kisah Kedekatannya dengan Bung Karno Saat Revolusi
Bagi Sosro Kartono, huruf Alif bukan sekadar tulisan. Simbol tersebut memiliki makna tentang keteguhan, keyakinan spiritual, dan keesaan Tuhan. Pesan itu disebut menjadi salah satu bentuk pengingat bagi Soekarno dalam perjalanan hidupnya.
Filosofi Alif yang Diajarkan Sosro Kartono
Julukan “Alif” yang melekat pada Sosro Kartono berasal dari kebiasaannya menyulam huruf tersebut pada kain. Sulaman itu tidak dibuat hanya untuk memperindah pakaian, tetapi menjadi simbol dari filosofi hidup yang diyakininya.
Dalam transkrip, Alif dimaknai sebagai Allah ditambah I menjadi ana. Filosofi tersebut menggambarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan.
Alif juga dikaitkan dengan catur murti, yaitu keselarasan antara pikiran, perasaan, perkataan, dan tindakan. Prinsip tersebut menggambarkan bagaimana kehidupan seseorang seharusnya berjalan dalam keseimbangan.
Sosro Kartono disebut menjalankan filosofi tersebut melalui berbagai laku spiritual. Ia melakukan puasa dan menahan napas. Bahkan proses menyulam Alif disebut menjadi bagian dari meditasi serta perenungan.
Karena itu, ketika simbol Alif diberikan kepada Soekarno, maknanya tidak berhenti pada sebuah huruf. Dalam kisah yang disampaikan, simbol tersebut menjadi pengingat tentang prinsip spiritual yang diajarkan Sosro Kartono.
Pengaruh Sosro Kartono terhadap Soekarno disebut tidak hanya berkaitan dengan ajaran spiritual. Bimbingan tersebut diyakini ikut membentuk karakter dan sisi spiritual Soekarno sebelum dirinya menjadi pemimpin nasional.
Baca Juga: Mama Falak Pagentongan, Ulama yang Disebut Dekat dengan Bung Karno di Masa Revolusi
Namun, transkrip tidak menjelaskan secara rinci kapan hubungan guru dan murid tersebut dimulai maupun bentuk pengajaran yang diberikan Sosro Kartono kepada Soekarno. Yang ditekankan adalah kedekatan keduanya serta peran Sosro Kartono sebagai sosok yang dihormati dalam kehidupan spiritual Soekarno.
Sosro Kartono Memilih Jalan Hidup yang Berbeda
Menariknya, kehidupan Sosro Kartono justru jauh dari kemewahan meski dirinya berasal dari keluarga bangsawan. Ia disebut memilih hidup sederhana dan menolak kehidupan yang penuh kemewahan.
Sosro Kartono juga menjalani hidup selibat dan tidak pernah menikah. Ia memandang harta benda sebagai beban. Kain dengan sulaman Alif menjadi salah satu benda yang dianggap paling berharga dalam kehidupannya.
Di Pleret, Yogyakarta, Sosro Kartono juga disebut mendirikan sebuah pesantren. Tempat tersebut berada di kawasan yang disebut sebagai bekas pusat Kerajaan Mataram Islam dan menempati area pertapaan Ki Ageng Pemanahan.
Pesantren tersebut bukan tempat belajar agama dalam bentuk konvensional. Tempat itu menjadi ruang bagi orang-orang yang ingin mempelajari pengetahuan spiritual dan melakukan refleksi diri.
Sosro Kartono juga dikenal dengan julukan “Wonder Doctor” dari orang Belanda dan Indo-Belanda. Ia disebut mengobati pasien menggunakan Tirtohusodo, yaitu air yang telah didoakan. Dalam transkrip, banyak pasien dikisahkan mengalami kesembuhan dan Sosro Kartono tidak pernah meminta bayaran.
Ketika meninggal pada 1952, ia tidak disebut meninggalkan kekayaan besar. Salah satu peninggalan yang dianggap paling berharga adalah kain bersulam Alif.
Kain tersebut disebut masih disimpan dan dijaga oleh penjaga makamnya di Kudus. Peninggalan itu menjadi simbol dari filosofi yang selama hidupnya diyakini Sosro Kartono.
Kisah tentang Sosro Kartono akhirnya menempatkan dirinya bukan hanya sebagai kakak R.A. Kartini atau seorang tokoh yang dikenal karena kemampuan bahasanya. Ia juga dikenang dalam transkrip sebagai guru spiritual Soekarno, dengan huruf Alif sebagai simbol utama ajaran dan perjalanan hidupnya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Trust Media Entertainment