JAKARTA - Mutasi Polri kembali dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebanyak sembilan Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) mendapat penugasan baru di lingkungan Bareskrim Polri.
Kesembilan perwira tinggi tersebut menempati sejumlah jabatan berbeda. Ada yang bergeser ke posisi penyidik, analis kebijakan, hingga mendapatkan status sebagai pati dalam rangka pensiun.
Mutasi tersebut tercantum dalam tiga Surat Telegram Kapolri, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.
Secara keseluruhan, surat telegram tersebut memuat 424 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri yang mengalami mutasi, rotasi, dan promosi jabatan.
Dari jumlah tersebut, sembilan Brigjen Pol tercatat mendapat penugasan di Bareskrim Polri. Perubahan jabatan mereka mencakup sejumlah bidang yang berkaitan dengan penyidikan, kebijakan, hingga laboratorium forensik.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Blitar Melesat hingga Rp 75 Ribu per Kilo, Pedagang Sebut Kemarau Jadi Biang Ke
Daftar 9 Brigjen yang Mendapat Penugasan Baru
Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjadi salah satu perwira yang mengalami perubahan jabatan. Sebelumnya, dia menjabat Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri. Dalam penugasan baru, Eko Hadi Santoso menjadi Penyidik Tindak Pidana Utama TK Bareskrim Polri.
Berikutnya, Brigjen Pol Candra Sukma Kumara yang sebelumnya berstatus Pati Bareskrim Polri mendapat posisi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pideksus Bareskrim Polri.
Brigjen Pol Agus Rohmat juga masuk dalam daftar. Sebelumnya berstatus Pati Bareskrim Polri, dia kemudian menjadi Pati Bareskrim Polri dalam rangka pensiun.
Sementara Brigjen Pol Abdul Hasyim yang sebelumnya merupakan Pamen Bareskrim Polri mendapat penugasan sebagai Pati Bareskrim Polri.
Perubahan serupa terjadi pada Brigjen Pol Agung Prabowo. Sebelumnya menjabat Pamen Bareskrim Polri, dia kemudian menjadi Pati Bareskrim Polri.
Brigjen Pol Faried Zulkarnain juga mendapat penugasan sebagai Pati Bareskrim Polri. Jabatan sebelumnya adalah Pamen Bareskrim Polri.
Kemudian, Brigjen Pol Budi Sartono yang sebelumnya menjabat Pamen Bareskrim Polri mendapat posisi baru sebagai Pati Bareskrim Polri.
Nama berikutnya adalah Brigjen Pol Guritno Wibowo. Dia sebelumnya merupakan Pamen Bareskrim Polri dan kemudian mendapat penugasan sebagai Pati Bareskrim Polri.
Satu nama lainnya adalah Brigjen Pol Ahmad Musthofa Kamal. Sebelumnya, dia menjabat Pemeriksa Labfor Kepolisian Madya TK I Bareskrim Polri. Dalam penugasan baru, Ahmad Musthofa Kamal menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Labfor Bareskrim Polri.
Bagian dari Pembinaan Organisasi
Mutasi dan rotasi dalam tubuh Polri disebut sebagai bagian dari proses pembinaan organisasi dan karier personel. Penempatan personel pada jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi.
Selain kebutuhan organisasi, penempatan juga mempertimbangkan kompetensi dan pengalaman personel yang bersangkutan.
Dalam daftar sembilan Brigjen tersebut, perubahan jabatan terlihat pada beberapa bidang di Bareskrim Polri. Eko Hadi Santoso bergeser dari posisi Dirtipidnarkoba ke jabatan penyidik, sedangkan Ahmad Musthofa Kamal mendapat posisi baru yang berkaitan dengan bidang Labfor.
Pada saat yang sama, sejumlah perwira yang sebelumnya berstatus Pamen tercantum menjadi Pati Bareskrim Polri. Mereka adalah Abdul Hasyim, Agung Prabowo, Faried Zulkarnain, Budi Sartono, dan Guritno Wibowo.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Blitar Melesat hingga Rp 75 Ribu per Kilo, Pedagang Sebut Kemarau Jadi Biang Ke
Adapun Agus Rohmat tercantum sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka pensiun. Sementara Candra Sukma Kumara mendapat jabatan sebagai analis kebijakan utama bidang Pideksus.
Rangkaian perubahan tersebut menjadi bagian dari mutasi Polri yang mencakup ratusan personel. Dari keseluruhan daftar, penempatan sembilan Brigjen di Bareskrim menjadi salah satu bagian dari perubahan jabatan yang dilakukan dalam lingkungan Polri.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : akurat.co