Sebelum Dicopot, Purbaya Masih Pimpin Rapat dan Terima Telepon Misterius

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:28 WIB
Purbaya masih memimpin rapat dan menerima telepon beberapa jam sebelum dicopot. Pengamat menyoroti komunikasi dan gesekan fiskal sebagai faktor.
Purbaya masih memimpin rapat dan menerima telepon beberapa jam sebelum dicopot. Pengamat menyoroti komunikasi dan gesekan fiskal sebagai faktor.

 JAKARTA - Purbaya Yudhi Sadewa masih menjalankan aktivitas sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencopotannya dari jabatan tersebut. Purbaya bahkan sempat memimpin rapat bersama DPD RI dan menerima telepon dari seseorang yang ia sebut sebagai "bapak".

Rapat berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Dalam agenda tersebut, Purbaya mengenakan batik biru dengan motif bunga dan ornamen putih.

Di sela-sela agenda, Purbaya sempat ditemui Kompas.com. Momen menarik terjadi ketika ia menerima panggilan telepon.

Baca Juga: Kastrasi Gratis Kucing di Blitar Sasar 50 Ekor, Populasi Tembus 1.209 dan Kucing Liar Jadi Perhatian

"Assalamualaikum. Lagi DPD nih. Halo, Pak. Iya, siap-siap. Saya masih di DPD, Pak," ujar Purbaya saat menerima telepon tersebut.

Setelah percakapan itu, Purbaya terlihat beberapa kali membungkukkan badan. Tidak lama kemudian, ia meninggalkan gedung DPD.

Beberapa jam setelahnya, Presiden Prabowo mengumumkan pencopotan Purbaya dari posisi Menteri Keuangan. Jabatan tersebut kemudian diberikan kepada Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Baca Juga: Konsultan Pengawas Pasar Pahing Disorot DPRD Kota Blitar, Dinilai Kurang Maksimal

Purbaya Dinilai Kerap Memicu Kontroversi

Pergantian Menteri Keuangan tersebut kemudian mendapat perhatian dari pengamat politik. Ketua Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia, Jayadi Hanan, menilai pencopotan Purbaya tidak terlepas dari persoalan kepercayaan pasar dan hubungan dengan sejumlah pemangku kepentingan.

Menurut Jayadi, Purbaya beberapa kali memunculkan kontroversi melalui pernyataannya. Pola komunikasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan respons negatif dari pasar maupun stakeholder lainnya.

"Menteri Keuangan yaitu kan terus-menerus memantik kontroversi pernyataan-pernyataannya," kata Jayadi kepada Kompas.com pada Senin, 14 September 2026.

Ia juga menyoroti kebijakan pengetatan serta pemotongan anggaran ke daerah yang disebut turut menimbulkan gesekan.

Menurut Jayadi, persoalan fiskal di daerah tidak selalu dapat diselesaikan tanpa adanya penyesuaian atau realokasi anggaran. Salah satu persoalan yang disebut adalah dana bagi hasil atau DBH untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gesekan Fiskal dengan Daerah Ikut Disorot

Masalah pembayaran DBH DKI Jakarta disebut menjadi salah satu polemik yang mendapat perhatian. Kondisi tersebut kemudian dikaitkan dengan munculnya gesekan antara Purbaya dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2027 Belum Diputuskan, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Jayadi menilai persoalan fiskal daerah membutuhkan pendekatan yang dapat menjaga komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kebijakan anggaran yang terlalu ketat, menurut analisisnya, dapat menimbulkan persoalan ketika kebutuhan daerah tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.

Dalam konteks tersebut, gaya komunikasi Purbaya dinilai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap situasi politik dan kebijakan fiskal yang berkembang.

Namun, analisis tersebut merupakan penilaian Jayadi mengenai latar belakang pergantian Menteri Keuangan, bukan pernyataan resmi pemerintah mengenai alasan pencopotan Purbaya.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2026 Menguat? Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa Beri Sinyal, Ini Penjelasannya

Suahasil Nazara Diharapkan Pulihkan Kepercayaan

Setelah Purbaya dicopot, Presiden Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru.

Jayadi menilai penunjukan Suahasil dapat dipandang sebagai langkah korektif untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus meredam ketegangan komunikasi yang muncul sebelumnya.

Suahasil memiliki latar belakang sebagai guru besar Universitas Indonesia serta pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Keuangan. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus membangun komunikasi yang lebih tenang dengan berbagai pihak.

Pergantian tersebut membuat posisi Menteri Keuangan mengalami perubahan hanya dalam hitungan jam setelah Purbaya masih menjalankan agenda resmi pemerintahan.

Momen Purbaya memimpin rapat hingga menerima telepon pada hari terakhirnya sebagai Menteri Keuangan pun menjadi bagian menarik dari rangkaian pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan.

Source YouTube Tribun Sumsel

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
purbaya menerima telepon kring kring Purbaya