JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut melampaui target pemerintah yang mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 terutama didukung oleh aktivitas konsumsi rumah tangga. Mobilitas masyarakat pada momentum libur nasional dan hari besar keagamaan turut mendorong aktivitas ekonomi.
Beberapa momentum yang disebut berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat yakni perayaan Nyepi dan Idul Fitri. Meningkatnya mobilitas pada periode tersebut ikut memberikan dorongan terhadap konsumsi rumah tangga.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan sejumlah kebijakan pemerintah juga turut mendukung konsumsi masyarakat. Kebijakan tersebut mencakup pengendalian inflasi dan pemberian berbagai stimulus.
Stimulus pemerintah yang disebut dalam laporan tersebut antara lain pemberian diskon, tunjangan hari raya (THR) atau gaji ke-14, serta kebijakan suku bunga Bank Indonesia.
Baca Juga: Pasar Pahing Kota Blitar Sudah 100 Persen, Tapi Belum Bisa Diserahterimakan
Dalam periode tersebut, BI rate berada pada level 4,75 persen. Kebijakan tersebut turut disebut sebagai salah satu faktor yang mendukung konsumsi masyarakat.
PDB Indonesia Capai Rp6.187,2 Triliun
Berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp6.187,2 triliun.
Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.447,7 triliun.
Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025 mencapai 5,61 persen secara tahunan.
Angka pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih mampu tumbuh di atas target pemerintah yang ditetapkan sebesar 5,5 persen.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan angka PDB, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat. Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu komponen penting yang menopang pertumbuhan pada awal 2026.
Baca Juga: Karhutla Gunung Kawi Makin Mengkhawatirkan, Waterbombing Dibatalkan karena Cuaca Ekstrem dan Angin
Momentum libur nasional dan hari besar keagamaan menjadi salah satu faktor yang mendorong mobilitas penduduk. Aktivitas masyarakat selama periode tersebut kemudian ikut memberikan dampak terhadap konsumsi.
Pemerintah juga menjalankan sejumlah kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat. Pengendalian inflasi dan stimulus menjadi bagian dari upaya tersebut.
Pemberian THR atau gaji ke-14 serta berbagai bentuk diskon turut disebut dalam konteks kebijakan yang mendorong konsumsi masyarakat.
Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 menjadi angka yang berada di atas target pemerintah. Dengan konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu penopang utama, perkembangan aktivitas ekonomi pada periode berikutnya akan menjadi perhatian.
Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026 masih ditopang oleh aktivitas domestik, terutama konsumsi rumah tangga yang terdorong oleh mobilitas masyarakat dan sejumlah kebijakan pemerintah.
Source: Youtube/@OfficialSINDOnews
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri