JAKARTA - Pemerintah mulai mengkaji pembatasan pembelian BBM subsidi, khususnya Pertalite, bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi atas. Kebijakan tersebut nantinya menyasar kendaraan roda empat dan masih dalam tahap pembahasan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhisadewa mengatakan pembatasan pembelian BBM subsidi masih dikaji, terutama terkait kesiapan sistem milik PT Pertamina. Pemerintah perlu memastikan sistem tersebut mampu menjalankan pembatasan secara tepat sebelum kebijakan diterapkan.
Menurut Purbaya, penerapan pembatasan tidak akan langsung dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah berencana menjalankannya secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan setelah mempelajari kelayakan sistem Pertamina.
Purbaya menyebut sistem yang dimiliki Pertamina saat ini dinilai sudah cukup baik. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mempersiapkan penerapan pembatasan pembelian BBM subsidi.
Skema yang dibahas ditujukan kepada kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi atas. Dalam keterangannya, Purbaya menyebut kelompok yang menjadi sasaran antara lain masyarakat pada kuartil 9 dan 10.
Baca Juga: ASUS ExpertBook Ultra 1,1 Kg Punya Layar OLED 3K dan Intel Arc B390
Pembatasan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sehingga penggunaan BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran. Pemerintah tidak ingin subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan justru digunakan oleh kelompok ekonomi atas.
Kendaraan Mewah Jadi Sorotan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut menjelaskan sasaran pembatasan pembelian Pertalite. Ia menyebut kebijakan tersebut akan menyasar masyarakat kaya yang menggunakan kendaraan mewah.
Beberapa contoh kendaraan yang disebut Bahlil adalah BMW dan Mercedes-Benz. Menurutnya, penggunaan BBM subsidi oleh pemilik kendaraan mewah menjadi salah satu hal yang ingin dibatasi melalui kebijakan tersebut.
Bahlil kembali menegaskan bahwa pembatasan ditujukan bagi masyarakat kelas kuartil 9 dan 10. Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak ditujukan untuk seluruh masyarakat pengguna Pertalite.
Bahlil juga memastikan pengguna kendaraan roda dua masih dapat membeli Pertalite seperti biasa. Artinya, pembatasan yang sedang dibahas pemerintah secara khusus berkaitan dengan kendaraan roda empat.
Penegasan mengenai jenis kendaraan tersebut disampaikan Bahlil agar informasi mengenai rencana pembatasan BBM subsidi tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Baca Juga: ASUS ExpertBook Ultra Cuma 1,1 Kg, Tapi Bisa Menahan Beban hingga 100 Kg
Selain membahas mekanisme pembatasan, pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi harga minyak dunia yang masih belum menentu.
Bahlil mengatakan dirinya bersama Menteri Keuangan memiliki komitmen untuk menjaga harga BBM subsidi tetap tidak naik. Komitmen tersebut disebut berdasarkan arahan Presiden.
Kondisi harga minyak dunia menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menentukan kebijakan energi. Karena itu, pemerintah memilih mengkaji skema pembatasan pembelian BBM subsidi sebagai salah satu upaya agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.
Penerapan kebijakan tersebut masih menunggu kesiapan sistem Pertamina. Pemerintah juga akan mempelajari kelayakan sistem sebelum pembatasan dilakukan secara bertahap.
Dengan skema yang tengah disiapkan, masyarakat pengguna kendaraan roda empat dari kelompok ekonomi atas berpotensi menjadi sasaran utama pembatasan Pertalite. Sementara itu, pengguna kendaraan roda dua tetap dapat membeli BBM tersebut tanpa perubahan regulasi yang disebutkan dalam pembahasan saat ini.
Source: Youtube/@METRO TV
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri