JAKARTA - Suahasil Nazara dipercaya menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudi Sadewa dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih.
Pergantian tersebut menjadi reshuffle kabinet keenam yang dilakukan Prabowo Subianto. Sementara untuk posisi Menteri Keuangan, pergantian ini merupakan yang kedua sejak pemerintahan Prabowo berjalan.
Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, ia pernah menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan. Pengalaman tersebut membuatnya telah memiliki rekam jejak di bidang pengelolaan kebijakan fiskal.
Selain pernah menjadi wakil menteri, Suahasil juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal di Kementerian Keuangan. Ia juga tercatat pernah menjadi anggota Dewan Ekonomi Nasional.
Latar belakang Suahasil tidak hanya berasal dari pemerintahan. Ia merupakan guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Karier akademiknya berjalan beriringan dengan keterlibatannya dalam bidang kebijakan ekonomi.
Dari sisi pendidikan, Suahasil menempuh pendidikan sarjana di Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan master di Cornell University, Amerika Serikat.
Pendidikan ekonominya berlanjut hingga tingkat doktoral di University of Illinois. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Suahasil sebelum dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.
Baca Juga: Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Punya Jejak Panjang di Dunia Ekonomi
Pesan Prabowo untuk Suahasil
Setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan, Suahasil menyampaikan arahan yang diterimanya dari Presiden Prabowo. Salah satu fokus utama adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.
Suahasil menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN harus berada dalam kondisi sehat agar dapat menjalankan berbagai program prioritas pemerintah.
“Jadi, APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah,” kata Suahasil dalam transkrip tersebut.
Menurut Suahasil, APBN tidak hanya harus sehat, tetapi juga kredibel. Artinya, pengelolaan anggaran negara harus dapat dipercaya.
“APBN itu harus dapat dipercaya,” ujarnya.
Ia mengatakan Kementerian Keuangan akan melanjutkan pekerjaan yang selama ini telah dilakukan untuk menjaga keuangan negara. APBN juga diarahkan agar mampu mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
“Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel,” kata Suahasil.
Baca Juga: Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Punya Jejak Panjang di Dunia Ekonomi
Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen
Dalam kesempatan tersebut, Suahasil juga mendapat pertanyaan mengenai batas defisit APBN. Ia memastikan defisit akan tetap berada di bawah 3 persen.
“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” ujar Suahasil.
Ia kembali menekankan pentingnya menjalankan APBN yang kredibel. Menurutnya, kepercayaan terhadap APBN juga berkaitan dengan komunikasi publik yang dapat dipercaya.
“Saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya,” katanya.
Suahasil juga menegaskan bahwa pelaksanaan APBN akan diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah. Dengan demikian, tugasnya sebagai Menteri Keuangan tidak hanya berkaitan dengan menjaga kondisi keuangan negara, tetapi juga memastikan anggaran dapat menjalankan fungsi yang telah ditetapkan pemerintah.
Penunjukan Suahasil menambah babak baru dalam perjalanan kariernya. Berbekal pengalaman sebagai Wakil Menteri Keuangan, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, anggota Dewan Ekonomi Nasional, serta akademisi, ia kini dipercaya memimpin Kementerian Keuangan.
Fokus yang disampaikan Suahasil setelah pelantikan mencakup kesehatan APBN, kredibilitas keuangan negara, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas ekonomi. Ia juga memastikan batas defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : KompasTV Lampung