Rencana tersebut disampaikan Imam Nur Hidayat, pranata komputer ahli pertama dari Pusdatin Kementerian ATR/BPN, dalam podcast Kementerian ATR/BPN. Pengembangan chatbot menjadi salah satu rencana lanjutan untuk membuat akses informasi pertanahan semakin mudah.
Menurut penjelasan dalam podcast, chatbot tersebut nantinya dapat digunakan masyarakat untuk menanyakan berbagai informasi mengenai layanan pertanahan maupun aplikasi Sentuh Tanahku.
Baca Juga: Cegah Insiden Keracunan, Polisi Sidak SPPG di Kademangan dan Talun untuk Pastikan MBG Aman
Konsep chatbot yang sedang dikembangkan memungkinkan masyarakat mengajukan pertanyaan secara langsung melalui fitur percakapan. Pertanyaan yang diberikan dapat berkaitan dengan layanan pertanahan dan persyaratan yang diperlukan.
Sebagai contoh, masyarakat yang ingin melakukan jual beli tanah dapat menanyakan persyaratan layanan melalui chatbot. Informasi tersebut diharapkan dapat diperoleh lebih cepat tanpa pengguna harus mencari informasi secara manual.
Pengembangan chatbot menjadi bagian dari rencana penyempurnaan aplikasi. Selain fitur berbasis AI, Pusdatin juga menyampaikan bahwa pengembangan dilakukan pada sisi tampilan aplikasi serta perbaikan apabila ditemukan bug atau kendala sistem.
Baca Juga: Mau Main Motor Custom? Ini 3 Motor Bahan yang Cocok untuk Pemula, Mulai Rp5 Jutaan
Sentuh Tanahku sendiri telah dikembangkan sejak 2017. Selama proses pengembangannya, berbagai fitur telah ditambahkan untuk mendukung kebutuhan informasi pertanahan masyarakat.
Saat ini, pengguna dapat memanfaatkan sejumlah fitur seperti Cari Bidang, Cari Berkas, Sertifikatku, Berkasku, Mitra Kerja, Antrian Online, hingga Info Layanan.
Aplikasi juga memungkinkan masyarakat mencari informasi mitra kerja pertanahan, seperti PPAT, surveyor, dan penilai tanah. Informasi tersebut dapat membantu pengguna mencari mitra sesuai lokasi yang dibutuhkan.
Selain itu, fitur Kantor Pertanahan dapat digunakan untuk melihat daftar kantor pertanahan, alamat, serta informasi mengenai sejumlah layanan yang telah tersedia di masing-masing kantor.
Dalam podcast tersebut, pengembangan aplikasi juga disebut mempertimbangkan masukan dari masyarakat. Kendala yang disampaikan pengguna melalui platform aplikasi, seperti masalah lambat atau error, menjadi bahan yang dapat ditindaklanjuti oleh pengembang.
Pengembangan berkelanjutan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan aplikasi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
Baca Juga: Saya Cari Motor Custom Murah, Ternyata Mulai Rp6 Jutaan Sudah Ada
Dengan rencana chatbot berbasis AI, Sentuh Tanahku nantinya diharapkan dapat memberikan jalur informasi yang lebih interaktif bagi pengguna. Masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi melalui menu-menu yang tersedia, tetapi juga dapat mengajukan pertanyaan melalui percakapan.
Bagi masyarakat yang memiliki aset tanah, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memantau informasi sertifikat dan bidang tanah. Karena itu, pengembangan fitur digital menjadi bagian penting dalam memberikan akses informasi pertanahan yang lebih praktis.
Editor : Azahra Meilisani Salma