BLITAR KAWENTAR - Rawatan harian murai batu perlu dilakukan secara teratur, mulai dari pengembunan, pemberian ekstra fooding, mandi, penjemuran, hingga pemasteran pada malam hari. Bagi pemula, urutan perawatan menjadi penting karena setiap murai batu memiliki karakter dan daya tahan terhadap panas yang berbeda.
Baca Juga: Bikin Sertifikat Tanah di BPN Tak Bisa Asal, Begini Tahapan Lengkapnya
Pengembunan Murai Batu pada Pagi Hari
Menurut penjelasan Aina BF Channel, perawatan dapat dimulai dengan mengeluarkan murai batu pada pagi hari untuk proses pengembunan. Burung sebaiknya ditempatkan di ruang terbuka agar terkena embun secara langsung.
Pengembunan dilakukan sekitar pukul 03.00 hingga 06.00. Perawatan ini disebut bertujuan membantu mengaktifkan motorik burung sehingga murai batu menjadi lebih aktif dan rajin berbunyi.
Setelah pengembunan selesai, pemilik dapat melanjutkan dengan pemberian ekstra fooding (EF), terutama jangkrik.
Jumlah jangkrik perlu disesuaikan dengan tipe dasar burung. Untuk murai batu yang kuat menjalani penjemuran, misalnya, dapat diberikan 10 ekor jangkrik pada pagi hari dan 10 ekor pada sore hari.
Sementara itu, burung yang tidak kuat berjemur lama dapat diberikan sekitar lima hingga tujuh ekor jangkrik pada pagi dan sore hari.
Baca Juga: Mau Urus Sertifikat Tanah Baru? Siapkan Dokumen Ini Sebelum ke BPN
Ekstra Fooding Sebelum Penjemuran
Dalam rawatan harian murai batu, pemberian ekstra fooding dilakukan sebelum burung dijemur. Jangkrik disebut dapat menjadi sumber tenaga tambahan ketika burung harus menjalani penjemuran.
Selain jangkrik, cacing juga dapat diberikan sekitar tiga ekor pada pagi dan sore hari. Pemberian kroto lebih dikhususkan untuk murai batu yang tidak kuat berjemur dalam waktu lama.
Setelah pemberian EF, tahap berikutnya adalah menentukan apakah burung perlu dimandikan atau langsung dijemur.
Untuk murai batu yang kuat berjemur, burung dapat langsung dijemur tanpa dimandikan terlebih dahulu. Sebaliknya, burung yang tidak kuat panas dapat dimandikan kemudian dijemur sebentar.
Setelah bulu mulai mengering, burung sebaiknya diangkat dan diangin-anginkan. Durasi penjemuran tidak perlu terlalu lama untuk burung yang memiliki daya tahan panas rendah.
Baca Juga: Cara Membuat Sertifikat Tanah Baru di BPN, Ini Syarat dan Tahapannya
Penjemuran Harus Disesuaikan dengan Karakter Burung
Penjemuran sauna maupun penjemuran terbuka juga harus disesuaikan dengan karakter murai batu. Burung yang kuat berjemur dapat menjalani metode tersebut secara bertahap.
Sebaliknya, murai batu yang tidak kuat panas tidak disarankan menjalani penjemuran sauna karena suhu tinggi dapat membahayakan kondisi burung.
Setelah penjemuran, burung sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum dikerodong. Langsung menutup sangkar setelah terkena panas dikhawatirkan membuat burung kepanasan.
Untuk murai batu yang dipersiapkan mengikuti lomba, burung dapat kembali dikerodong setelah diangin-anginkan. Sementara burung rumahan dapat dibiarkan terbuka hingga siang atau sore sesuai kebutuhan.
Perawatan Sore hingga Malam
Pada sore hari, perawatan dimulai dengan membersihkan sangkar. Kebersihan sangkar tidak hanya berkaitan dengan kondisi burung, tetapi juga lingkungan keluarga.
Setelah sangkar bersih, berikan jangkrik dengan jumlah yang sama seperti pagi hari. Jika pagi diberikan lima ekor, sore juga lima ekor.
Pemandian sore kembali disesuaikan dengan tipe burung. Murai batu yang tidak kuat panas dapat dimandikan lebih sering, sedangkan burung yang kuat berjemur dapat dimandikan sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu.
Setelah selesai dirawat, burung sebaiknya dikerodong dan dimasukkan ke dalam rumah sekitar pukul 17.00.
Pemasteran pada Malam Hari
Memasuki malam, murai batu disarankan tetap dalam kondisi terkerodong. Pemasteran dapat dilakukan menggunakan MP3 dengan volume rendah, selama suara masih terdengar oleh burung.
Materi pemasteran juga sebaiknya tidak terlalu sering diganti. Satu materi dapat diberikan selama sekitar satu minggu sebelum diganti dengan materi berikutnya.
Dengan jadwal yang teratur dan perawatan yang disesuaikan dengan karakter burung, pemilik dapat menjaga kondisi murai batu sekaligus mendukung performanya.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest