Rawatan Murai Batu Trotolan ala Bang Kinara, dari EF hingga Jemur 15 Menit

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:08 WIB
Rawatan murai batu trotolan ala Bang Kinara meliputi EF, mandi, jemur, pemasteran hingga pengerodongan sesuai kondisi burung.(Gemini AI)
Rawatan murai batu trotolan ala Bang Kinara meliputi EF, mandi, jemur, pemasteran hingga pengerodongan sesuai kondisi burung.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Rawatan murai batu trotolan membutuhkan penyesuaian karena karakter setiap burung masih berkembang. Bang Kinara membagikan pola perawatan murai batu trotolan yang sudah mandiri, mulai dari pemberian ekstra fooding (EF), mandi, penjemuran, pemasteran, hingga pengerodongan. Menurutnya, tidak ada satu pola yang mutlak karena kondisi burung, cuaca, waktu pemilik, dan perkembangan karakter harus menjadi pertimbangan.

Murai batu trotolan yang dimaksud merupakan burung muda yang sudah bisa makan sendiri, termasuk mengonsumsi voer kering. Pada usia tersebut, karakter burung dinilai masih mentah sehingga pemilik belum bisa sepenuhnya menentukan pola perawatan yang akan digunakan dalam jangka panjang.

Bang Kinara mengatakan dirinya memiliki beberapa opsi perawatan yang diterapkan berdasarkan situasi dan waktu. Pola tersebut dapat berubah seiring pemilik mulai memahami karakter burung.

Baca Juga: Tanah Belum Bersertifikat? Kenali Proses Pengukurannya Sebelum ke BPN

Pemberian EF Disesuaikan Kondisi

Dalam perawatan murai batu trotolan, pemberian EF menjadi salah satu bagian yang cukup diperhatikan. Bang Kinara menggunakan jangkrik sebagai EF rutin, sedangkan ulat Jerman (UJ), ulat hongkong (UH), ulat pisang, dan kroto diberikan sesekali.

Pada pola tertentu, ia memberikan jangkrik tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore. Porsinya dapat berubah sesuai kondisi dan persediaan jangkrik.

Untuk pola dua kali sehari, jangkrik diberikan pagi dan sore dengan jumlah sekitar lima ekor pada masing-masing waktu. Sementara pada burung yang sedang ingin diamati atau disetting, porsi EF bisa dibuat lebih fleksibel.

Untuk burung yang sedang dirawatnya, Bang Kinara memberikan sekitar empat ekor jangkrik pada pagi dan sore. Pemberian siang hari dapat berkisar dua hingga empat ekor.

UJ dan UH tidak diberikan setiap hari. Rencananya, kedua jenis EF tersebut hanya diberikan sekitar dua kali dalam sepekan, sedangkan pada hari lainnya burung mengandalkan jangkrik.

Mandi dan Penjemuran Murai Trotolan

Perawatan mandi juga dilakukan dengan melihat kondisi burung dan waktu yang dimiliki. Bang Kinara terkadang menggunakan keramba, tetapi jika sedang tidak memiliki banyak waktu, ia menggunakan cepuk berukuran cukup besar sebagai tempat mandi.

Frekuensi mandi dapat dilakukan dua atau tiga hari sekali. Namun, ia juga mengamati perilaku burung untuk mengetahui apakah murai trotolan tersebut memang menyukai mandi lebih sering.

Untuk penjemuran, durasinya relatif singkat, sekitar 15 hingga 20 menit. Waktu penjemuran dilakukan pada pagi hari dan tetap memperhatikan kondisi cuaca.

Bang Kinara juga menekankan bahwa burung yang membuka paruh atau terlihat kepanasan tidak selalu disebabkan oleh pemberian EF. Kondisi cuaca yang panas juga dapat menjadi faktor.

Baca Juga: Bikin Sertifikat Tanah di BPN Tak Bisa Asal, Begini Tahapan Lengkapnya

Pemasteran Tidak Dilakukan Terus-Menerus

Pemasteran menjadi bagian lain dari rawatan murai batu trotolan. Bang Kinara menggunakan masteran alami dari burung asli, seperti kenari, kapas tembak, dan lovebird.

Selain itu, audio MP3 juga digunakan pada pagi, siang, atau sore dengan durasi sekitar satu hingga dua jam. Setelah itu, suara dimatikan agar burung memiliki kesempatan untuk mempraktikkan suara yang didengarnya.

Menurutnya, burung tidak perlu terus-menerus mendengarkan masteran. Ada waktu bagi burung untuk memproses dan mencoba suara tersebut.

Baca Juga: Mau Urus Sertifikat Tanah Baru? Siapkan Dokumen Ini Sebelum ke BPN

Pengerodongan Menyesuaikan Cuaca

Pengerodongan juga tidak selalu diterapkan dengan pola yang sama. Setelah perawatan pagi, burung dapat diangin-anginkan dan dibiarkan dalam kondisi terbuka sambil mendapatkan masteran.

Setelah beberapa waktu, burung kemudian dikerodong. Pada cuaca yang sangat panas, bagian resleting kerodong dapat dibuka untuk membantu sirkulasi udara.

Bang Kinara menegaskan bahwa perawatan murai batu trotolan sebaiknya tidak dilakukan secara kaku. Pemilik perlu mengamati respons burung dan menyesuaikan perawatan dengan kondisi yang dihadapi.

 

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
extra fooding murai batu trotolan rawatan murai batu Bang Kinara pemasteran murai