Rawatan Murai Batu untuk Pekerja, Tetap Bisa Juara Tanpa Umbaran

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:12 WIB
Rawatan murai batu untuk pekerja tetap bisa maksimal tanpa umbaran, dengan perawatan harian dan settingan lomba sederhana.(Gemini AI)
Rawatan murai batu untuk pekerja tetap bisa maksimal tanpa umbaran, dengan perawatan harian dan settingan lomba sederhana.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Rawatan murai batu untuk pekerja yang memiliki waktu terbatas ternyata tetap bisa dilakukan tanpa harus menggunakan umbaran. Bagi pemilik burung yang berangkat kerja sekitar pukul 07.00 dan baru pulang pukul 17.00, perawatan dapat disiasati melalui rutinitas sederhana pada pagi hari serta settingan khusus menjelang lomba. Pengalaman tersebut dibagikan oleh Om Bir Channel melalui sebuah video yang membahas cara merawat murai batu bagi pekerja dengan waktu libur terbatas.

Dalam video tersebut, pemilik kanal menceritakan bahwa dirinya pernah bekerja sebagai karyawan pabrik. Saat itu, ia hanya memiliki waktu libur pada hari Minggu. Kondisi tersebut membuatnya harus memaksimalkan perawatan dan mengikuti lomba hanya pada hari libur. Menurutnya, terdapat dua hal penting yang perlu diperhatikan, yakni perawatan harian dan settingan lomba.

Baca Juga: Tanah Belum Bersertifikat? Kenali Proses Pengukurannya Sebelum ke BPN

Perawatan Harian Murai Batu bagi Pekerja

Pengembunan dan Pemberian Extra Fooding

Langkah pertama yang disarankan adalah melakukan pengembunan pada pagi hari. Pemilik murai batu dianjurkan bangun lebih awal, sekitar pukul 05.00, kemudian mengeluarkan burung untuk mendapatkan embun hingga sekitar pukul 06.00.

Pengembunan disebut bermanfaat untuk membantu menjaga kualitas pernapasan serta menstabilkan birahi murai batu. Setelah proses tersebut selesai, burung dapat diberikan extra fooding atau EF berupa jangkrik. Dalam pengalamannya, Om Bir biasanya memberikan enam ekor jangkrik untuk perawatan harian. Namun, jumlah tersebut tetap perlu disesuaikan dengan karakter dan settingan masing-masing burung.

Setelah pemberian EF, pemilik burung dapat membersihkan sangkar. Kebersihan sangkar menjadi bagian penting agar murai batu tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Air minum juga harus diganti dengan yang baru karena air kotor dapat memengaruhi kesehatan serta kualitas suara burung.

Selain itu, voer perlu diperiksa secara rutin. Jika voer sudah berada di dalam sangkar selama dua hari, pemilik disarankan menggantinya untuk menghindari kondisi basi atau mengalami perubahan kualitas.

Baca Juga: Bikin Sertifikat Tanah di BPN Tak Bisa Asal, Begini Tahapan Lengkapnya

Penjemuran Singkat Sebelum Berangkat Kerja

Usai sangkar dibersihkan, murai batu dapat dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari pagi. Penjemuran tidak harus dilakukan dalam waktu lama. Dalam video tersebut, Om Bir mengaku biasanya menjemur burung sambil mandi, sarapan, dan mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.

Setelah selesai dijemur, murai batu kembali dikerodong dan ditempatkan di dalam rumah. Sebelum berangkat, pemilik juga menyalakan audio masteran atau MP3. Meskipun memiliki burung masteran lain, ia tetap menggunakan MP3 untuk menjaga suasana tetap kondusif.

Hal ini dilakukan karena ia memelihara beberapa murai batu sekaligus. Jika burung masteran tidak berbunyi, murai batu dapat saling menyahut atau bertarung suara. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat salah satu burung menjadi stres atau drop.

Settingan Lomba Mulai Jumat

Selain perawatan harian, settingan menjelang lomba juga perlu diperhatikan. Om Bir biasanya mulai menaikkan porsi EF pada hari Jumat. Jumlah jangkrik dinaikkan menjadi sekitar 10 ekor, kemudian ditambah ulat kandang sebanyak 10 ekor pada pagi dan sore hari.

Menurutnya, ulat kandang diberikan karena memiliki kandungan karbohidrat yang dianggap dapat membantu menjaga tenaga murai batu. Pemberian ini terutama ditujukan bagi burung yang mengikuti lomba tanpa melalui latihan umbaran.

Settingan tersebut dilakukan sejak Jumat hingga Sabtu sore. Setelah itu, pada hari Minggu, pola pemberian pakan dikembalikan ke settingan harian.

Baca Juga: Bikin Sertifikat Tanah di BPN Tak Bisa Asal, Begini Tahapan Lengkapnya

Persiapan Murai Batu Sebelum Digantangkan

Pada hari lomba, murai batu perlu dimandikan sekitar pukul 07.00 atau 08.00. Jika burung tidak mau mandi, pemilik dapat menyemprotnya secara perlahan agar burung bersedia membersihkan diri.

Setelah mandi, murai batu dikembalikan ke sangkar dan diberikan lima ekor ulat Hongkong. Sebelum berangkat ke lapangan, burung juga diberi dua ekor jangkrik. Dalam praktik yang dibagikan Om Bir, voer tidak dibawa atau diberikan ketika burung akan digantangkan.

Saat berada di lapangan, murai batu disarankan dijauhkan dari burung lain agar tidak mudah terpancing atau bertarung sebelum waktunya. Sekitar dua sesi sebelum burung naik, pemilik dapat memberikan 20 ekor ulat kandang.

Jika murai batu kembali mengikuti sesi berikutnya, pemberian ulat kandang dapat ditambah sebanyak 20 ekor lagi sebelum naik gantangan. Menurut Om Bir, pola tersebut merupakan bentuk perawatan sederhana bagi pekerja yang tidak memiliki banyak waktu dan tidak menggunakan umbaran.

Ia juga menegaskan bahwa perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi burung. Pemilik murai batu tidak dianjurkan mengikuti takaran secara berlebihan tanpa memperhatikan karakter, stamina, dan respons burung masing-masing.

 

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
rawatan murai batu murai batu tanpa umbaran Om Bir Channel settingan lomba murai batu perawatan murai batu pekerja