BLITAR KAWENTAR - Pola perawatan harian murai batu menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondisi dan kualitas burung kicauan. Bagi pemula, perawatan tidak cukup hanya dengan memberikan pakan, tetapi juga perlu memperhatikan mandi, penjemuran, kebersihan sangkar, extra fooding, pemasteran hingga konsistensi. Panduan tersebut dibagikan Geova dari Giovabid Farm melalui sebuah video yang membahas perawatan murai batu secara bertahap.
Menurut Geova, murai batu berkualitas membutuhkan perawatan yang tepat dan konsisten. Burung yang sudah memiliki kualitas bagus atau bahkan pernah menjadi juara tetap dapat mengalami penurunan kondisi apabila tidak dirawat dengan baik.
Karena itu, pemilik perlu memahami karakter burung masing-masing. Berikut tahapan perawatan yang dibagikan Giovabid Farm untuk dilakukan di rumah.
Baca Juga: Tanah Belum Bersertifikat? Kenali Proses Pengukurannya Sebelum ke BPN
Angin-anginkan Murai Batu Sebelum Mandi
Langkah pertama adalah menggantung murai batu di teras atau tempat yang sesuai selama kurang lebih 30 menit sebelum dimandikan. Tujuannya agar burung dapat beradaptasi terlebih dahulu dengan perubahan suhu.
Geova menyarankan agar burung tidak langsung dimandikan setelah kerodong dibuka. Dengan memberikan waktu untuk beradaptasi, murai batu diharapkan tidak mengalami perubahan kondisi secara mendadak.
Mandi dan Jemur Selama 1-2 Jam
Setelah diangin-anginkan, murai batu dapat dimandikan menggunakan keramba atau metode semprot. Cara mandi disesuaikan dengan karakter dan kebiasaan masing-masing burung.
Usai mandi, murai batu kemudian dijemur selama sekitar satu hingga dua jam. Contohnya mulai pukul 08.00 hingga 09.00 atau 10.00.
Saat proses penjemuran, burung sebaiknya tidak didekatkan dengan murai batu lain. Pemilik juga dianjurkan menghindari kondisi ketika burung saling melihat atau mendengar secara langsung.
Baca Juga: Jangan Sampai Tumpang Tindih, Ini yang Harus Dicek Sebelum Bikin Sertifikat Tanah
Kebersihan Sangkar dan Pakan Perlu Diperhatikan
Setelah itu, sangkar harus dibersihkan secara rutin. Bagian yang perlu diperhatikan meliputi tempat kotoran, wadah pakan, tempat minum, serta bagian karpet yang kotor.
Peralatan tersebut dapat dicuci menggunakan air mengalir. Bagian tertentu juga dapat dibersihkan menggunakan sabun agar lebih bersih dan mengurangi potensi berkembangnya bakteri.
Pemilik kemudian perlu memberikan voer baru dan mengganti air minum dengan air yang baru.
Baca Juga: Bikin Sertifikat Tanah di BPN Tak Bisa Asal, Begini Tahapan Lengkapnya
Berikan Jangkrik Setelah Penjemuran
Setelah proses penjemuran selesai, murai batu dapat diberikan extra fooding atau EF berupa jangkrik. Dalam video tersebut, jangkrik disarankan diberikan melalui cepuk atau wadah khusus.
Geova tidak menyarankan pemberian jangkrik secara langsung menggunakan tangan. Setelah makan, burung dapat kembali diangin-anginkan di teras selama sekitar 10 hingga 15 menit.
Pemasteran Bisa Dilakukan Siang hingga Malam
Bagi pemilik yang melakukan pemasteran, sangkar dapat dikerodong selama proses tersebut. Namun, kerodong bukan sesuatu yang wajib jika kondisi dan kebiasaan perawatan burung tidak memungkinkan.
Pemasteran disebut dapat dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 15.00 dengan suara yang sesuai dengan karakter murai batu. Alternatif lainnya, pemasteran dapat dilakukan pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 17.00 sampai 21.00 atau 22.00.
Pada sekitar pukul 16.00, murai batu kembali diberikan jangkrik dengan jumlah yang biasa diberikan sehari-hari sambil diangin-anginkan di teras. Jika kondisi cuaca mendukung, burung juga dapat dimandikan kembali.
Saat memasuki sekitar pukul 18.00 atau waktu Maghrib, murai batu dapat dikerodong dan kembali menjalani pemasteran hingga pagi.
Kroto, Cacing, dan Multivitamin
Selain jangkrik, Geova juga membagikan pola pemberian EF tambahan. Kroto diberikan dua kali dalam seminggu dengan porsi masing-masing satu sendok makan.
Sementara itu, cacing diberikan satu kali seminggu sebanyak satu ekor. Pemilik juga dapat memberikan multivitamin yang dicampurkan ke dalam air minum sebanyak tiga kali dalam seminggu.
Umbaran Empat Kali Seminggu
Untuk mendukung perawatan fisik, murai batu dapat dipindahkan ke kandang umbaran sebanyak empat kali dalam seminggu. Durasi yang disarankan dalam video tersebut sekitar tiga hingga empat jam setiap sesi.
Namun, seluruh pola tersebut tetap perlu disesuaikan dengan karakter dan kondisi burung. Menurut Geova, hal terpenting dalam perawatan bukan sekadar mengikuti langkah secara rutin, tetapi menjalankannya dengan telaten dan konsisten.
Dengan perawatan yang teratur, pemilik dapat lebih mudah mengetahui respons murai batu terhadap pola mandi, jemur, pakan, EF, pemasteran, maupun umbaran. Bagi pemula, konsistensi menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi burung dalam jangka panjang.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : PINTEREST'