BLITAR KAWENTAR - Cara merawat lovebird setelah panen menjadi perhatian bagi peternak yang ingin indukan kembali berproduksi dalam waktu relatif cepat. Dalam sebuah video, Om Hami membagikan treatment yang biasa dilakukan setelah anak lovebird dipanen, mulai dari penjemuran, pembersihan glodok hingga menjaga burung tetap berada di kandang asalnya.
Menurut Om Hami, setelah indukan mengeram dan anaknya dipanen, burung sebaiknya tidak langsung dipaksa untuk kembali masuk glodok. Tahap awal yang perlu dilakukan adalah rekondisi atau memberikan waktu istirahat kepada indukan.
Treatment tersebut dilakukan dengan cara menjemur dan memandikan burung. Namun, Om Hami memiliki metode tersendiri agar proses adaptasi setelah penjemuran tidak berlangsung terlalu lama.
Baca Juga: Cara Ternak Guppy dengan Colony Breeding, Cukup Satu Wadah Bisa Berkembang Biak
Jangan Langsung Pindahkan Indukan dari Kandang
Salah satu cara yang umum dilakukan setelah panen adalah memindahkan indukan dari glodok ke kandang kapsul untuk kemudian dijemur. Menurut Om Hami, cara tersebut memang dapat dilakukan.
Namun, perpindahan kandang berpotensi membuat burung membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali beradaptasi. Terlebih jika indukan sudah terbiasa dengan kandang dan lingkungan sebelumnya.
Karena itu, Om Hami memilih tetap menggunakan kandang asal. Setelah anak dipanen, burung dikeluarkan sementara, kemudian lubang glodok ditutup agar indukan tidak masuk ke dalamnya.
Dengan metode tersebut, burung tetap berada di lingkungan yang sudah dikenalnya. Sementara itu, glodok dapat dibersihkan dan disiapkan kembali sebelum digunakan.
Baca Juga: Colony Breeding Guppy, Cara Ternak Ikan Guppy Lebih Mudah dan Cepat
Glodok Dibersihkan, Burung Tetap di Kandang
Setelah indukan dikeluarkan, bagian glodok dibersihkan. Glodok dapat dicuci dan dikeringkan sebelum nantinya diberikan sarang baru.
Sementara itu, kandang juga dibersihkan secara perlahan. Om Hami menyebut proses pembersihan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar burung tidak mengalami stres.
Ia bahkan menyarankan pemilik berbicara kepada burung ketika melakukan perawatan. Tujuannya agar proses pembersihan tidak dilakukan secara kasar dan burung tetap merasa nyaman.
Untuk membersihkan bagian yang kotor, pemilik bisa menyemprotkan air dan menggunakan sikat kecil, seperti sikat gigi, jika terdapat kotoran yang sulit dibersihkan.
Baca Juga: Mengenal Macam-Macam Surat Tanah, dari Girik hingga SHM, Mana yang Paling Kuat?
Penjemuran Dilakukan Selama Sekitar Satu Minggu
Setelah dibersihkan, burung kemudian dijemur tanpa diberi kesempatan masuk ke dalam glodok. Treatment ini dilakukan selama kurang lebih satu minggu.
Dalam metode Om Hami, burung tetap berada di kandang asalnya selama masa penjemuran. Lubang glodok ditutup sehingga indukan tidak masuk dan kembali mengeram terlalu cepat.
Menurutnya, cara tersebut membuat burung tetap mengenali lingkungan kandangnya. Setelah masa penjemuran selesai, glodok dapat kembali dibuka dan burung diberikan pakan serta nutrisi seperti biasa.
Om Hami menyebut setelah treatment tersebut selesai, indukan diharapkan dapat kembali beradaptasi dengan cepat. Ia mengatakan dalam kondisi tertentu burung bahkan bisa kembali kawin setelah masa rekondisi.
Bagaimana Jika Lahan Sempit?
Om Hami juga membahas kondisi peternak yang tinggal di daerah padat dan tidak memiliki halaman luas untuk menjemur burung.
Menurutnya, penjemuran tetap dapat dilakukan dengan memanfaatkan area yang mendapatkan sinar matahari. Pemilik bisa menggunakan kursi atau tempat tertentu untuk meletakkan kandang selama burung memperoleh paparan matahari yang cukup.
Ia juga menekankan bahwa karakter setiap burung berbeda. Karena itu, metode yang berhasil pada satu indukan belum tentu memberikan hasil yang sama pada burung lainnya.
Setelah sekitar satu minggu, burung dapat kembali diberikan pakan normal, vitamin, dan nutrisi pendukung. Perawatan kemudian dilakukan secara konsisten sambil melihat kondisi masing-masing indukan.
Selain membahas treatment indukan, dalam video tersebut Om Hami juga memperlihatkan proses panen anakan dengan materi genetik tertentu, seperti split biola, split YF, split ino, split MM dan split safir homosigot.
Bagi peternak lovebird, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa proses setelah panen tidak hanya berhenti pada pengambilan anakan. Kondisi indukan juga perlu diperhatikan agar burung dapat kembali beradaptasi sebelum masuk ke siklus produksi berikutnya.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest