BLITAR KAWENTAR - Ternak lovebird dun betina disebut membutuhkan perlakuan khusus dibandingkan indukan lovebird pada umumnya. Dalam sebuah video, Om Hami membagikan pengalamannya mencoba treatment khusus untuk dun betina, termasuk penggunaan campuran biji-bijian dan ramuan herbal yang disebut ditujukan untuk membantu menjaga kondisi serta kestabilan produksi telur.
Menurut Om Hami, persoalan dun betina sebelumnya cukup sering ditanyakan oleh para peternak. Beberapa di antaranya mempertanyakan mengapa produksi dun betina tidak selalu stabil dan membutuhkan waktu cukup lama sebelum mulai produktif.
Om Hami kemudian mengaku mulai mencoba beternak dun betina dan saat ini telah memiliki beberapa pasangan. Ia mengatakan treatment tersebut diperoleh dari informasi para peternak yang sudah lebih dahulu mencoba metode serupa.
Baca Juga: Cara Ternak Ikan Guppy dengan Colony Breeding, Minim Perawatan Tetap Berkembang
Gunakan Campuran Biji-Bijian dan Ramuan Herbal
Dalam video tersebut, Om Hami memperlihatkan produk yang disebut Dailis, berupa biji-bijian yang dikombinasikan dengan ramuan herbal. Menurut penjelasannya, ramuan tersebut ditujukan khusus untuk treatment lovebird dun betina.
Om Hami menyebut dirinya telah melakukan penelitian dan praktik selama hampir empat bulan sebelum menyampaikan metode tersebut secara terbuka. Berdasarkan pengalamannya, penggunaan treatment itu disebut membantu kondisi dun betina menjadi lebih normal dan produksi telurnya lebih stabil.
Ia juga menyinggung persoalan fertilitas. Menurutnya, dun betina bisa saja menghasilkan banyak telur, tetapi persoalannya adalah apakah telur tersebut terisi atau tidak. Karena itu, ia mencoba treatment tersebut untuk melihat hasil produksi secara keseluruhan.
Meski demikian, pengalaman yang disampaikan Om Hami merupakan hasil praktik di peternakannya. Hasil treatment dapat berbeda pada setiap burung sehingga perlu memperhatikan kondisi masing-masing indukan.
Dun Betina Disebut Membutuhkan Waktu Lebih Lama
Om Hami menjelaskan bahwa dun betina umumnya membutuhkan waktu cukup panjang untuk mencapai kondisi siap produksi. Dalam video, ia menyebut rata-rata dun betina dapat membutuhkan waktu sekitar satu tahun atau bahkan lebih.
Namun, ia mengaku mencoba memberikan treatment sejak burung masih berusia muda. Menurut penjelasannya, treatment tersebut mulai diberikan sejak usia PAUD hingga sekitar tujuh atau delapan bulan ketika burung mulai dipersiapkan masuk kandang ternak.
Ia berharap dengan treatment tersebut, dun betina dapat lebih cepat memasuki masa birahi dan mulai berproduksi.
Baca Juga: Girik, Letter C, dan SKT Bukan Sertifikat Tanah, Ini Perbedaan dan Fungsinya
Kangkung dan Jagung Disebut Perlu Dihindari
Ada pula aturan pakan yang disampaikan Om Hami selama menggunakan treatment tersebut. Ia menyarankan agar pemberian kangkung dan jagung dihentikan sementara.
Sebagai gantinya, peternak dapat menggunakan extra fooding atau EF sesuai kebutuhan. Dalam video, Om Hami juga menyebut salah satu pilihan pakan yang disarankannya.
Pola pemberian pakan tersebut menjadi bagian dari treatment yang sedang ia terapkan pada dun betina. Ia berharap kombinasi pakan dan ramuan yang digunakan dapat membantu menjaga kondisi burung selama proses persiapan ternak.
Baca Juga: Rawatan Harian Murai Batu dari Pagi hingga Malam, Pemula Wajib Tahu Urutannya
Siapkan Indukan untuk Produksi
Selain membahas dun betina, Om Hami juga memperlihatkan beberapa pasangan lovebird yang dimasukkan ke kandang ternak. Salah satunya merupakan pasangan dengan materi genetik tertentu yang diproyeksikan sebagai materi breeding di masa mendatang.
Ia berharap pasangan-pasangan tersebut dapat menghasilkan anakan sesuai target genetik yang direncanakan. Namun, Om Hami tetap menyebut hasil breeding bergantung pada proses dan rezeki.
Bagi peternak yang ingin mencoba ternak lovebird dun betina, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa persiapan indukan menjadi salah satu bagian penting. Treatment, pakan, kondisi kandang, serta waktu menuju masa produksi perlu diperhatikan secara konsisten.
Om Hami berharap metode yang sedang dicobanya dapat menjadi salah satu alternatif bagi peternak yang selama ini ragu memelihara dun betina karena waktu produksinya dianggap lebih panjang.
Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan ramuan tersebut diharapkan dapat membantu peternak menekan biaya dan membuat proses ternak dun betina menjadi lebih mudah. Namun, hasil akhirnya tetap perlu dilihat berdasarkan perkembangan masing-masing burung dan konsistensi perawatan yang diberikan.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest