Cara Ternak Kenari untuk Pemula, Mulai dari Indukan Jadi atau Anakan?

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 19:00 WIB
Cara ternak kenari untuk pemula bisa dimulai dari indukan jadi, betina siapan, atau anakan. Simak kelebihan dan kekurangannya.(Gemini AI(
Cara ternak kenari untuk pemula bisa dimulai dari indukan jadi, betina siapan, atau anakan. Simak kelebihan dan kekurangannya.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Cara ternak kenari untuk pemula bisa dimulai dengan beberapa pilihan, mulai dari membeli indukan yang sudah jadi, membeli betina siapan, hingga memelihara kenari dari anakan. Koko Hendrik Kadir membagikan pengalamannya dan menjelaskan kelebihan serta kekurangan dari masing-masing cara tersebut, sekaligus menekankan pentingnya menikmati proses belajar dalam beternak kenari.

Menurut Koko Hendrik, banyak pemula ingin mendapatkan hasil secara instan ketika mulai beternak kenari. Padahal, proses mengenal karakter burung, merawatnya setiap hari, hingga memahami perubahan kondisi kenari menjadi bagian penting yang perlu dipelajari.

Ia kemudian membahas satu per satu tiga cara yang umum dilakukan pemula untuk memulai usaha ternak kenari.

Baca Juga: AJB, Akta Hibah, dan Akta Waris, Apa Perbedaan Fungsi Ketiga Surat Tanah Ini?

Beli Indukan Kenari yang Sudah Jadi

Pilihan pertama adalah membeli indukan kenari yang sudah jadi atau pernah berproduksi. Cara ini cukup banyak dipilih karena secara teori indukan tersebut sudah siap diternakkan.

Kelebihannya, indukan yang sudah jadi bisa langsung berproduksi. Bahkan, menurut Koko Hendrik, ada indukan yang ketika dibeli sudah membawa anakan sehingga terlihat lebih praktis bagi peternak pemula.

Namun, ada faktor penting yang perlu diperhatikan, yaitu adaptasi. Kenari yang sebelumnya produktif di tempat asal belum tentu langsung kembali berproduksi setelah dipindahkan ke lingkungan baru.

Perbedaan cuaca, kondisi lingkungan, dan tempat pemeliharaan dapat membuat kenari membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Akibatnya, burung yang sebelumnya produktif bisa mengalami masa berhenti produksi setelah berpindah tempat.

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Guppy Tanpa Ribet, Metode Colony Breeding Jadi Pilihan

Membeli Betina Siapan

Pilihan kedua adalah membeli betina siapan. Jenis kenari ini dianggap berada pada tahap yang lebih dekat dengan masa produksi dibandingkan anakan.

Namun, Koko Hendrik mengingatkan pemula agar berhati-hati ketika membeli betina siapan. Menurutnya, tidak semua burung yang ditawarkan dengan sebutan tersebut benar-benar sesuai dengan kondisi yang diharapkan.

Ada burung yang masih berusia muda tetapi disebut betina siapan. Ada pula kenari yang sudah pernah mengalami masalah produksi atau lama tidak bertelur tetapi tetap ditawarkan sebagai betina siapan.

Karena itu, pemula perlu memahami ciri-ciri betina siapan sebelum melakukan pembelian. Jangan sampai harga yang dibayarkan lebih tinggi, tetapi kondisi burung tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Guppy dengan Metode Koloni, Tak Perlu Pisahkan Burayak

Mulai dari Anakan untuk Belajar

Pilihan ketiga adalah membeli kenari dari usia anakan. Menurut Koko Hendrik, cara ini dapat memberikan kesempatan kepada pemula untuk benar-benar memahami proses beternak sejak awal.

Anakan yang dibeli umumnya berusia sekitar dua hingga tiga bulan. Burung kemudian dirawat setiap hari sampai mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari pertumbuhan bulu, mabung pertama, hingga memasuki masa birahi dan produksi.

Dengan mengikuti proses tersebut, peternak dapat mengetahui perubahan karakter dan kondisi burung secara langsung. Aktivitas sederhana seperti memberikan pakan, membersihkan kandang, dan memperhatikan perkembangan fisik menjadi bagian dari proses belajar.

Koko Hendrik juga menyampaikan bahwa sejumlah orang yang sebelumnya mengikuti kontennya mengaku berhasil setelah memulai dari anakan. Beberapa bahkan kemudian meningkatkan materi ternaknya dari kenari lokal hingga jenis AF dan seri lainnya.

Satu Pejantan Bisa untuk Beberapa Betina

Dalam pemeliharaan ternak, Koko Hendrik turut memberikan gambaran mengenai komposisi indukan. Menurutnya, pemula dapat memelihara lebih banyak betina dibandingkan pejantan.

Ia menyebut perbandingan satu pejantan untuk empat betina sudah dapat digunakan. Sementara di tempatnya, satu pejantan bahkan bisa digunakan untuk hingga tujuh betina.

Namun, penerapan komposisi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi burung dan sistem ternak masing-masing.

Pentingnya Menikmati Proses Beternak

Dari ketiga pilihan tersebut, Koko Hendrik menekankan agar pemula tidak hanya mengejar hasil cepat. Menurutnya, pengalaman merawat kenari sejak anakan justru dapat menjadi proses untuk memahami dunia ternak secara lebih mendalam.

Pemula dapat belajar mengenali kondisi burung, memahami perawatan, mengamati perkembangan hingga masa produksi, serta mengetahui karakter masing-masing kenari.

Ia juga menyarankan agar anakan yang dipilih memiliki kondisi fisik dan postur yang baik. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih calon indukan untuk dikembangkan ke depannya.

Bagi pemula yang baru ingin terjun ke dunia ternak kenari, tiga pilihan tersebut dapat menjadi pertimbangan awal. Namun, apa pun metode yang dipilih, proses adaptasi, perawatan rutin, dan kemauan untuk terus belajar tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan beternak kenari.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
cara ternak kenari untuk pemula ternak kenari kenari pemula betina siapan kenari Koko Hendrik Kadir