Cara Ternak Kenari untuk Pemula, Simak 3 Tahapan dari Pilih Indukan hingga Anakan

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 19:04 WIB
Cara ternak kenari untuk pemula mulai dari memilih indukan, penjodohan, hingga merawat betina mengeram dan anakan.(Gemini AI)
Cara ternak kenari untuk pemula mulai dari memilih indukan, penjodohan, hingga merawat betina mengeram dan anakan.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Cara ternak kenari untuk pemula perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari memilih indukan, proses penjodohan, hingga merawat kenari betina saat mengeram dan membesarkan anakan. Omesh Kenari membagikan tiga panduan dasar yang bisa menjadi gambaran bagi pemula sebelum mulai menjalankan ternak kenari di rumah.

Menurut Omesh Kenari, beternak kenari memang memiliki peluang sebagai usaha. Namun, pemula sebaiknya tidak hanya mengejar hasil dengan cepat. Ada proses yang perlu dipahami agar peternak mengetahui karakter burung dan mampu menangani berbagai kondisi selama proses breeding.

Tiga hal yang dibahas dalam video tersebut adalah pemilihan indukan jantan dan betina, proses penjodohan, serta perawatan kenari betina mulai dari mengeram hingga anakan siap disapih.

Baca Juga: Rawatan Murai Batu Trotolan ala Bang Kinara, dari EF hingga Jemur 15 Menit

1. Pilih Indukan Kenari yang Sesuai

Untuk pemula, Omesh menyarankan memulai dari kenari seri lokal. Selain harga yang dinilai lebih terjangkau, menurutnya perawatannya juga relatif lebih mudah dibandingkan jenis kenari dengan ukuran atau seri yang lebih besar.

Untuk pejantan, ia menyarankan memilih kenari yang sudah gacor dan berusia sekitar delapan bulan atau lebih. Usia tersebut disebut sudah memasuki masa ketika kemampuan reproduksi dan suara pejantan mulai berkembang.

Selain rajin berbunyi, calon pejantan juga perlu memiliki keberanian ketika didekatkan dengan betina. Omesh menjelaskan, ada kenari jantan yang gacor tetapi justru takut ketika berhadapan dengan betina. Karena itu, respons pejantan ketika didekatkan dengan betina dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan.

Sementara untuk betina, Omesh lebih menyarankan pemula memilih indukan yang sudah pernah berproduksi. Ia menyebut betina yang sudah pernah menghasilkan telur cenderung lebih mudah ditangani dibandingkan betina siapan yang membutuhkan treatment tertentu.

Ciri fisik juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan memilih betina dengan bulu yang masih bagus, kondisi kaki yang baik, serta bagian perut yang bersih dan terlihat kemerahan.

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Guppy dengan Metode Koloni, Tak Perlu Pisahkan Burayak

2. Proses Penjodohan Harus Bertahap

Setelah mendapatkan calon indukan, tahap berikutnya adalah penjodohan. Menurut Omesh, proses ini terkadang tidak mudah, bahkan bagi peternak yang sudah berpengalaman.

Untuk pasangan yang belum pernah bertemu, pejantan dan betina sebaiknya tidak langsung disatukan. Salah satu cara yang disampaikan adalah mendekatkan kedua kandang terlebih dahulu.

Pejantan dapat dibiarkan berbunyi di dekat betina sambil melihat respons betina. Betina yang sudah siap biasanya menunjukkan tanda tertentu ketika mendengar suara pejantan, seperti merespons suara, mengepakkan sayap, atau menunjukkan posisi tubuh tertentu.

Omesh juga menyebut pemberian sayuran seperti sawi hijau atau pakcoy serta telur puyuh sebagai bagian dari perawatan selama proses penjodohan. Menurutnya, pakan tersebut dapat mendukung kondisi indukan.

Jika sudah terlihat cocok, pasangan dapat disatukan. Untuk pemula yang ingin lebih praktis, Omesh menyebut pasangan dapat dibiarkan bersama selama sekitar satu minggu sambil dipantau.

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Guppy Tanpa Ribet, Metode Colony Breeding Jadi Pilihan

Perhatikan Jarak Produksi Telur

Dalam video, Omesh menjelaskan bahwa setelah kawin, telur pertama biasanya muncul beberapa hari kemudian. Setelah telur pertama keluar, telur berikutnya dapat menyusul pada hari-hari berikutnya.

Ia juga menyebut masa pengeraman berlangsung sekitar 14 hari, dengan perhitungan yang perlu memperhatikan telur pertama.

3. Perawatan Kenari Betina Saat Mengeram

Setelah proses perkawinan berhasil, kenari betina sebaiknya ditempatkan di lingkungan yang tenang. Omesh menyarankan kandang diletakkan di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik dan tidak terlalu ramai.

Tanggal telur pertama juga dapat dicatat untuk membantu memperkirakan waktu menetas.

Selama mengeram, pakan utama tetap berupa biji-bijian dan air minum. Omesh mengatakan pemberian tambahan seperti sayuran atau telur puyuh tidak perlu dilakukan terlalu sering.

Menurutnya, pemberian telur yang berlebihan justru dapat menyebabkan masalah seperti mencret atau membuat kenari terlalu gemuk karena aktivitas betina saat mengeram relatif terbatas.

Anakan Jangan Terburu-buru Dipisahkan

Setelah sekitar 14 hari, telur biasanya mulai menetas. Pada beberapa hari pertama setelah menetas, Omesh menyarankan anakan yang masih sangat kecil tidak langsung diberikan sayuran.

Indukan dapat diberikan telur puyuh dan pakan yang sesuai untuk membantu proses meloloh. Pemberian sayuran, menurut pengalamannya, dapat dilakukan setelah anakan mulai lebih besar.

Anakan biasanya masih diloloh induknya hingga sekitar usia satu bulan. Namun, pada usia sekitar 24–25 hari, sebagian anakan mulai belajar makan sendiri.

Omesh menyarankan pemisahan dilakukan setelah anakan benar-benar terlihat mampu makan sendiri. Jika belum mampu makan bijian secara mandiri, anakan sebaiknya tidak terburu-buru disapih.

Bagi pemula, tiga tahapan tersebut menjadi gambaran dasar dalam memulai cara ternak kenari. Pemilihan indukan, penjodohan, hingga perawatan saat mengeram membutuhkan ketelatenan dan pemantauan. Omesh menekankan bahwa kesabaran menjadi salah satu hal penting karena proses beternak kenari tidak selalu berjalan instan.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
cara ternak kenari untuk pemula ternak kenari indukan kenari penjodohan kenari anakan kenari