BLITAR KAWENTAR - Ternak kenari di rumah ternyata bisa dimulai dari hal sederhana. Seperti yang dilakukan Mas Rudi, peternak kenari yang awalnya hanya menjadikan kegiatan tersebut sebagai usaha sampingan. Berawal dari membeli pejantan F1 dan betina lokal, dalam waktu sekitar empat tahun ia mulai mengembangkan materi ternaknya hingga memiliki kenari dari berbagai seri dan ukuran.
Kisah tersebut terlihat dalam kunjungan kanal OMS Kenari ke lokasi ternak Mas Rudi. Peternakan yang berada di lantai atas rumah tersebut memiliki puluhan indukan dan sejumlah anakan kenari. Koleksinya terdiri dari kenari lokal, AF, F1, F2, hingga beberapa materi berukuran besar.
Baca Juga: Harga Koi Tulungagung Mulai Rp5.000, Muna Koi Farm Punya Paket Grosir
Berawal dari Sampingan di Rumah
Mas Rudi mengaku baru sekitar empat tahun menjalankan ternak kenari. Pada awalnya, kegiatan tersebut dilakukan sekadar mengisi waktu luang di rumah.
Daripada tidak melakukan kegiatan, ia memilih mencoba beternak kenari. Materi awal yang digunakan juga masih sederhana, yakni pejantan F1 yang dipasangkan dengan betina lokal.
Seiring berjalannya waktu, muncul keinginan untuk meningkatkan kualitas materi. Dari yang sebelumnya menggunakan kenari lokal, Mas Rudi mulai mencoba mengembangkan seri yang lebih besar.
Saat ini, kandang betina di lokasi tersebut berisi sekitar 30 ekor. Namun, tidak semuanya aktif berproduksi. Menurut penjelasan dalam video, sekitar 15 ekor merupakan indukan yang aktif produksi.
Untuk betina, materi yang digunakan mayoritas berasal dari lokal, AF, dan F1. Sementara itu, terdapat pula beberapa betina berukuran besar yang digunakan sebagai materi ternak.
Baca Juga: Pola Perawatan Harian Murai Batu yang Benar, Pemula Wajib Tahu 12 Langkahnya
Andalkan Pejantan AF dan Seri Besar
Pada bagian pejantan, terdapat sejumlah kenari dari berbagai seri. Pejantan yang sedang aktif digunakan untuk produksi salah satunya adalah AF berukuran besar.
Pejantan tersebut menjadi salah satu andalan karena posturnya dinilai cukup besar. Dalam video, ukuran pejantan AF tersebut bahkan dibandingkan dengan kenari seri besar yang ada di lokasi.
Selain AF, terdapat pejantan F1 dan sejumlah materi seri besar seperti YS dan Yokser. Namun, beberapa pejantan seri besar sedang memasuki masa mabung sehingga belum digunakan secara maksimal untuk produksi.
Mas Rudi juga menyebut memiliki sekitar empat pejantan Yokser. Saat kunjungan dilakukan, seluruh pejantan tersebut sedang mabung.
Untuk pemilihan pejantan, Mas Rudi mengatakan dirinya tidak memiliki kriteria khusus yang terlalu rumit. Ia lebih banyak mengikuti tren yang sedang berkembang di pasar kenari.
Menurutnya, ketika suatu seri sedang banyak diminati, ia berusaha mengikuti tren tersebut dengan menyediakan materi yang sesuai.
Baca Juga: Urutan Kekuatan Surat Tanah dari Girik hingga SHM, Kenali Status Dokumen yang Dimiliki
Pakan Kenari Racikan Sendiri
Dalam perawatan sehari-hari, Mas Rudi menggunakan pakan racikan sendiri. Selain pakan utama, vitamin juga diberikan sebagai tambahan.
Untuk extra fooding atau EF, jagung manis menjadi salah satu pakan yang paling sering digunakan. Sementara sawi jarang diberikan, terutama ketika kondisi cuaca dianggap kurang mendukung.
Pemberian sawi dikhawatirkan membuat kenari mengalami masalah pencernaan. Karena itu, jagung manis menjadi pilihan EF yang lebih sering digunakan di lokasi ternak tersebut.
Harga Anakan Mulai Rp180 Ribu
Selain melihat indukan, kunjungan tersebut juga memperlihatkan sejumlah anakan kenari yang sudah mulai mandiri. Untuk anakan campuran jantan dan betina, Mas Rudi menyebut harga sekitar Rp180 ribu hingga Rp200 ribu jika diambil secara borongan.
Harga tersebut merupakan kisaran yang disebutkan dalam video dan bukan patokan harga pasar kenari saat ini.
Sementara untuk anakan F2 yang sudah mandiri, harga yang disebutkan berada di kisaran jutaan rupiah untuk jantan. Betina yang belum terjual biasanya dipertahankan sebagai materi ternak.
Mas Rudi juga memiliki anakan F1 yang belum dijual karena masih digunakan sebagai sampel dan materi pengembangan ternak.
Bisa Kirim ke Luar Daerah
Lokasi ternak Mas Rudi disebut berada di Ngemplak Manggis, Mojosongo, Boyolali. Bagi calon pembeli dari luar daerah, pengiriman disebut dapat diusahakan melalui jasa travel atau jalur pengiriman lainnya.
Perjalanan Mas Rudi menunjukkan bahwa ternak kenari di rumah dapat dimulai dari skala sederhana. Dari sekadar kegiatan sampingan dengan materi lokal dan F1, ternak kemudian dikembangkan secara bertahap hingga memiliki berbagai seri kenari.
Pengalaman tersebut juga memperlihatkan pentingnya proses belajar dan mencoba. Dengan menambah pengalaman selama bertahun-tahun, materi ternak dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan tren yang sedang diminati.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest