Rawatan Cucak Hijau Sehat ala Bang Kinara, Fokus Buah dan Kenali Karakter Burung

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 19:36 WIB
Rawatan cucak hijau sehat ala Bang Kinara fokus pada buah, EF secukupnya, umbaran, dan mengenali karakter burung.(Gemini AI)
Rawatan cucak hijau sehat ala Bang Kinara fokus pada buah, EF secukupnya, umbaran, dan mengenali karakter burung.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Rawatan cucak hijau sehat menurut Bang Kinara tidak harus rumit atau terpaku pada satu settingan. Pemilik justru perlu memahami karakter burung dan melihat responsnya terhadap perawatan yang diberikan. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama Bang Kinara adalah asupan buah karena cucak hijau dikenal sebagai burung pemakan buah.

Pandangan tersebut disampaikan Bang Kinara saat membahas perawatan cucak hijau melalui kanal YouTube-nya. Ia mengaku kembali merawat cucak hijau setelah cukup lama tidak memainkan burung tersebut. Dari pengalamannya, cucak hijau memiliki karakter yang cukup sulit ditebak sehingga pola perawatan tidak bisa selalu disamakan dengan murai batu, kacer, atau cendet.

Baca Juga: Cara Merawat Ikan Channa agar Sehat, Perhatikan 7 Hal Ini

Buah Jadi Perhatian Utama

Dalam rawatan cucak hijau sehat, Bang Kinara lebih dulu memperhatikan jenis buah yang diberikan. Ia tidak terlalu fanatik terhadap satu jenis buah tertentu.

Beberapa buah yang biasa diberikan antara lain pisang, pepaya, buah naga, dan sawo. Jika tersedia beberapa jenis buah di rumah, Bang Kinara dapat memberikan secara bergantian atau menyediakan beberapa pilihan sekaligus.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan karena karakter setiap burung belum tentu sama. Terlebih ketika burung baru didapatkan dan riwayat rawatan sebelumnya tidak diketahui secara lengkap.

Karena itu, ia memilih memberikan perawatan sehat sambil mengamati respons burung. Pola tersebut dinilai lebih mudah diterapkan daripada langsung memaksakan settingan tertentu.

Baca Juga: Promo Kacer Pasar Pramuka Rp210 Ribu, Bonus Burung Pilihan hingga Jenggot Mini

Jangkrik Diberikan Secukupnya

Selain buah, Bang Kinara tetap memberikan extra fooding berupa jangkrik. Namun, jumlahnya tidak terlalu banyak.

Untuk cucak hijau yang dirawatnya, jangkrik diberikan sekitar dua ekor pada pagi hari dan dua ekor pada sore hari. Jumlah tersebut masih dapat disesuaikan hingga maksimal sekitar tiga ekor menurut kondisi burung.

Sementara untuk ulat Hongkong, ia juga memberikannya kepada burung yang lahap dengan pakan tersebut. Dalam salah satu percobaannya, Bang Kinara pernah memberikan sekitar 10 ekor untuk melihat respons burung.

Ia menekankan bahwa pola tersebut merupakan pengalaman pribadinya, bukan aturan yang harus diterapkan pada semua cucak hijau.

Buah Bisa Diganti Secara Bergantian

Menariknya, ketika kondisi burung mulai menunjukkan perkembangan, Bang Kinara mengubah pemberian buah secara bergantian.

Sebagai contoh, pisang diberikan pada hari Senin, kemudian buah naga pada hari berikutnya, dan pepaya pada hari selanjutnya. Setelah itu, pola kembali disesuaikan dengan buah yang tersedia di rumah.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa ia tidak menggunakan satu formula secara kaku. Perawatan lebih banyak disesuaikan dengan kondisi burung dan respons yang terlihat setiap hari.

Baca Juga: Budidaya Arwana Bekasi Punya 405 Indukan, Anakan Dipanen hingga Ekspor

Penempatan Burung Juga Diperhatikan

Bang Kinara juga memperhatikan posisi sangkar cucak hijau. Ia menempatkan dua cucak hijau di lokasi yang tidak saling melihat karena terhalang tembok.

Hal ini menjadi bagian dari caranya mengatur lingkungan burung agar tidak terus-menerus saling berhadapan. Ia juga menunjukkan salah satu cucak hijau yang sebelumnya disebut mengalami over birahi atau OB.

Burung tersebut kemudian rutin mendapatkan umbaran. Dari pengamatan Bang Kinara, kondisi burung perlahan menunjukkan perkembangan dan mulai memperlihatkan respons seperti ngentrok jambul.

Namun, ia belum membawa burung tersebut untuk diuji di lapangan karena keterbatasan waktu.

Jangan Terlalu Terpaku pada Settingan

Bang Kinara menilai cucak hijau berbeda dengan beberapa burung fighter seperti murai batu, kacer, dan cendet. Menurut sudut pandangnya, cucak hijau termasuk burung semi fighter sehingga karakter dan responsnya terhadap perawatan bisa lebih sulit ditebak.

Ia mengatakan settingan yang berhasil pada satu perlombaan belum tentu memberikan hasil sama pada pekan berikutnya, meskipun pola perawatannya tidak berubah.

Karena itu, ia menyarankan pemilik burung lebih banyak mengamati karakter cucak hijau masing-masing. Perawat disebut sebagai pihak yang paling memahami burungnya sendiri karena berinteraksi langsung setiap hari.

Bang Kinara juga mengingatkan agar dunia hobi burung tidak dijadikan ajang gengsi atau sekadar mengikuti pola orang lain. Menurutnya, setiap pemilik memiliki kondisi waktu, tujuan, dan karakter burung yang berbeda.

Dengan demikian, rawatan cucak hijau sehat dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memberikan pakan yang sesuai, menjaga kondisi burung, memperhatikan penempatan sangkar, serta mengamati perubahan perilakunya secara konsisten.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
Bang Kinara cucak hijau perawatan cucak hijau rawatan cucak hijau sehat cucak hijau OB